Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-155. Tahap Kebangkitan Ji Chen ( 1 )


__ADS_3

"Kenapa guru belum keluar juga y-yah..."


Lian Zheng tiba-tiba jatuh dari langit karena merasakan aura yang sangat menekan, setelah dilihat ternyata Dewa Langit keluar dari Goa dengan gaya yang sangat menawan.


"Ah! benar-benar hari yang sangat ku rindukan, eh? kemana Lian'er..." Dewa Langit mengedarkan pandangannya sampai menemukan Lian Zheng yang sudah tergeletak dan pingsan.


"Ups! aku lupa..." Dewa Langit langsung menarik auranya.


Kemudian ia ke Lian Zheng yang sudah pingsan, setelah itu dengan sekejab Lian Zheng sadar dari pingsannya.


"Guru... apakah sudah selesai?"


Dewa Langit mengangguk kecil, kemudian berkata, "Cepatlah! dengan ini teknik bela diri tingkat tinggi sudah ku dapatkan dan akan ku alirkan untuk mu, untuk yang lainnya jika ada kesulitan kau bilang saja padaku!" ujar Dewa Langit.


"Baik guru..." jawab Lian Zheng dengan wajah kebingungan.


'Sepertinya sifat guru ada yang berubah...' batin Lian Zheng.


***


"Baiklah ini tempat yang cocok untuk ku tempati..." ujar Lian Zheng setelah membersihkan sekitar Goa.


Lian Zheng pun masuk ke dalam Goa dan mulai bermeditasi di atas Goa, namun tiba-tiba ia teringat sesuatu dan membuka kembali matanya kembali, Lian Zheng pun mengeluarkan Min Yu dan Ji Chen.

__ADS_1


"Paman ada dimana ini?" tanya Ji Chen.


"Kalian sekarang bukan ada di Nirwana Agung lagi, dan juga kalian mulai lah bermeditasi."


Keduanya mengangguk bersamaan, dan memulai bermeditasi namun selang beberapa saat tubuh Ji Chen mengalami kejanggalan dimana seluruh tubuh Ji Chen berwarna merah, tiba-tiba rambut Ji Chen mengeluarkan api yang sangat panas.


Min Yu yang ada di dekat Ji Chen tiba-tiba tersentak kaget karena merasakan api yang sangat panas, Lian Zheng pun kembali mata nya karena juga merasakan aura panas.


Mereka berdua melihat Ji Chen yang terus tutup mata dengan tubuh yang berwarna merah.


"Apa yang terjadi?" tanya Min Yu.


"Entahlah, tapi aku pernah merasakan yang seperti ini, sepertinya Ji'er sedang berhadapan dengan roh Inti Elemen Legenda Api, kemungkinan setiap roh jika ingin memiliki tuannya maka roh itu akan menguji calon tuan nya, dan itu ialah syarat bagi calon tuan dari sesuatu barang yang memiliki roh. Namun kita tidak tahu apa saja syarat yang diberikan oleh roh Inti Elemen Legenda Api pada Ji'er." ujar Lian Zheng.


"Tidak perlu khawatir, jika Ji'er gagal dalam tahap ini maka kita hanya berharap kalau roh itu memberikan kesempatan sekali lagi." ujar Lian Zheng seraya menenangkan Min Yu.


Sebenarnya Lian Zheng bisa-bisa saja membantu Ji Chen namun ia ingin jika Ji Chen itu berhasil dengan usahanya sendiri tanpa bantuan orang lain, dan juga ia ingin mengajarkan Ji Chen mandiri.


Selang beberapa saat, tubuh Ji Chen mulai kembali normal seperti sebelumnya, rambutnya pun kembali seperti normal, Ji Chen membuka matanya dan mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya.


"Uhuk!" batuk Ji Chen.


"Apakah kamu tidak apa-apa Ji'er?" tanya Min Yu.

__ADS_1


"Tidak apa-apa kak, hanya saja tadi aku berhadapan dengan suatu api dan dibawa pergi ke dimensi lain, disana aku melihat banyak sekali rerumputan yang lebat dan banyak hewan yang hidup disana namun aku disuruh oleh api itu untuk membakar seluruh yang ada disana dengan api ku, aku pun menolaknya..."


"Sebaiknya Ji'er beristirahat terlebih dahulu.."


"Baik paman!"


***


Disisi lain, aula yang sangat besar dengan tanah yang separuh retak akibat gempa terdapat beberapa orang yang pingsan dan ada juga yang masih sadarkan diri.


"Akhirnya, aura itu menghilang... Ketua aura apa tadi?"


"Aku pun tidak mengetahuinya..."


"Jika begitu kita jangan sampai berurusan dengannya, jika saja kita berurusan dengannya dalam keadaan yang buruk maka tamatlah riwayat kita..."


...****************...


See you in the next chapter


Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.


Heyyo!✨

__ADS_1


__ADS_2