
Lian Zheng mendekati pengawal pribadi dari tuan putri tersebut karena kondisi darinya sangat buruk, tenaga yang sudah habis, detak jantung yang lemah serta juga banyak luka disekujur tubuhnya.
Lian Zheng menggunakan elemen cahayanya seketika luka luar yang melebar tadi tertutup rapat, sedangkan disisi lain para penjaga langsung menghampiri tuan putri sebagian menghampiri juga ketuanya itu.
Para prajurit yang menghampiri pengawal pribadi tuan putri menjadi kaget sekaligus menjadi waspada saat melihat seseorang pemuda yang sedang berjongkok di depan ketuanya itu.
Disisi Lian Zheng, pemuda itu mengalirkan Qi yang cukup untuk pasiennya itu, setelah beberapa saat akhirnya detak jantung dari pengawal pribadi itu sudah membaik dan mulai teratur kemudian selang beberapa detik pengawal pribadi itu sudah siuman.
Pengawal pribadi itupun cukup bingung karena baru siuman ia diperlihatkan oleh seorang pemuda yang sedang menatapnya, kemudian ia melihat jika ada bawahannya yang sedang melirik pada mereka.
Sedangkan Lian Zheng juga kebingungan karena ekspresi dari pengawal pribadi itu, sedangkan dirinya sudah mengetahui jika ada orang dibelakangnya.
"Senior kenapa?" tanya Lian Zheng.
"Apa kau yang baru menyelamatkan ku dan tuan putri?"
Lian Zheng mengangguk kecil, kemudian pengawal pribadi itu membenarkan posisi duduknya.
"Aku Luo Yin, pengawal pribadi tuan putri, emm apakah kau bisa buktikan? jika memang kau yang menyelamatkan tuan putri?"
Lian Zheng berpura-pura menepuk dagunya seperti sedang berpikir kemudian ia menunjuk salah satu penjaga yang sedang berdiam diri sendirian.
"Itu saksinya, tanyakan saja padanya!"
"Hei kau kemari-!" panggil Luo Yin
Pemuda tinggi dengan postur yang terbilang gagah maju ke arah Lian Zheng dan Luo Yin berada.
__ADS_1
"Apa kau tau siapa yang menyelamatkan tuan putri?"
Pemuda itu mengangguk, kemudian ia menunjuk Lian Zheng lalu ia berkata, "Pemuda ini yang menyelamatkannya, aku melihat dengan mata kepala ku sendiri ketua!"
"Baiklah, kau bisa kembali..."
Pemuda itu kembali, lalu Luo Yin menatap kembali Lian Zheng.
"Aku atas nama keluarga Han sangat berterimakasih! tuan muda ikutlah kami agar kami bisa membalas perbuatan yang mulia tuan..."
Lian Zheng nampak kebingungan karena dirinya hendak kehutan monster namun perutnya menolak jika ke hutan monster terlebih dahulu.
"Baiklah." ucap Lian Zheng seraya mengangguk kecil.
Lian Zheng mengikuti kereta kuda dari belakang, ia hanya berjalan santai dibarisan paling belakang sehingga tidak ada yang menemaninya.
Papan nama besar tertempel di atas gerbang perak itu bertuliskan 'Selamat datang dikawasan Han' Lian Zheng sangat terpukau dengan keindahan pagoda besar itu, apalagi ditambah dengan pohon bunga sakura di pinggir tepi jalanan.
Keindahan itu berkali-kali lipat indah dari pada kota Liejin, sepertinya keluarga Han ini sangat kaya.
Lian Zheng beriringan dengan kereta kuda tadi sedangkan penjaga yang tadi ikut dengan kereta kuda itu berisitirahat untuk melanjutkan tugas yang lain.
Setelah itu Lian Zheng dipersilahkan beristirahat terlebih dahulu di pagoda besar, disamping pagoda Lian Zheng terdapat pagoda yang berbeda dari lainnya dimana pagoda itu terbilang sangat mewah dan nyaman untuk dilihat.
Pemuda itu berisitirahat karena kakinya terasa pegal, ditambah lagi dengan perut yang terasa begitu lapar.
'Tuk... tuk..'
__ADS_1
Pintu ruangan milik Lian Zheng terketuk, Lian Zheng membuka pintu tersebut mengambilkan pelayan dan pelayan itu berkata jika dilantai atas sudah disiapkan jamuan untuk dirinya.
Lian Zheng mengangguk lalu ia bergegas untuk keruang makan, pemuda itu membuka pintu besar dan ia melihat meja persegi panjang dan beberapa kursi.
Ia melihat beberapa orang berpakaian bangsawan yang sedang menikmati kopinya, lalu ada orang sepuh duduk di ujung meja, Lian Zheng sendiri duduk di tempat yang kanan kirinya masih kosong.
Beberapa orang hanya fokus pada topik pembicaraan nya dan tak menghiraukan orang yang masuk ke dalam ruang makan tersebut, namun kecuali tidak dengan pria sepuh yang duduk di ujung meja ia melihat pergerakan Lian Zheng saja.
Dari tatapannya ia sudah kebingungan karena tidak pernah melihat seorang pemuda tersebut.
Sebelum itu pria sepuh itu dikagetkan dengan berita tentang tuan putri keluarga Han diserang oleh bandit, dan ditolong oleh seseorang maka dari itu ia menyiapkan jamuan untuk menyambut sang penolong tersebut.
Balik ke sisi Lian Zheng, pemuda itu sudah duduk saja rasa bosan menghantuinya, kapan mulainya jamuan ini? pikir Lian Zheng, pemuda itu sudah lapar sekali.
Sampai akhirnya datanglah tuan putri itu, bersamaan dibelakangnya Luo Yin, Luo Yin duduk disamping kiri Lian Zheng.
"Maaf tuan sudah menunggu lama..." bisik Luo Yin.
Lian Zheng mengangguk kecil, ia mengerti pasti keadaannya setelah diserang oleh para bandit.
"Baiklah para tuan-tuan dan nyonya-nyonya." ucap pembukaan dari pria sepuh tadi.
...****************...
See you in the next chapter
Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.
__ADS_1