
"Tapi bagaimana bisa seorang raja Phoenix mewariskan kekuatannya pada manusia seperti ini?" gumam pria sepuh itu.
Walaupun aura panas raja Phoenix sangat panas akan tetapi mereka semua bisa menahannya dengan melawan menggunakan aura Feniks, dengan menyatukan aura mereka bisa mengimbangi aura panas raja Phoenix.
Lian Zheng tersenyum, ternyata benar dugaannya yang didepannya itu ialah ras Feniks, setelah itu Lian Zheng menarik auranya begitu pula dengan mereka.
"Dugaan ku benar, kalian ras Feniks, apa kau ingin menjemputnya?" Lian Zheng kembali senyum ramah.
"Ya, Aku juga terkejut kau mewariskan kekuatan raja Phoenix, dan kami kesini untuk menjemputnya..." jawab Gun Bai.
Lian Zheng cukup terheran karena ras Feniks tidak menghormati seperti yang lainnya, namun Lian Zheng segera mengabaikannya ia tidak akan tergila dengan hormat oleh seseorang, ia hanya butuh dihargai bukan dihormati.
"Biarkan aku berkultivasi ganda dengannya terlebih dahulu setelah itu kau boleh bawa pulang atau aku akan ikut dengan kalian?"
Gun Bai dan lainnya terkejut dengan perkataan Lian Zheng, kultivasi ganda memungkinkan akan bersentuhan tubuh, namun mereka tidak tau jika ada cara lain untuk berkultivasi ganda yaitu hanya dengan menyatukan telapak tangan dan saling memahami pikiran masing-masing setelah itu mereka berkultivasi seperti biasa, hanya saja hal tersebut sudah punah di era sekarang dan untung saja Pecahan Jiwa mengetahuinya.
"Apa kau ingin dia menjadikannya batu loncatan kultivasi mu?"
"Benar, namun dengan kultivasi ganda semuanya saling menguntungkan tidak ada yang dirugikan, aku bisa menembus tahapan baru dan jika gadis ini akan bisa mempunyai kekuatannya seperti semula."
__ADS_1
Walaupun agak terasa kesal dengan ucapan Lian Zheng namun Gun Bai cukup pintar, jika dipikir Permaisurinya tidak akan bisa mengembalikan kekuatannya seratus persen dengan cepat, namun jika menggunakan kultivasi ganda maka akan kembali dengan cepat dan kembali kekuatannya dengan seratus persen.
Jika Permaisurinya berkultivasi ganda dengan orang lain yang hanya seorang Kultivator biasa tidak mempunyai darah keturunan atau warisan kekuatan maka Permaisurinya agak dirugikan, jika Permaisurinya berkultivasi ganda dengan Lian Zheng beda cerita mungkin.
"Akh- aku tidak bisa mengizinkan mu!"
Rasanya sulit melepaskan kehormatan Permaisuri nya tanpa izin, Walaupun Lian Zheng memiliki darah Phoenix namun tetap saja Gun Bai masih menganggap Lian Zheng ialah orang asing.
"Paman!"
Tiba-tiba Ji Chen keluar dengan wajah yang sedih namun setelah melihat Min Yu ada di dekapan pamannya dengan segera ia meredakan isak tangisnya.
Lian Zheng dan lainnya menoleh ke arah Ji Chen, Gun Bai dan pasukannya cukup terkejut ketika melihat Ji Chen, apakah pemuda ini ialah seorang ayah? pikir mereka.
Gun Bai dan lainnya mengangguk, sekarang keputusan ada di Gun Bai, semua menunggunya sampai akhirnya Min Yu tersadar dan masih didekapan Lian Zheng yang masih terbang.
"Astaga!" terkejut Min Yu yang sudah tidak mempijak tanah melainkan terbang lebih lagi ia di dekapan Lian Zheng membuat hati Min Yu bergetar, ketampanan Lian Zheng, kulit yang putih menjadikannya seperti dewa jadi wajar jika Min Yu menyukainya apalagi Lian Zheng baik juga dihati.
"Lian Gege? siapa mereka?" Min Yu sedikit menoleh ke arah Gun Bai dan lainnya ia sedikit kesulitan karena posisinya ia sedang membelakangi Gun Bai.
__ADS_1
"Itu... itu teman-teman ku..." Lian Zheng agak sedikit gugup ia tidak tau harus bilang apa.
"Lalu ada apa kaitannya dengan ku? sampai-sampai aku diajak terbang begini." Lian Zheng cepat-cepat membungkam mulutnya, itu ialah pertanyaan yang sulit.
"Maaf nona, tadi ada sedikit kendala ia kira kami ingin menculik nona..."
"Ah begitu, baiklah turunkan aku..."
Lian Zheng pun turun di iringi dengan yang lainnya, setelah Ji Chen dan Min Yu masuk ke rumah, mereka pun memulai kembali percakapan dan kesepakatan.
"Baiklah kalau begitu, jika urusan ku selesai maka aku akan mengembalikan Permaisuri kalian..."
Gun Bai agak setuju dengan hal tersebut, karena sekarang dirinya sudah terikat kembali dengan Permaisurinya, dengan itu ia bisa mendeteksi lokasi dimana Permaisurinya berada jadi ia tidak perlu khawatir asalkan dirinya dan Permaisurinya di alam yang sama.
"Baiklah, jika begitu kami pamit, namun aku bisa merasakan jika Permaisuri dalam bahaya maka jangan macam-macam kau dengan nya." ujar Gun Bai dengan tatapan tajam.
Lian Zheng mengangguk mengerti, kemudian setelah itu Gun Bai dan lainnya pamit undur diri setelah tidak terlihat dari pandangannya Lian Zheng menghela nafas dengan berat kemudian memasuki rumahnya dan beristirahat.
...****************...
__ADS_1
Dukung selalu author ya, gratis kok cuma Like, Share dan juga rating, tapi kalau para readers Vote karya ini saya mengucapkan terimakasih, Peace 😉✌️
Maaf agak telat