Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-122. 'Baiklah, semangat!'


__ADS_3

Setelah makan Lian Zheng kembali ke ruang pengobatan, sebelum itu Lian Zheng sejenak berpikir.


"Ada yang tersumbat ya? bukannya hal itu terlalu mudah? apa guru mencoba menipuku?" gumam Lian Zheng.


Lian Zheng akhirnya memutuskan mendekati Min Yu yang belum sadar juga, kemudian ia mengeluarkan darah Phoenix, tanda dahi berwarna merah api pun muncul, tanda jika darah Phoenix diaktifkan.


Kemudian Lian Zheng mengeluarkan inti api Phoenix, lalu mencoba menjadikannya menjadi butiran kecil.


'Buumm'


Ledakan kecil ditangan Lian Zheng pun terjadi, Lian Zheng tersenyum setelah hal yang ia lakukan berhasil, terdapat ditelapak tangan Lian Zheng ada butiran kecil berwarna api sedang berputar sana dan sini,butiran kecil tersebut seperti memiliki pemikiran masing-masing.


Ya, Lian Zheng mencoba memasukan batin jiwanya pada butiran kecil itu, kemudian ia berencana untuk memasukkan nya ke dalam tubuh Min Yu setelah itu butiran kecil tersebut akan Lian Zheng jadikan sebagai pendorong di dalam dantian Min Yu.


Lian Zheng pun mencoba hal tersebut, ia memasukan butiran kecil yang ia buat kedalam mulut Min Yu, setelah itu ia duduk bersila, mencoba mengendalikan butiran kecil api Phoenix yang tadi ia masukkan dan berhasil.


Lian Zheng memasuki dantian milik Min Yu, disana Lian Zheng melihat terdapat gumpalan hitam yang sedang menyumbat Qi yang masuk ke dalam tubuh Min Yu, dan juga gumpalan hitam tersebut memberhentikan syaraf-syaraf yang sedang bekerja aktif didalam tubuh Min Yu.


Pemuda itu cukup terkejut saat melihat dantian milik Min Yu dimana terdapat 10 bola berwarna warni memutari bola api.


Lian Zheng pun memulai pengobatannya, ia memerintah butiran kecil tersebut menghapuskan gumpalan hitam yang menyumbat dantian dan syaraf Min Yu, namun hasilnya Lian Zheng dibuat lelah, sekarang penampakan luar, kepala Lian Zheng keluar urat-urat kecil seperti orang yang berpikir keras.


Padahal Lian Zheng sudah mendorong dengan ratusan butiran kecil ke gumpalan hitam tersebut namun gumpalan hitam tersebut tidak bergeming sedikit pun bahkan tidak ada perubahan, Lian Zheng tidak tau gumpalan hitam itu apa, ia pikir sebelumnya ialah racun namun setelah ia beri pengobatan beberapa kali tapi tidak ada reaksi sekalipun.

__ADS_1


Lian Zheng pun menarik kembali kesadarannya, kemudian ia membuat butiran kecil seperti tadi namun sekarang Lian Zheng membuat ribuan butiran kecil dan memasukan ke mulut Min Yu dengan perlahan, lalu memasukkan kesadarannya lagi pada butiran kecil tersebut.


Lian Zheng melihat jika gumpalan hitam tersebut seperti menyedot Qi milik Min Yu, semakin lama gumpalan hitam tersebut semakin membesar, Lian Zheng pun cukup panik kemudian ia memerintahkan ribuan butiran kecil api Phoenix tersebut untuk mendorong, hal itu pun sedikit Lian Zheng senang karena ada pergeseran pada gumpalan hitam tersebut.


Diluar penampakan wajah Min Yu sedikit kusut dan ada pergerakan dijarinya, ia seperti kesakitan namun tidak bisa bangun seperti halnya orang koma.


***


Lian Zheng sudah membuat ratusan ribu butiran kecil api Phoenix, dan memasukan kedalam mulut Min Yu secara perlahan, kemudian ia mendorong gumpalan hitam itu dengan ratusan butiran kecil yang ia buat.


'Bang!'


Akhirnya setelah 2 jam Lian Zheng berhasil mendorong gumpalan hitam kecil tersebut dan menghancurkannya, kemudian Lian Zheng menarik ratusan butiran kecil tersebut, secara perlahan semua butiran kecil api Phoenix keluar dari mulut Min Yu dan membentuk sebuah inti api Phoenix dan masuk kedalam tubuh Lian Zheng.


Lian Zheng kemudian ke halaman belakang rumahnya dan bersender ke batang pohon.


"Guru mengapa kau menipuku..." ujar Lian Zheng yang sangat terdengar lelah.


Lian Zheng sudah dibuat kerja keras dengan hal tadi alhasil tenaganya pun sangat banyak terkuras, saat pertengahan tadi ia mencoba berhenti namun dirinya terus memaksa dan hasilnya pun membuat Lian Zheng bernafas lega.


"Aku tidak mencoba menipu mu, namun aku mencoba membangkitkan semangat mu lagi nak, aku tau saat aku tertidur kau mengeluh setiap harinya, namun dibalik ini semua percayalah hasilnya akan besar, seperti hal tadi kau sudah berjuang keras dan hasilnya memuaskan bukan?"


Lian Zheng tertegun sebentar lalu membenarkan perkataan gurunya itu.

__ADS_1


"Ya, kau benar guru..."


Lian Zheng menunduk lebih dalam, ia benar-benar sedih dalam hal yang menimpanya yaitu rasa tanggung jawab yang besar.


"Aku lelah guru, bisakah takdir merubahnya? memang didunia ini kekuatan segalanya namun sekarang aku butuh ketenangan..."


"Ya, itulah kekuatan bisa membuat mu puas dan juga bisa membuatmu kecewa dan lelah, kau tau dulu? aku juga pernah seperti ini, namun yang membuatku semangat lagi ialah orang terdekat, dengan itu tekad mu akan bangkit. coba kau pikirkan jika orang terdekat mu itu tersiksa, atau sebagainya lalu kau mau buat apa menolong? tanpa kekuatan? apa kau yakin bisa?"


Lian Zheng menggelengkan kepalanya.


"Maka dari itu orang lemah akan tertindas dan orang kuat akan selalu menjadi penguasa, dan di dunia ini, hukum itu sangat berlaku, ingatlah jangan menyerah sebelum mencoba!"


Lian Zheng seperti mendapat guyuran air yang sangat dingin membuatnya tersadar, ia sudah dipenuhi oleh rasa kecewa dan putus asa, dirinya melupakan jika ada orang yang berteriak minta tolong diluaran sana dan sini.


Kemudian ia berdiri dan berkata, "Baiklah, semangat!"


...****************...


See you in the next chapter


Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.


Semangat juga untuk para readers yang diluaran sana nih, jangan putus asa ya! Fighting đŸ’Ș

__ADS_1


__ADS_2