
Hongli Jun sekilas melihat Lian Zheng dan kembali menatap Num Dong dan secara perlahan turun ke tanah arena.
"Baiklah aku mengaku salah, namun aku hanya tidak tau saja jika Kunai yang kupakai itu mengandung racun..." balas Hongli Jun dengan tenang.
Num Dong hanya menghela napasnya dengan kasar,
"Darimana kau beli Kunai itu..."
Sepertinya Num Dong perlu mengintrogasi Hongli Jun agar masalah ini benar-benar tidak ada yang janggal sekali pun, Num Dong hanya berharap jika turnamen Surgawi ini akan berjalan lancar kembali.
Sebelum itu Num Dong membawa pergi Hongli Jun ke suatu tempat, kemudian menyuruhnya untuk duduk.
"Kutanya sekali lagi dari mana kau membeli Kunai itu?" tanya Num Dong dengan tatapan yang tajam.
"Aku hanya membeli dipasar gelap yang ada di lokasi sungai abadi, lagi pun Rong Xim itu ku yakin tidak akan terbunuh dengan racun yang ada di Kunai itu bukan? dengan bantuan tabib surgawi yang dimiliki turnamen Surgawi pasti bisa..." balas Hongli Jun.
Num Dong hanya menghela napas panjang, memang benar yang dikatakan Hongli Jun tabib surgawi dari kekaisaran Being adalah tabib yang sangat bisa di andalkan dalam penyembuhan namun tetap saja jika ada kesalahan sekalipun pasti nyawa seseorang tidak akan terselamatkan.
Walaupun racun Tengkorak Hitam dibuat khusus tanpa adanya obat sekalipun namun tabib surgawi bisa mengatasinya dengan kekuatan mereka sendiri.
Biasanya tabib surgawi memiliki kekuatan khusus yang hanya dimiliki oleh seseorang tertentu, dan kekuatan tersebut juga hanya dimiliki saat seseorang tabib bisa melakukan sesuatu.
kesimpulan nya yaitu ialah kekuatan tabib surgawi adalah kekuatan yang dirahasiakan dan hanya dimiliki oleh seseorang tertentu.
__ADS_1
Sementara di stadiun semua penonton nampak kebingungan saat situasi yang berbeda sedang terjadi, namun dengan segera pengawas turnamen Surgawi menjelaskan situasi yang sebenarnya dan sedikit menenangkan para penonton.
Saat Num Dong dan Hongli Jun sudah kembali ke tempat masing-masing akhirnya perebutan juara 1, situasi yang sekarang menjadikan sistem sebelumnya menjadi terganti dimana Lian Zheng dan Hongli Jun sama-sama melawan dua orang dalam tahap final ini.
Lian Zheng dan Hongli Jun maju secara bersamaan, saat Lian Zheng mendengar jika racun Tengkorak Hitam berasal dari organisasi Lin membuat teringat kejadian organisasi Lin lakukan padanya dan temannya, Rian Ye.
Saat lonceng berbunyi, Lian Zheng tetap melamun memikirkan tentang organisasi Lin, entah kenapa organisasi Lin ini sekali mengingat nya saja tidak bisa dilupakan lagi.
'Bumm!'
Lian Zheng terpental beberapa meter dan memuntahkan darah segar dimulutnya.
"Sial..." gumam Lian Zheng.
"Perutnya sangat keras sekali..." gumam Hongli Jun yang sehabis meninju perut Lian Zheng.
Hongli Jun kemudian menarik kembali pedangnya dan menyimpannya karena ia tau percuma saja saat pedangnya berhadapan dengan tubuh Lian Zheng, Hongli Jun akhirnya menggunakan teknik terakhirnya sekaligus kartu as yang terakhir ia miliki.
Hongli Jun memperagakan tekniknya, beberapa saat keluarlah lubang berwarna merah dan diatasnya terdapat bola merah, saat Hongli Jun memberhentikan gerakannya keluarlah tangan-tangan dengan berlumuran darah dari lubang yang dibelakang Hongli Jun.
Lian Zheng hanya melihat lubang berwarna merah tersebut dengan tenang padahal lubang yang berwarna merah tersebut diselimuti oleh energi iblis yang sangat kuat.
Saat Hongli Jun menggerakkan jari-jari nya semua jurusnya mengikutinya, Hongli Jun duduk bersila seraya menggerakkan jarinya, bola berwarna merah langsung melesat ke arah Lian Zheng begitu pula lubang yang dibuat oleh Hongli Jun.
__ADS_1
Saat bola berwarna merah hendak mengenai Lian Zheng namun dengan cepat pemuda itu menghindar bola merah itu seketika meledak membuat disekitarnya menjadi hangus, kemudian banyak tangan yang ada di lubang merah membuat bola merah yang sama dengan yang tadi.
Sekarang Lian Zheng mengerti jika yang harus dilawan ialah pengguna jurusnya, saat Lian Zheng melesat ke arah Hongli Jun dan ingin memberi tinjuan tiba-tiba ada perisai transparan yang menghalanginya membuat nya tidak bisa kesana.
"Menantang ku ternyata..." gumam Lian Zheng.
Lian Zheng langsung meninjunya dengan keras bukannya hancur malah ia sendiri terpental, bola merah pun kembali melesat ke Lian Zheng, pemuda itu pun menyadarinya dengan cepat ia menghindar namun belum sampai disana bola merah yang lainnya melesat ke Lian Zheng, dengan cepat dan lihai ia menghindar.
'Hongli Jun ini-! dia tidak segan-segan melancarkan jurusnya.' batin Lian Zheng.
Lian Zheng berlari seraya membuat energi Surya segenggam tangannya, ia berlari melesat ke Hongli Jun saat jarak mendekat tiba-tiba Surya biru langsung menyelimuti lengan Lian Zheng, pemuda itu pun langsung bergerak meninju perisai milik Hongli Jun.
'Bumm!'
Sekelebat cahaya tersinar lurus selaras dengan tinjuan Lian Zheng, ledakan pun terjadi saat lengan Lian Zheng meninju perisai Hongli Jun.
Hongli Jun sendiri terpental dan langsung terluka parah karena terkena efek dari Surya biru, tanpa ia sadari dirinya sudah keluar dari garis arena membuat nya kalah dalam pertandingan ini.
...****************...
See you in the next chapter
Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.
__ADS_1