
Lian Zheng mengikuti Rubah Hitam dari belakang, Rubah Hitam tersebut terus berjalan sampai pada akhirnya mereka berhenti di depan danau yang airnya sangat jernih.
Rubah Hitam pun melakukan gerakan tangan seperti formasi sihir seketika pusaran air ada di tengah-tengah danau tersebut dan menunjukan sebuah lobang besar.
Rubah Hitam pun menoleh ke Lian Zheng lalu mereka berjalan melewati air untuk mencapai tempat lobang tersebut, Saat sampai di di depan lobang, Lian Zheng mengecek tubuhnya seketika ia kebingungan karena pakaian dan tubuhnya sama sekali tidak basah.
Rubah Hitam pun melanjutkan langkahnya dan di ikuti Lian Zheng, Rubah Hitam langsung meloncat kedalam lobang tersebut, Namun Lian Zheng diam beberapa saat lalu kemudian ia meloncat kedalam lobang besar tersebut.
Hal pertama yang Lian Zheng lihat ialah banyaknya Rubah Hitam berjalan-jalan layaknya manusia, Melihat seniornya pulang seketika semua Rubah Hitam tersebut menunjukan rasa hormat, Sebenarnya mereka memasang sikap waspada saat melihat manusia tapi ketika manusia itu datang dengan seniornya jadi mereka tidak menanyakan nya.
Tepat berjalan selama 5 menit lamanya, Didepan Lian Zheng terdapat istana pohon yang sepertinya sudah berumur ratusan tahun lamanya.
Di tembok istana tersebut terdapat 5 penjaga gerbang di setiap sisinya, salah satu penjaga gerbang yang melihat seseorang yang di takuti di istana seketika ia memerintahkan membuka kan gerbang.
Penjaga tersebut melakukan gerakan tangan seketika dinding tipis berwarna ungu transparan menghilang, Rubah Hitam pun memasukinya dan di ikuti oleh Lian Zheng dari belakang.
Sebenarnya Lian Zheng sangat kagum dengan istananya, Karena penjaga nya tersebut menggunakan formasi sihir untuk menciptakan dinding pertahanan, Seseorang Formasi Sihir di kekaisaran Xin sangatlah jarang ditemukan.
Junhao pun hanya terdiam sesekali ia melirik kanan-kiri, biarpun ia keluar dari tubuh Lian Zheng namun selain Lian Zheng tidak ada yang bisa melihatnya, Bahkan seseorang yang memiliki mata sakti pun tidak bisa melihatnya.
Saat memasuki Istana Pohon tersebut didalamnya terdapat pohon indah, dan terlihat beberapa benda aneh yang dipajang, Desain dari Istana Pohon tersebut tidak kalah indah dengan Istana di Alam Dewa.
Lian Zheng pun kagum melihatnya dan ia di minta untuk menunggu, Selang beberapa waktu akhirnya Rubah Hitam yang tadi mendampingi Lian Zheng menghampiri Lian Zheng di sampingnya terdapat Rubah Hitam dengan postur yang agak besar dari lainnya.
Rubah Hitan besar tersebut seketika terkejut saat merasakan darah yang ia kenali mengalir di tubuh Lian Zheng, Seketika itu juga ia bersujud.
"Yang Mulia Qilin."
Lian Zheng pun agak terkejut saat melihat Rubah Hitam besar bersujud kepadanya padahal ia juga pernah merasakan hal serupa sebelumnya.
"Hamba Le Yin, dan ini raja kami Le Wu." Ucap Rubah Hitam yang pada saat itu mendampingi Lian Zheng.
Dan yang sedang bersujud itu ialah rajanya, Le Wu. Lian Zheng pun menyuruh Le Wu untuk berdiri karena mereka bertiga dilihat oleh beberapa Rubah Hitam di istana.
Beberapa Rubah Hitam yang melihat kejadian tersebut tidak mempermasalahkan nya karena jika mereka terlibat oleh rajanya maka akan bertambah masalahnya akan tetapi jika rajanya di serang oleh seseorang maka mereka tidak ambil diam.
"Bangunlah, Aku dengar seluruh rakyat mu sering diserang?" tanya Lian Zheng.
"Benar, Kami sering diserang dengan sekelompok siluman atau binatang buas melewati hutan terlarang di istana kami." Jawab Le Wu.
'Hutan terlarang?' Batin Lian Zheng.
"Lalu apa kamu dan seluruh rakyat mu bersedia menjadi bawahan ku?, Aku jamin tidak ada yang tersakiti." Ucap Lian Zheng.
