Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-88. Detik-detik


__ADS_3

Semakin banyak orang mengelilingi keributan tersebut membuat Lian Zheng penasaran, akhirnya pemuda itu melangkah menuju keributan tersebut.


Lian Zheng melihat seorang pengemis yang sedang di baku hantam habis-habisan oleh dua orang pria yang mempunyai postur badan yang kekar.


Pria tersebut selalu berbicara lantang, salah satunya berbicara, "Kembalikan emasku atau kau ku bunuh."


Walaupun begitu pengemis itu selalu bilang 'Aku tidak mencuri emasmu, tolong jangan bunuh aku!'


Kedua orang itupun tidak langsung membunuh karena ada hal yang ingin ia jalankan, kedua pria itu terus berbicara lantang dan mengucapkan hal yang sama seperti sebelumnya.


Semua orang pun geram dengan perlakuan kedua pria kekar tersebut sama halnya dengan Lian Zheng, bagaimana tidak seorang pengemis yang sudah jujur mengucapkan kenyataan malah di hajar habis-habisan.


Namun semua orang yang melihatnya hanya diam dan menahan emosi nya, mereka tentu tidak bisa melawan kedua pria kekar tersebut karena mereka kultivator sedangkan mereka hanya warga kota yang tidak mempunyai kekuatan sekalipun.


Namun tidak halnya dengan Lian Zheng, Pemuda itu langsung maju menuju kedua pria kekar itu dan hal itu cukup membuatnya diperhatikan oleh beberapa orang.


Lian Zheng langsung melayangkan pukulan keras untuk membuat kedua pria kekar itu pingsan, Lian Zheng tidak ingin membuat kedua pria itu mati karena di sekililing nya banyak orang yang melihat.

__ADS_1


Setelah kedua pria itu pingsan, Lian Zheng melangkah ke arah pengemis tua yang sudah banyak bercak darah di wajahnya, dengan lembut Lian Zheng mengelap dan mengobatinya dengan elemen cahayanya.


Saat Lian Zheng ingin membawa pengemis tua itu pergi hal terjadi ialah Lian Zheng terkena energi besar dari belakang, untung saja para warga kota itu sudah menjauh dan ada juga yang meninggalkan jadi tidak ada yang terkena energi tersebut.


Kemudian Lian Zheng meminta pengemis tua itu untuk segera pergi, setelah melihat pengemis tua itu pergi Lian Zheng langsung berbalik arah dan menatap tajam kedua pria kekar tersebut.


"Apa yang kalian inginkan?!" tanya Lian Zheng dengan nada tinggi.


Kedua pria kekar itu tersenyum mengejek, mereka melihat Lian Zheng dari atas Samapi bawah. sepertinya dia kaya, pikir mereka.


Tanpa mereka sadari, mereka melawan monster yang sangat kuat, mereka berdua mengumpulkan Qi secara bersamaan dan melemparkan energi tersebut dengan keras dan mengarah Lian Zheng berdiri.


"Hyaaa...." teriak mereka bersamaan.


Lian Zheng hanya tersenyum seringai, dan tetap berdiri tanpa bergeming sekalipun saat melihat energi besar itu mengarah padanya, kedua pria kekar tersebut cukup heran namun mereka dapat berpikir jika Lian Zheng sudah pasrah pada ajalnya.


Saat energi Qi yang besar itu mengenai tubuh Lian Zheng itu langsung meledak dan mengeluarkan asap dan suara ledakan yang cukup besar.

__ADS_1


Sedangkan disisi Rian Ye, pemuda itu sedang melihat pil-pil dan bahan herbal untuk alkemis seketika dikejutkan oleh ledakan besar, pemuda itu langsung berjalan melangkah keluar dari bangunan Assosiasi Jiaohuan.


Rian Ye melihat asap hitam menjulang ke atas, ia langsung berlari cepat mengarah asap itu terjadi, Rian Ye pun terpaku diam saat melihat asap hitam itu menipis dan menampilkan Lian Zheng yang masih utuh dan tidak terluka sekalipun sama hnya juga dengan kedua pria kekar itu mereka tidak percaya jika serangan kuatnya tidak berpengaruh pada Lian Zheng.


Rian Ye meneliti dan menatap lebih tajam kedua pria kekar tersebut sampai akhirnya ia melotot melihat pakaian yang mereka pakai, karena pakaian tersebut menandakan dari organisasi gelap yang terkenal di alam Nirwana Agung.


Walaupun Rian Ye mengduga jika kedua pria kekar itu hanya di posisi yang rendah tapi jika mereka tewas maka organisasi dari mereka akan mencari pelaku dari pembunuhan anggotanya.


Saat Rian Ye ingin memberhentikan Lian Zheng yang sudah memegang pedang hitam ditangannya seketika ia terdiam, ia sudah terlambat memberhentikan Lian Zheng melakukan itu.


Lian Zheng langsung menggunakan pedang pemberian Kakek Suxian, dan menebaskan gelombang energi dari pedang tersebut sampai akhirnya kedua pria kekar itu tewas dengan tubuh terpotong rapi.


...****************...


**See you in the next chapter


Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya**.

__ADS_1


__ADS_2