Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-51. Seleksi Muda-Mudi II


__ADS_3

Setelah sampai di panggung seleksi. Koji Cen duduk di tempat duduk peserta dan kakek Suxian ke tempat duduk yang sudah di sediakan.


Seseorang memakai baju putih yang sudah umur 30 tahunan maju dan naik ke atas panggung dan berkata, "Murid-murid Sekte Gunung Petir, Kami akan mengadakan seleksi bertarung pemuda dan pemudi untuk menjadikan perwakilan Sekte Gunung Petir yang akan dibawa ke pusat kota." Ucapnya dengan dialiri tenaga dalam sehingga semua orang yang ada disekitar nya mendengar dengan baik dan jelas.


Setelah mendengar pemberitahuan itu semua yang ada disekitar panggung bergaduh ricuh lagi.


"Baiklah-Baiklah, Peraturan disini yaitu tidak boleh memakai pil Penyembuh atau pil meningkatkan tenaga dalam, Tidak boleh menggunakan racun dan Tidak boleh membunuh jika ada yang melanggar maka otomatis akan didiskualifikasi dan, Dipapan ini sudah ada nama penentuan lawan."


Mendengar itu semua peserta dan penonton mengangguk mengerti dan melihat papan lebar berisi nama.


Bai Hong vs Limlin.


Cao Wei vs Wen lie


Chao Guo vs Zairoh


Koji Cen vs Nim Wu'a.


.....


Koji Cen yang melihat nama lawannya itu bergumam, "Nim Wu'a?."


"Hei, Apa kau tahu Nim Wu'a?"


"Ya, dia bukannya yang baru menduduki Kultivasi tingkat ahli bukan?"


"Sangat disayangkan lawannya itu, Kalau lawannya terkena jurus tinju andalannya pasti akan langsung pingsan."


"Hahaha.... Kau benar."


"Hey kalian berdua, Apa kau tidak tahu jika Koji Cen itu cucu patriak?, Pasti dia juga seorang jenius."


"Ya, Kuharap begitu."


Koji Cen yang mendengar perbincangan tersebut hanya tersenyum tipis.


"Baiklah, Mari kita mulai acara seleksinya."


Ucap seseorang yang diatas panggung yaitu, Tong Ha.


"Bai Hong dan Limlin."


Panggil Tong Ha.


Kedua orang yang dipanggil tersebut maju dan menaiki panggung.

__ADS_1


Terlihat seseorang yang memakai cadar merah yaitu Limlin. Dan Bai Hong yang selalu memakai ikat kepalanya.


"Siap di tempat dan... Mulai-!"


Setelah itu tidak ada yang maju untuk menyerang keduanya bertatapan. Setelah beberapa detik Limlin memasang kuda-kuda dan melesat maju menyerang Bai Hong.


Bai Hong yang melihat musuhnya mulai maju menyerang ia memasang kuda pertahanan untuk menahan serangan dari Limlin.


Limlin dengan gesit berlari untuk mengecoh arah pandang lawan dan benar saja mata Bai Hong tidak bisa mengikuti pergerakan Limlin.


"Arghhh"


Suara teriakan dari mulut Bai Hong karena terkena pisau kecil dari Limlin.


Melihat bahu nya tergores dan mengeluarkan darah dengan segera Bai Hong memberhentikan pendarahan dan melesat menyerang maju.


Dengan pedang yang ada di tangan kanannya Bai Hong Menyerang Limlin dengan serangan bertubi-tubi.


"Lambat." Ucap Limlin.


Melihat Limlin terus menerus menghindar membuatnya geram dan menambahkan kecepatan serangannya.


"Aku tidak mau mengulur waktu, Baiklah giliranku Bai Hong, Berhati-hatilah." Ucap Limlin dan menghilang begitu saja.


Terlihat juga Bai Hong nafas yang sudah terputus-putus dan keluarnya keringat sebesar biji jagung.


Memang Bai Hong tidak dikatakan murid jenius tetapi ia memiliki tekad yang kuat jadi dia berpartisipasi untuk mengikuti seleksi Muda-mudi ini.


Slassh... Slasshh...


"Arggghhhhh, Aku menyerah... "


Ucap kesakitan Bai Hong Yang tergores 2 pisau kecilnya Limlin.


Disisi lain, Koji Cen melihat pisau kecil Limlin dengan cepat menggores bahu nya Bai Hong dan bergumam, "Aku tidak menyangka ada pengguna pisau kecil di sekte ini."


Setelah pertandingan pertama selesai sekarang pertandingan kedua dimulai.


Setelah 10 menit pertandingan kedua dimulai akhirnya Wen Lie memenangkan pertandingan tersebut.


"Chao Guo dan Zairoh."


Panggil Tong Ha.


Chao Guo dan Zairoh naik ke atas panggung dari arah berbeda.

__ADS_1


"Salam, Chao Guo... "Ucap Chao Guo.


Zairoh hanya membalas dengan senyuman tipis, Lalu mereka berdua memasang kuda-kuda.


"Siap, Dan... Mulai-!"


Zairoh langsung melesat maju, Zairoh dengan lihai bermain pedang.


Trangg...


Suara berbenturan pedang dengan pedang, Zairoh kemudian menarik pedang nya dan melangkah mundur.


"Gerakan Petir pertama, Lapisan Petir."


Setelah itu pedang yang ada di tangan Zairoh dilapisi petir-petir kecil, Dengan cepat Zairoh kembali menyerang namun dengan mudah Chao Guo menghidarinya.


Tetapi...


Bummm...


Chao Guo terpental jauh namun tidak sampai keluar dari panggung arena dan mengeluarkan sedikit darah segar di mulutnya. Melihat hal itu Zairoh tersenyum tipis.


"Menyerahlah Chao Guo."


"Hah, ini baru pemanasan saudara Zai."


Setelah mengatakan itu Chao Guo melesat maju dengan cepat namun berbeda dengan Zairoh, Chao Guo hanya memakai tangan kosong tanpa pedang atau senjata lain.


"Gerakan Petir kelima, Tinju Petir."


Melihat hal itu Zairoh ingin menghindar namun sesuatu yang tidak terjadi, Zairoh melihat ke bawah terdapat bayangan hitam yang mengenai kedua kakinya.


Dari kejauhan Koji Cen melihat bayangan hitam yang ada di Kaki Zairoh, "Teknik Ilusi, ternyata saudara Chao pemain ilusi."


Bummmm....


Zairoh langsung terpental sampai keluar arena. Setelah memeriksa kondisi Zairoh, Wasit menyatakan jika Chao Guo menang.


...****************...


Semoga aja Noveltoon ga error lagi,Doa in Ye😁.


Jangan lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.


Thanks buat yang udah vote, Like dan rating novel ku😙👍

__ADS_1


__ADS_2