Sebenarnya Lian Zheng diberitahu oleh Junhao jika Lian Zheng membutuhkan pasukan untuk kedepannya, dan ini adalah waktu yang tepat.
Tanpa penawaran tersebut pun Le Wu bersedia menjadi bawahan Lian Zheng, Karena ia sudah memastikan jika darah Qilin mengalir pada Lian Zheng, Le Wu juga merasakan ada tekanan kuat yang sedang ditutupi oleh pemuda didepannya tersebut.
"Saya bersedia Yang Mulia." Jawab Le Wu.
"Baiklah esok hari kumpulan seluruh rakyat mu ke istana."
__ADS_1
Le Wu pun tidak mempermasalahkan dan menanyakan untuk apa, Ia dengan segera memerintahkan bawahannya untuk mengumpulkan warga dan kumpul esok hari di istana.
Le Yin sendiri hanya menyimak perbincangan tersebut, Posisi Le Yin sendiri ialah jendral dari pasukan Rubah Hitam dan juga kekuatannya setara dengan rajanya.
***
Esok harinya, Semua Rubah Hitam sudah berbaris rapih di depan istana mereka saling berbisik-bisik menanyakan kenapa mereka dikumpulkan.
Lian Zheng pun bangun dengan cepat ia membersihkan dirinya lalu ia bertanya dimana ruang istirahat sang raja, Setelah mendapat petunjuk Lian Zheng berjalan ke arah ruangan Le Wu.
Di tengah-tengah perjalanan Lian Zheng bertemu dengan Le Wu. Lian Zheng yang ingin kekamar Le Wu dan ini Le Wu yang ingin ke kamar Lian Zheng jadi mereka berpapasan.
"Kebetulan sekali." Ucap Lian Zheng.
Lian Zheng pun melakukan mantra lalu ia melukai jari manisnya sehingga keluar darah yang sudah tercampur oleh mantra yang Lian Zheng lakukan tadi.
Lian Zheng pun meneteskan darah tersebut ke kening Le Wu, Dengan itu Le Wu sudah terikat Kontrak darah dengan Lian Zheng.
Le Wu pun mengerti dengan tersebut namun ia diam saja dan merelakan segalanya pada Lian Zheng, Le Wu kemudian menunjukan jika seluruh rakyat sudah berbaris rapih.
Semua Rubah Hitam yang melihat seorang manusia keluar dari istana seketika suasana semakin bising, Le Wu pun mendengar bisingan tersebut seketika teriak lantang untuk memberhentikan nya.
Setelah tidak ada lagi suara, Akhirnya Lian Zheng pun maju dan melakukan mantra, Seketika dindin transparan berwarna putih melingkari semua Rubah Hitam dan mengeluarkan serbuk-serbuk bunga yang wangi.
Setelah itu Lian Zheng menarik kembali mantranya dengan itu semua Rubah Hitam sudah melakukan Ikatan Kontrak dengan Lian Zheng. Ikatan Kontrak sendiri dibagi dua yaitu Ikatan Kontrak biasa dan Ikatan Kontrak Darah.
Jika Ikatan Kontrak Darah ialah jika tuannya mati maka orang yang melakukan Ikatan Kontrak Darah dengan tuannya juga ikut mati.
...****************...
Permulaan ::
- Tahap 1
- Tahap 2
- Tahap 3
Pemulihan ::
- Tingkat Ahli
- Tingkat Bergelar
- Tingkat Raja
Dengan tahap 1,2 dan 3.
Pembangkitan ::
- Tingkat Suci
__ADS_1
Dengan tahap Bumi, Angkasa, dan Langit.
Prajurit Dewa ::
- Tingkat Kaisar
- Tingkat Master
- Tingkat Grand Master
Dengan tahap:
- Kuning (Tahap pertama)
- Hijau
- Biru
- Ungu
- Coklat
- Hitam
- Putih (Tahap akhir)
Jendral Dewa ::
- Dewa Kuning
- Dewa Hijau
- Dewa Biru
- Dewa Ungu
- Dewa Merah
- Dewa Hitam
- Dewa Putih
(Tidak ada tahapan)
Pencipta ::
Master God
God (Paling terkuat tidak ada bandingan)
Okey, Segitu aja. Oh ya dukung author ya,
__ADS_1
Habis tu Vote lewat disitu karena author sedang mengikuti Lomba Update Time S1, Mohon dukungannya, Berbagilah dengan ikhlas, Sekian terimakasih~