Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-171. Pelantikan Tahta ( 2 )


__ADS_3

God's Dantian memiliki fungsi yang berbeda dari dantian milik Kultivator lain, God's Dantian bisa mengobati luka dalam dengan sekejap mata hanya saja kelemahan dari God's Dantian ialah udara jika musuh memiliki kekuatan berelemen udara dan menyerang Lian Zheng sampai menyebabkan luka dalam maka God's Dantian tidak bisa mengobati nya dalam sekejap mata.


Tidak hanya menyembuhkan God's Dantian bisa membuat sumberdaya yang diserap oleh Lian Zheng membuatnya dua kali lipat dari sebelumnya yang berarti khasiat pun juga bertambah dua kali lipat.


Dan yang kita ketahui orang yang mempunyai God's Dantian sekarang ini ialah Lian Zheng, kita tidak tahu apakah ada orang yang mempunyai dantian sama seperti Lian Zheng sekarang ini atau hanya Lian Zheng seorang yang memilikinya?


***


Kesadaran Lian Zheng pun kembali ke tubuhnya, saat itu juga tubuhnya merasakan kelelahan yang luar biasa, ia pun tertidur karena juga energi nya sudah terkuras abis saat membuat God's Dantian.


5 Jam berlalu, hari pun mulai gelap dan dalam keadaan hujan. Ji Chen dan Min Yu menunggu pulangnya Lian Zheng, Min Yu yang saat itu sudah bangun dari tidurnya pun diberi tahu oleh Ji Chen bahwa Lian Zheng pergi keluar namun sekarang mereka belum melihat Lian Zheng kembali.


Mereka berdua pun cemas dalam keadaan Lian Zheng namun mereka tetap berpikir positif dan tetap menunggu kedatangan Lian Zheng.


Disisi Lian Zheng, pemuda itu terbangun dalam kondisi yang basah kuyup karena diguyur derasnya hujan, dengan cepat ia mengembalikan kesadaran sepenuhnya kemudian pemuda itu berteduh di bawah pohon yang cukup menutupi sehingga tidak ada air dibawahnya.


Lian Zheng membuka baju nya terlihat dari perutnya yang Sixpack, otot-otot serta uratnya terlihat disekujur tubuhnya memperlihatkan postur tubuh yang sangat menawan.


Kemudian ia membuat api ditangannya lalu menaruh api di tanah karena api yang Lian Zheng buat ialah api Phoenix maka tidak akan padam walaupun tidak menggunakan kayu atau semacamnya.

__ADS_1


Ia sengaja untuk tidak pulang terlebih dahulu karena ia ingin sekalian mengumpulkan kekuatannya atau Qi nya, pemuda itu pun memulai bermeditasi nya.


***


Esok harinya, pemuda itu sudah mengumpulkan Qi nya sepenuhnya, Hujan pun sudah berhenti udara disekitar pun sangat sejuk dan sangat nyaman untuk dihirup.


Lian Zheng pulang dengan celana yang setengah basah dan baju yang sudah kering, karena juga Lian Zheng hanya menjemur pakaiannya saja di atas api unggun nya.


Selepas sampai di Goa, ia melihat Min Yu dan Ji Chen sedang tertidur didepan pintu sepertinya mereka benar-benar menunggu sampai larut malam namun alhasil tidak dapat menahan rasa kantuknya.


Sebelum itu Lian Zheng memasukkan Min Yu dan Ji Chen dalam Cincin Samudra Langit nya kemudian ia terbang dengan cepat menuju Istana Phoenix.


Kemudian Lian Zheng masuk ke kamarnya dan mengeluarkan Min Yu dan Ji Chen lalu memindahkannya ke ranjang sedangkan dirinya membersihkan diri terlebih dahulu kemudian mengganti pakaian yang sudah disediakan.


Pakaian miliknya bermotif burung Phoenix di kedua bahu nya, dengan berwarna merah membuat Lian Zheng tambah berwibawa, kemudian ia membangunkan Min Yu setelah itu Ji Chen.


"Hey, bangunlah sebentar lagi ada acara dan kalian perlu bersiap-siap." ujar Lian Zheng.


Min Yu pun mengucek mata nya seraya membangunkan dirinya untuk duduk, dengan mata yang masih buram ia melihat Lian Zheng dengan tidak jelas, Min Yu pun berusaha memperjelas nya lagi kemudian baru ia melihat Lian Zheng dengan jelas.

__ADS_1


"Lian Gege kau sangat tampan sekali-!" ujar Min Yu yang pelan seraya malu-malu.


"Apa kau bilang? coba ulangi dan keras kan suaranya." ujar Lian Zheng dengan nada menggoda Min Yu.


Min Yu pun beranjak dari tempat tidur kemudian ia mendekati Lian Zheng lalu membisikkannya.


"Lian Gege kau sangat tampan sekali-!" ujar kedua kali nya oleh Min Yu.


"Oh benarkah?!" Lian Zheng yang mendapat bisikan Min Yu dan juga napas dari Min Yu pun bergelora.


Lian Zheng memeluk Min Yu dan menjadi liar seperti hewan buas yang menemukan mangsanya namun ketika ia hendak mencium leher Min Yu seketika gadis itu mendorong tubuh Lian Zheng.


"Nanti saja disini sedang ada Ji Chen. tidak baik... lagipun aku belum mandi." ujar Min Yu


"Hehehe baiklah." ujar Lian Zheng dengan senyum konyol nya.


See you in the next chapter


Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.

__ADS_1


__ADS_2