
"Baiklah-baiklah, aku jadi tidak sabaran..." ujar Dewa Langit.
Kemudian Dewa Langit memutarkan mangkuk emas didepannya, secara perlahan mangkuk itu melayang di kedua tangan Dewa Langit, setelah itu cahaya hijau yang terang secara perlahan memasuki tubuh Dewa Langit, disekitarnya terdapat beberapa bola hijau memutari tubuh Dewa Langit.
Dewa Langit terus berkonsentrasi walaupun ia sedang merasakan sakit yang amat sangat, terlihat urat di keningnya secara perlahan menonjol menunjukan betapa kerasnya ia bertahan dari rasa sakit itu.
Beberapa saat kemudian seiring nya Dewa Langit berteriak begitu kencang, bola hijau yang memutari Dewa Langit secara tiba-tiba meledak dan menghasilkan serbuk cahaya hijau dan masuk begitu saja ke dalam tubuh Dewa Langit.
Mangkuk yang berwarna emas tadi sekarang menjadi mangkuk perak, proses penyerapan inti Pecahan Jiwa sudah selesai hanya saja efek samping nya belum reda, Dewa Langit masih berteriak kesakitan seraya berguling kesana-kemari.
Lian Zheng yang mendengar itu ia pun langsung khawatir, dengan cepat pemuda itu masuk ke Goa mengabaikan perintah gurunya itu, melihat Dewa Langit kesakitan Lian Zheng pun hendak membantunya akan tetapi Junhao secara tiba-tiba keluar dari tubuh Lian Zheng.
"Tuan, jangan mendekati Yang Mulia, biarlah Yang Mulia menyelesaikan nya sendiri, jika orang lain termasuk tuan membantu Yang Mulia maka secara otomatis Yang Mulia akan lenyap begitu saja dan orang yang membantunya nanti akan kehilangan ingatannya dan menjadi orang gila." ujar Junhao dengan nada khawatir.
"Apa benar Junhao? kurasa tidak, aku tidak bisa diam saja melihat guru ku kesakitan."
"Benar Tuan, percayalah pada ku Tuan jika Yang Mulia akan baik-baik saja, sebaiknya kita keluar Goa."
Lian Zheng hanya menghela napas nya dengan kasar, ia keluar dari Goa dengan wajah kusut sedangkan Junhao kembali ke tubuh Lian Zheng.
"Aku penasaran, bukankah aku bereinkarnasi Dewa Langit? tetapi mengapa aku masih begini maksudku mengapa Guru tidak mengambil tubuhku saja jika ia bereinkarnasi ditubuhku? bukankah reinkarnasi umumnya seperti itu?" ujar Lian Zheng dengan pikiran kacau.
__ADS_1
***
'Buuumm!'
Ledakan energi yang sangat besar langsung menyelimuti seluruh hutan bahkan sampai ke Istana Phoenix, seluruh area yang terkena ledakan energi itu menghasilkan gempa yang sangat kencang, awan hitam langsung menyelimuti seluruh area hutan.
Angin yang tadinya berhembus pelan tiba-tiba menjadi kencang, udara sekitar hutan menjadi dingin dan suasana tiba-tiba berubah menjadi mencekam, Lian Zheng yang berada dihutan dan dekat dengan Goa tiba-tiba ia terjatuh lemas.
Disisi Istana, Zhishu segera mengevakuasi seluruh warganya, setelah itu ia melihat hutan yang Lian Zheng datangi.
"Apa yang terjadi? aura ini sangat mirip yang dikatakan kakek, Aura Kaisar Langit!" gumam Zhishu dengan nada terkejut.
Disisi Lian Zheng, pemuda itu belum sepenuhnya pingsan, ia kemudian langsung menyelimuti tubuhnya dengan aura Naga Abadi dengan itu ia segera terbebas dari Aura yang dikeluarkan Dewa Langit, pemuda itu dengan cepat menghindar mencari tempat teraman yaitu terbang ke atas langit yang agak cerah.
***
"Apakah kalian sudah mendengar bahwa Yang Mulia ras Phoenix sudah kembali?"
"Kami sudah mendengarnya ketua, hanya saja kami tidak terlalu percaya dengan bualan ponakan mu itu!"
"Benar ketua, sepertinya bocah tengil Zhishu itu harus diberi pelajaran agar tidak membual terlalu tinggi..."
__ADS_1
"Aku setuju dengan kalian berdua, ketua! bualan ini terlalu tinggi, bukankah kita percaya jika Yang Mulia Phoenix sudah tiada dan tidak akan kembali sesuai ramalan yang dikatakan oleh Nenek Peng."
Seseorang pria berumur 60 tahun lebih namun dengan wajah yang bisa dikatakan muda dengan tiba-tiba mengetuk meja nya dengan kuat.
"Diam! aku memang percaya dengan ramalan Nenek Peng, tapi jika benar rencana kita akan terbongkar, walaupun aku tidak percaya dengan Zhishu tapi kita harus berhati-hati, sebaiknya kita lan-"
Tiba-tiba aula yang mereka tempati bergetar hebat, aura yang mengintimidasi menyelimuti seluruh aula itu membuat semuanya berlutut, dari beberapa mereka ada yang pingsan sedangkan ketua mereka berlutut dengan wajah yang pucat.
"A-aura ini..."
***
"Apakah guru sudah selesai? sepertinya keadaan di Istana tidak terlalu baik, melihat retakan ditanah yang sangat besar membuat ku yakin jika di Istana terkena efek gempa..." ujar Lian Zheng seraya melihat kebawah.
Kaisar Langit atau Dewa Langit mempunyai kekuatan yang melebihi Dewa apapun itu, bahkan bisa dikatakan aura dan kekuatannya sangatlah misterius tidak bisa dikatakan kekuatan aliran putih atau pun aliran hitam, selama masa jayanya tidak ada yang berani berhadapan dengannya, jika saja kekuatan Dewa Langit terkumpul penuh, berdekatan dengannya saja bisa membuat seseorang berlutut keras apalagi beradu sorot mata.
...****************...
See you in the next chapter
Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.
__ADS_1
Heyyo!✨