
Setelah mengalirkan Qi selama 5 menit akhirnya ada tanda-tanda kehidupan pada Ji Chen seperti geraknya jari-jari nya.
Lian Zheng pun bernapas lega, Ini sungguh ke ajaiban sebagaimana tulang dari Ji Chen masih tergolong tulang muda atau tulang manusia normal, Walaupun begitu tulang punggung yang tadi retak sekarang kembali menyatu karena Lian Zheng mengalirkan Qi keseluruh tubuh Ji Chen.
"Paman?"
Lian Zheng yang lagi menatap luar goa dikejutkan oleh suara Ji Chen, pemuda itu langsung menoleh ke arah Ji Chen.
"Anak kecil gimana bisa ceroboh?"
Ji Chen pun tersenyum kecil, Lalu ia beranjak duduk dan menggerakkan sendi tangannya dan lain-lain.
"Apa masih ada yang sakit?"
"Tidak ada paman..."
***
Lagi-lagi desa yang dekat gunung Sampirura terkena gempa bumi yang menyebabkan tanah longsor, Semua pejuang pun segera mengevakuasi warga desa setempat itu.
Semua berbondong-bondong dan menanyakan apa yang terjadi, Para pejuang pun juga kebingungan karena gunung Sampirura seharusnya berevolusi setiap 100 tahun sekali namun ini belum juga 100 tahun tapi terjadi.
"Aneh sekali, Apa mungkin?"
"Naga Putih mengamuk?"
"Mungkin, Cepat segera evakuasi semuanya!"
Pejuang dari desa tersebut hanya memprediksi seperti itu, Sama halnya juga terdapat 10 desa terkena gempa yang hebat itu.
Berita tentang bencana alam pun menyebar luas, sekarang kaisar Xin menjadi banyak pekerjaan seperti halnya yang terjadi di hutan dan sekarang di gunung Sampirura.
Padahal orang yang menyebabkan 2 kejadian tersebut sama-sama saja, dan juga aliran hitam memulai aksinya, Mereka pikir mungkin kejadian di hutan itu hanya iklim alam saja jadi mereka menghiraukannya.
***
"Paman mau kemana?" ujar Ji Chen yang melihat Lian Zheng melangkah keluar goa.
"Ke pasar desa."
"Ikut!"
Lian Zheng pasrah jika kemauan Ji Chen percuma ia bantah pasti ujung-ujungnya juga Ji Chen bersikeras untuk melakukan kemauannya.
__ADS_1
"Baiklah..."
Lian Zheng pun langsung menggendong Ji Chen dari belakang dan terbang ke arah bawah agar perjalanan ke desanya cepat.
"Waahhh terbang, Lama bisa terbang!"
Lian Zheng hanya tersenyum tipis lalu menurunkan Ji Chen yang dipundaknya.
"Kenapa tidak terbang saja?"
"Jangan, Itu nantinya banyak resiko yang datang pada kita..."
Ji Chen mengangguk mengerti, Walaupun usianya 5 tahun tapi Ji Chen mempunyai kecerdasan dan pemikiran yang hebat, Wajar jika ia terlahir di keluarga bangsawan.
Mereka berdua hanya berjalan sebentar karena didepannya sudah ada desa.
"Kenapa sepi sekali?" ujar Ji Chen.
Lian Zheng pun juga pemikiran yang sama seperti Ji Chen, Mereka tampak kebingungan karena setiap pintu rumah di desa tersebut tertutup rapat dan tidak ada orang yang menjalankan aktivitas.
Lian Zheng dan Ji Chen berjalan ke arah pasar namun lagi-lagi tidak ada orang disana.
"Apa mungkin ada perampokan?, tapi tidak ada bekas pertarungan disini." gumam Lian Zheng.
Saat berjalan lebih dalam akhirnya Lian Zheng dan Ji Chen melihat tenda besar yang terdapat orang-orang disana.
"Ada apa? kenapa mereka semua disini?"
"Tadi ada gempa di gunung Sampirura menyebabkan tanah longsor di arah selatan." jawab salah satu pejuang.
'Ah, Ini pasti gara-gara yang tadi." batin Lian Zheng.
"Em.. tapi sekarang tidak ada gempa lagi." ujar Lian Zheng.
"Tapi kami berwaspada untuk menjauhi tanah longsor."
"Kalau gitu saya bantu, Memangnya pejuang disini tidak ada yang mengendalikan elemen bumi?"
Semua pejuang pun terdiam dan menggeleng kan kepalanya.
"Baiklah jika begitu, saya akan membereskan ini saat sudah selesai saya kembali kesini."
"Terimakasih..."
__ADS_1
Lian Zheng hanya merasa bersalah karena dirinya semua penduduk desa terkena dampaknya. Lian Zheng pun berjalan ke arah selatan seraya menggandeng tangan munyil Ji Chen.
"Paman apa itu elemen?"
Lian Zheng pun menjelaskan jika elemen itu kekuatan tertentu yang terdapat di tubuh seseorang, dan juga ia memberitahu apa saja elemen itu.
"Aku punya elemen apa ya?"
"Ji Chen akan mengetahui nya." ujar Lian Zheng seraya mengelus kepala Ji Chen.
Akhirnya Lian Zheng sampai dimana tanah longsor terjadi, walaupun sudah berhenti gempa buminya namun Lian Zheng tetap mengerjakan janjinya.
Lian Zheng pun mengeluarkan elemen bumi, Ia menciptakan pagar tanah yang melintang luas untuk memberhentikan tanah longsor itu.
Ji Chen hanya menatapnya dengan kagum, Elemen bumi sungguh luas biasa bisa mengendalikan tanah! pikir Ji Chen.
"Nah sudah selesai." ujar Lian Zheng seraya menepuk kedua tangannya.
Lian Zheng dan Ji Chen kembali ke tenda pengungsian.
"Sudah selesai!" ujar Lian Zheng.
"Terimakasih pendekar!"
Lian Zheng mengangguk, Lalu ia berjalan ke arah desa lainnya dan menuju pasar, Mungkin desa yang lainnya tidak terkena tanah longsor namun hanya gempa saja, pikir Lian Zheng.
"Pendekar mau kemana?"
"Ke desa yang lainnya." jawab Lian Zheng.
"Hati-hati disana mulai ada pendekar aliran hitam yang setiap hari sekarang memeras harta desa, Beruntunglah kalau desa ini karena desa ini dilindungi oleh aliran putih."
"Tapi kemana pendekar aliran putihnya dan juga mengapa mereka tidak melindungi desa yang lain?"
"Itu semua pendekar aliran putih sedang menjalankan tugas dan juga katanya mereka itu tidak bisa menjangkau desa tersebut karena aliran hitam sudah sepenuhnya menguasai desa itu."
"Oh begitu..." gumam Lian Zheng.
"Terimakasih infonya!"
Lian Zheng tetap pergi ke desa yang sebelah timur walaupun ada masalah seperti itu tapi ia tak menghiraukannya, dan juga ia hanya membeli perlengkapan dan kebutuhannya di pasar.
...****************...
__ADS_1
See you in the next chapter
Jangan lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.