
Keluarga Han ialah keluarga bangsawan kelas dua dimana kelas itu sama saja dengan kelas menengah, namun masih banyak lagi keluarga bangsawan yang lebih hebat dari keluarga Han, mungkin kekuatannya juga lebih dari keluarga Han.
Di Nirwana Agung mempunyai kekaisaran yang banyak, sehingga para keluarga berbondong-bondong untuk menjadi yang terkuat dan dipandang sebagai bangsawan.
Sema halnya keluarga Han, keluarga Han ini sebelumnya juga hanya keluarga biasa-biasa saja namun keajaiban datang pada mereka, dimana para leluhur mereka menyimpan harta yang sangat banyak.
Tentu hal itu membuat keluarga Han menjadi naik posisinya, mereka juga lebih fokus pada perekonomian bukan pada kekuatan jadi kekayaan mereka terus melonjak ke atas.
"Aku mengadakan jamuan ini untuk rasa syukur atas keselamatan tuan putri, dan juga seperti di beritanya bahwa ada pahlawan sukarela menolong tuan putri melawan bandit, aku mendengar para bandit bertingkat dewa Ungu, dan pastinya pahlawan itu berkekuatan sangat besar."
Semua orang pun juga beranggapan begitu, karena sebelumnya mereka telah diberitahu jika tuan putri keluarga Han diserang oleh bandit yang handal, bahkan prajurit yang ditugaskan untuk melacak para bandit itu pun tidak bisa menemukannya.
Dan juga mereka mendengar jika salah satu dari para bandit berkekuatan dewa Ungu, dimana pastinya bandit itu dibayar mahal karena bandit itu jarang sekali ditemukan.
Namun para anggota keluarga Han sudah mendengar juga jika bandit bertingkat kultivasi Dewa Ungu sudah dikalahkan dengan mudah.
Hal itu membuat kagum dan bersorak gembira jika tuan putri mereka selamat atas kematiannya, dan juga mereka bahagia atas kedatangan pendekar yang hebat.
"Mari kita sambut pahlawan tuan putri kita!"
Sorak tepuk tangan keluar dengan sangat riuh, namun setelah beberapa saat mereka menyadari jika pahlawan tuan putri mereka tidak menampilkan batang hidungnya.
Pria sepuh itu kebingungan, padahal ia yakin jika sudah mengundang nya, ia pun berbisik pada tuan putri yang sedang menatap Lian Zheng.
"Mana pahlawan nya?"
"Itu..." tuan putri menunjuk Lian Zheng yang sedang asik makan.
"Hei, apa kau benar, ia masih pemuda, tidak mungkin jika ia pahlawannya."
__ADS_1
"Aku yakin kek, dia pahlawannya..."
Pria sepuh itu bernama Han Zilong, sekaligus juga kakek dari tuan putri, sedangkan tuan putri itu bernama Han Ruyu dengan kecantikan yang dimilikinya sejak lahir membuat keluarga Han semakin terpandang.
Han Zilong mencoba menenangkan semua anggota keluarga Han, ia kemudian berjalan mendekati Lian Zheng dan Luo Yin. mereka berdua sedang asik mengobrol seraya memakan makanan didepannya.
Han Zilong menepuk pundak Luo Yin, Luo Yin pun mengerti dengan arti tepukan tersebut ia berdiri dan memulai perbincangan antara mereka.
"Apa benar pemuda itu yang menyelamatkan cucuku?"
"Ya memang benar, aku melihatnya sendiri walaupun sedikit kurang jelas namun aku mempunyai bukti dan saksi jika ia pemuda itu pahlawannya."
"Bisa kau tunjukan bukti dan saksinya?"
Luo Yin mengangguk kemudian ia memanggil bawahannya dan menyuruhnya untuk membawa mayat bandit berkekuatan Dewa Ungu, lalu membawa saksinya.
Han Zilong pun mengangguk lalu menatap saksi itu.
Pemuda yang sebagai saksi pun mulai berbicara, ia menjelaskan sebagai rinci, tadinya ia hendak melawan salah satu bandit namun ia terhempas begitu mudah sampai menabrak pohon lalu ia melihat jika ketua mereka yaitu Luo Yin dikalah kan dengan mudah.
Kemudian ia melihat selanjutnya saat itu ia ingin menyerang bandit itu namun dengan kondisi yang terluka Dibagian kakinya membuatnya susah untuk berlari, ia hanya mengharapkan keajaiban.
Dan Benar keajaiban pun datang dimana seorang pemuda mengalahkannya dengan mudah, hanya beberapa serangan saja bahkan ia sendiri cukup terkejut dengan kekuatan pemuda itu.
Setelah menjelaskan panjang lebar, ia pamit undur diri, lalu Luo Yin menatap Han Zilong yang sedang mengelus janggut putihnya.
"Baiklah semua sudah terbukti, aku akan umumkan, tapi aku tidak bisa memastikan jika para anggota keluarga Han percaya dengan pernyataan ini." ucapnya seraya balik ke tempat duduknya.
"Baiklah, tanpa kalian sadari pahlawan dari tuan putri sudah lebih dahulu datang di acara jamuan ini-!"
__ADS_1
Mereka pun berbisik-bisik, dan akhirnya mereka menemukan pemuda yang tidak dikenal lebih tepatnya bukan memakai baju keluarga Han.
"Apa pemuda itu?" tanya salah satu dari mereka.
"Ya benar, berilah hormat padanya."
Lian Zheng cukup terkejut, padahal ia sedang asik makan dengan cepat ia membersihkan mulutnya yang masih ada rempah menempel disitu, ia kemudian bersikap konyol seperti melambaikan tangannya membuatnya dipandang dengan tatapan rendah.
"Jika memang dia benar pahlawannya buktikanlah!"
Semua mengangguk, kemudian mereka menatap tuan putri mereka.
Han Ruyu pun menjawabnya dengan lemah lembut, namun tentu saja ada dari salah satu mereka tidak bisa menerima kenyataan ini. entah ada hal apa membuatnya tidak terima seperti itu.
"Coba tunjukan kekuatan mu!"
Lian Zheng sendiri tidak bodoh, ia tidak sembarang untuk mengeluarkan kekuatannya, jika ia mengeluarkannya itu akan membuat masalah datang padanya cukup untuk satu hal ini saja merepotkan sekali apalagi nantinya.
Lian Zheng sepertinya tidak dipercaya jika tidak mengeluarkan kekuatannya nanti.
...****************...
**See you in the next chapter'
Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.
Seperti biasa, malam Senin itu libur ya, author kemarin sedikit kacepan sih, mau nulis tapi pusing, jadi lebay kan... 🙃.
Bye👋**
__ADS_1