Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-107. Kabur Dari Desa Deu Yu ( 1 )


__ADS_3

Seseorang berpakaian armor berwarna perak dengan tergesa-gesa menuju ke sebuah istana, ia memasuki istana tersebut tanpa ada yang menghalanginya sebaliknya malah orang itu dihormati oleh para penghuni istana tersebut.


Dilihat dari wajahnya sepertinya pria tersebut sudah berumur 30 tahun, ia memasuki ruang singgasana yang terdapat seorang pria berpakaian bangsawan layaknya seorang kaisar yang sedang duduk menikmati tehnya.


"Salam Yang Mulia Jiang-!"


"Katakanlah!" Seorang kaisar bernama Jiang Te Wu, ia tau jika ada yang ingin disampaikan pada seorang pendekar S.


"Aku menemukan kultivator yang kekuatannya setara dengan Huo Long."


Jiang Te Wu sedikit tersedak dengan tehnya, ia tidak percaya jika ada yang menyamai kekuatannya dengan Huo Long.


"Bahkan seseorang tersebut bisa menciptakan pasukan yang kekuatannya ada di Grand Master, aku sendiri saat itu tidak percaya namun setelah diamati lebih jauh kekuatannya barulah aku percaya."


"Apa kau tidak berlebihan?" Kaisar Jiang Te Wu sedikit tidak percaya.


"Aku akan membuktikannya Yang Mulia, jika-"


"Baiklah, aku mengerti apa yang kau butuhkan, rekrut dia menjadi pengawal pribadiku dengan itu aku akan terjamin keselamatannya, jika dia menolak, bawa seribu pasukan tingkat Grand Master dan juga bawa Huo Long, jika keras kepala lagi bunuh dia-!"


"Baik Yang Mulia." Pendekar S tersebut tersenyum puas dengan itu ia akan mendapatkan imbalan yang pasti banyak.


***


"Paman, bagaimana kita akan keluar dari desa ini?" tanya Min Yu.

__ADS_1


Sebenarnya dari tadi Lian Zheng hanya diam dan menatapi langit, ia sedang menunggu analisa dari Pecahan Jiwa tentang darah Kuno yang mengalir pada tubuh Min Yu.


Lian Zheng pun tersadar dari lamunannya, kemudian ia menatap Min Yu lalu berkata, "Kita akan keluar dari sini di tengah malam, agar orang-orang tidak ada yang mengetahuinya, dan juga jangan panggil paman, panggil saja aku Lian." lalu berbalik lagi menghadap langit.


Min Yu hanya mengangguk ia nurut pada Lian Zheng karena juga rencana yang menanggung semua itu Lian Zheng, sedangkan ia tidak mempunyai rencana sekalipun, bahkan sudah beberapa ia mencoba kabur namun ada saja halangannya, saat ia disuruh mencari permata ia berniat kabur namun sesaat ia menyadari jika ada yang mengikutinya, dan saat itulah ia mengerti jika yang mengikutinya itu ialah suruhan dari kepala desa.


"Apa! ini... ini tidak mungkin, Darah Feniks kuno yang mengalir pada dirinya, aku sulit mempercayainya pasti ia akan menjadi sosok yang besar dimasa depan nanti."


Lian Zheng melotot tak percaya, jika benar maka Min Yu nantinya akan menjadi pemimpin besar dari ras Feniks, ras Feniks ini seperti menyerupai Phoenix namun bedanya, Feniks mempunyai warna di ujung sayapnya, dan biasanya pemimpin dari Ras Feniks mempunyai sembilan warna yang berbeda di sayapnya.


Dan kebetulan juga menurut Pecahan Jiwa, 500 tahun yang lalu, terjadi sebuah pertempuran hebat antara Ras Feniks dan Ras Monster, dari pertempuran tersebut itu membuat pemimpin Ras Feniks merelakan meledakan tubuhnya agar Ras Monster musnah dan mengundurkan diri, tentu itu membuat para Ras Feniks menjadi suram dan mempersiapkan diri untuk perang selanjutnya karena pemimpin ras Monster belum juga mati hanya saja terluka parah.


Namun para legenda Ras Feniks percaya nantinya akan datang suatu Reinkarnasi dari seorang pemimpin Ras Feniks dan sekarang kabarnya mereka sedang mencarinya.


Namun sekarang para Ras Monster sudah di tundukkan oleh Lian Zheng sepenuhnya, kabar itu pun menyebar dengan luas sampai ke Ras Feniks, dan itu jugalah membuat Ras Feniks berhutang Budi padanya.


***


Tengah malam pun tiba, orang-orang pun sudah mulai memberhentikan aktivitas sehari-hari nya, Lian Zheng membawa Min Yu secara diam-diam, mereka melewati halaman belakang.


Namun tetap saja Min Yu selalu merasa di awasi, saat dihalaman belakang Lian Zheng melihat jika banyaknya ranjau tersembunyi di bawah tanah yang bisa mengakibatkan yang menginjak meledak.


Lian Zheng pun memutuskan untuk terbang dengan cepat, Lian Zheng menggendong Min Yu didekapannya, dengan cepat Lian Zheng terbang membuat mereka berdua kedinginan karena udara malam yang berhembus berlawanan pad amereka berdua.


Lian Zheng pun sampai pada Hutan Siluman mereka memasuki Hutan Siluman dengan berlari, namun belum sempat saja memasuki Hutan Siluman 5 siluet hitam turun dari langit didepan hadapan mereka berdua.

__ADS_1


Lian Zheng pun dengan siaga menarik Min Yu dan menyuruhnya untuk selalu dibelakang, ia berbisik, "Jika ada sesuatu berteriaklah nama ku dengan sekecang-kencangnya."


Min Yu mengangguk dengan tubuh yang bergetar, ia takut dengan darah maupun pertempuran, dengan patut ia dibelakang Lian Zheng.


"Ternyata benar untung saja kepala desa dengan cepat memberitahuku." ucap salah satu dari mereka berlima.


"Apa maksud kalian, dan apa tujuan kalian mengurung Min Yu." tanya Lian Zheng seolah tidak tau menahu.


"Apa maksud kami? aku kesini untuk memberhentikan kalian berdua kabur, dan juga bukannya kau tau bukan jika Min Yu mempunyai kekuatan yang misterius..."


Lian Zheng terdiam, ia sedikit tidak percaya jika ada seseorang yang mengetahui kekuatan Min Yu, namun Lian Zheng cukup lega karena mereka tidak tau lebih jelas apa yang ada didalam darah Min Yu.


Lima pendekar itupun sedikit terganggu dengan aura siluman yang keluar dari Hutan Siluman, tanpa banyak berbicara, mereka berlima menyerang Lian Zheng secara bersamaan, sedangkan Lian Zheng langsung sigap membuat array perlindungan pada Min Yu.


'Bummm!'


Ledakan terdengar jelas di sekitar Min Yu, sedangkan di desa dengan samar-samar ledakan itu terdengar namun yang terasa jelas hanyalah gempa kecil, membuat beberapa orang terbangun dari tidurnya.


Asap mengepul diledakan tersebut.


"Lian-gege!" ucapan lolos dari mulut Min Yu saat melihat ledakan di tempat Lian Zheng berdiri.


...****************...


See you in the next chapter

__ADS_1


Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.


__ADS_2