
Kemudian setelah membeli beberapa barang yang Min Yu inginkan, mereka berdua pun segera pulang ke penginapan karena ada hal yang Lian Zheng lakukan.
Selepas sampai di penginapan, mereka berdua masuk ke kamar masing-masing, Lian Zheng langsung mengeluarkan batu berbentuk lonjong dan batu yang diberikan oleh Rian Ye.
Kedua batu tersebut bersinar terang sampai akhirnya batu yang berbentuk lonjong itu mengalami retakan dan lapisan batu terlepas menunjukan jika batu tersebut ialah sebuah telur yang besar, Lian Zheng pun terkejut dengan hal tersebut ia tidak percaya jika batu lonjong sebenarnya ialah sebuah telur.
"Lalu batu ini?" Lian Zheng menggenggam batu yang diberikan Rian Ye.
"Sepertinya batu itu untuk dijadikan energi agar nanti saat ia menetas ia bisa memakannya dan bisa tumbuh dengan cepat sampai menjadi bentuk sejatinya..." jawab Pecahan Jiwa.
"Lalu telur apa ini?"
"Aku tidak bisa mendeteksi nya, tapi dari bentuknya sepertinya ini telur burung, tapi aku juga tidak tau mengapa telur burung bisa sebesar ini."
"Huh..." desah Lian Zheng.
Sepertinya tugasnya akan bertambah saat telur didepannya itu menetas, Lian Zheng pun punya ide kemudian ia membawa telur itu ke dalam Cincin Samudra Langit.
Sesampainya disana, para Rubah Hitam menundukan kepala pada Lian Zheng, mereka tau jika manusia didepannya itu ialah tuannya apalagi mereka sudah terikat kontrak.
Lian Zheng memasuki istana Pohon, sampai di ruangan milik Le Wu Lian Zheng mengetuk pintu didepannya, Le Wu sedikit terkejut kemudian ia mempersilahkan Lian Zheng masuk ke ruangannya.
__ADS_1
"Aku kesini ingin menanyakan sesuatu, oh ya dimana Ji Chen?"
"Tuan muda sedang berlatih keras dibelakang bersama Le Yao, sepertinya tuan muda tidak ingin mengecewakan Yang Mulia..."
Lian Zheng mengangguk, lalu ia mengeluarkan telur yang tadi dan bertanya, "Apa kau tau telur ini?"
Le Wu menerimanya dengan perlahan ia meneliti telur tersebut, setiap saat wajahnya berubah-ubah.
"Yang Mulia... ini, ini telur Elang Emas, tapi dari mana Yang Mulia menemukannya?" terkejut Le Wu.
"Aku hanya kebetulan saja menemukannya, tapi aku tidak menyangka jika telur ini telur binatang Tuhan, lalu apa yang harus kulakukan?" sedikit panik Lian Zheng saat mengetahui jika telur dihadapannya ialah telur Binatang Tuhan.
"Ah! begitu..." gumam Lian Zheng seraya menggeleng kecil.
***
Lian Zheng melihat Ji Chen berlatih dibawah bimbingan Le Yao, sepertinya Le Yao mengajarkan beberapa jurus Ahli Formasi, sedikit terkejut memang saat Lian Zheng mengukur kemampuan Ji Chen, dimana Ji Chen sudah di tingkat permulaan tahap 3, Ahli Formasi dibutuhkan pondasi kekuatan yang hebat, semakin pondasi kekuatan itu kuat maka Array Formasi yang dibuatnya juga semakin kuat.
Ji Chen merasakan jika ada yang mematainya sampai ia menemukan pamannya yang tidak begitu jauh sedang menatapnya, Ji Chen pun berlari ke arah Lian Zheng dengan senyum menghiasi wajah nya membuat hati Lian Zheng luluh, wajahnya terlihat sangat menggemaskan dan sangat tampan, pikir Lian Zheng.
"Paman... aku rindu paman, paman jangan kemana-mana ya temani Ji Chen berlatih... hiks..." ujar Ji Chen seraya menangis kecil.
__ADS_1
"Baiklah, paman akan menemani, Ji'er nanti ikut paman ya..." ujar Lian Zheng seraya membelai pipi Ji Chen yang sudah dibasahi oleh air matanya.
Ji Chen dengan cepat mengangguk kemudian ia kembali berlatih, Le Yao hanya bersemedi di batu besar dekat Ji Chen berlatih, ia hanya memberikan arahan pada Ji Chen sesekali ia mengintip, juga ia tidak menghiraukan Lian Zheng datang sebelumnya ia tau jika Lian Zheng datang ke ruang cincin Samudra Langit.
Lian Zheng pun menghampiri Ji Chen kemudian ia membenarkan yang salah dari gerakan Ji Chen tadi.
"Coba Ji'er keluarkan Qi sedikit kemudian kumpulkan di genggaman tangan setelah itu praktikan Array Formasi."
Ji Chen mengangguk kemudian ia mengikuti arahan Lian Zheng, secara perlahan Array Formasi sedikit tebal mengelilingi mereka, perkembangan yang baik pada seorang anak kecil, bahkan jika ada yang mengetahui keahlian Ji Chen pasti banyak orang yang mau merawatnya karena Ji Chen terbilang jenius.
Sampai akhirnya langit mulai gelap, matahari pun sudah terbenam, Lian Zheng dan Ji Chen memberhentikan latihannya sedangkan Le Yao sudah terlebih dahulu pergi, karena memang dirinya tidak bisa membuang waktu.
"Nanti paman akan keluar dari sini dan kau juga ikut ya, kita akan mencari pengalaman bersama-sama."
"Emm... baik paman." Ji Chen mengangguk.
...****************...
See you in the next chapter
Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.
__ADS_1