Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-96. Balas Dendam


__ADS_3

Saat hendak Lian Zheng mengeluarkan kekuatannya ia terpaksa berhenti karena suara Pecahan Jiwa merenung di otaknya.


"Tunggu, jangan bertindak gegabah, apa kau tidak bisa merasakan ada hawa pembunuh samar-samar?"


Lian Zheng sedikit terkejut dengan pernyataan dari Pecahan Jiwa, jika benar berarti disini ada yang mencoba berkhianat namun ia tidak bisa langsung menuduh pemilik hawa pembunuh tersebut.


Lian Zheng hanya melihat samar-samar hawa pembunuh dari balik jendela yang besar, ia juga merasakan jika ada hawa pembunuh yang keluar dari tubuh seseorang yang tadi menantang Lian Zheng.


"Jika tidak bisa buktikan keluarlah! seorang pembohong harus dihukum!" ucap yang tadi menantang Lian Zheng.


Seseorang tersebut ialah pria berkisaran umur 50 tahun, ia ialah Han Long, seseorang panglima dari pasukan keluarga Han, mempunyai kekuatan yang cukup besar, di cap sebagai 20 orang terkuat dikekaisarannya.


Mempunyai anak yang jenius, berbakat dan juga tampan, sekarang Han Long benar-benar puas dengan perkataannya yang dilontarkan pada Lian Zheng.


'Sepertinya ia mempunyai niat yang jahat, aku tidak bisa ikut campur dalam urusan keluarga ini-!' batin Lian Zheng.


"Jika kau tidak bisa mengeluarkan kekuatan, keluarlah dari ruangan ini nak, tidak usah ikut campur dalam keluarga ini, fokus kan lah kekuatan mu untuk sekarang ini-!" ucap Pecahan Jiwa.


Lian Zheng benar-benar bingung, setelah itu ia pamit undur diri membuat semua orang diruangan itu semakin menjadi-jadi, kecuali tuan putri, pengawalnya dan Han Zilong mereka menatap Lian Zheng dengan penuh kebingungan.


Lian Zheng keluar dari ruangan tersebut, namun saat melewati pintu besar ia dikejutkan dengan penjaga pintu diluar yang berserakan di lantai dan ia juga dikejutkan dengan energi kekuatan yang besar mengarah padanya.


Lian Zheng dengan sigap menghalang nya, pemuda itu membentuk dinding es.

__ADS_1


'Bummm!'


Ledakan di pintu luar membuat semua orang keluar dari ruang makanan, mereka semua dikejutkan oleh Lian Zheng dan sekelompok berbaju yang sama dengan bandit yang menyerang rombongan tuan putri sebelumnya.


'Sepertinya mereka balas dendam...' batin Lian Zheng.


Masing-masing kekuatan dari bandit itu lebih besar dari sebelumnya yaitu Dewa Ungu dan ada juga beberapa di tahap Dewa Merah, Lian Zheng benar-benar tidak habis fikir dengan para penjahat di Nirwana Agung ini.


Sepertinya jika dari anggota mereka ada yang mati, sepertinya mereka tidak akan melepaskan pelakunya begitu saja.


"Kalian mundur lah!" ujar Lian Zheng.


Semua orang menurutinya karena mereka tidak bisa melawan para bandit itu, mereka merasakan hawa pembunuh yang pekat keluar dari setiap tubuh para bandit itu.


Lian Zheng langsung melesat maju tanpa pikir panjang, sebenarnya ia juga ingin mengeluarkan kekuatannya tadi namun saat itu waktunya tidak pas, dan sekarang waktunya ia beraksi.


Lian Zheng menciptakan pedang dengan energi pedang nya, keluarlah aura pedang tahap terakhir yaitu emas, saat Lian Zheng sudah menyatu dengan energi Surya Biru ia mengalami kenaikan kekuatan pedang dengan drastis, membuat Lian Zheng saat itu terpukau.


Sekarang semua orang mempercayainya karena Lian Zheng bisa menciptakan aura pedang emas yang dimana seseorang tersebut membutuhkan ratusan sampai ribuan tahun lamanya untuk mencapai aura pedang tikar emas itu.


Para bandit pun memulai juga aksinya, mereka mengeluarkan pedang nya masing-masing dari sarungnya.


"Dasar kedua-Asap Ilusi!"

__ADS_1


Terlihat asap hitam menyebar keruangan itu, para bandit sebelumnya yang berlari menjadi terdiam, mereka yang terkena dampak tersebut melihat monster keluar dari asap tersebut.


Namun asap tersebut bisa dikontrol oleh Lian Zheng jadi Lian Zheng tidak mengenai keluarga Han, pemuda itu hanya melihat beberapa bandit berteriak ketakutan.


Saat dampak itu selesai, para bandit yang terkena matanya mulai berubah menjadi putih tanpa setitik hitam dari bola mata tersebut dan mereka langsung membunuh diri sendiri dengan cara memenggal kepalanya.


Para bandit pun hanya bergidik ngeri, namun mereka segera menghalau, untuk yang tahap Dewa Ungu sendiri mereka memulai dahulu aksinya.


Mereka hanya fokus pada Lian Zheng, mereka pikir jika Lian Zheng hanya mengandalkan teknik hebatnya saja tidak dengan kekuatannya.


Memang Lian Zheng lebih tepatnya mau mengasah kembali jurus dan tekniknya agar ia tidak pernah meleset saat menggunakan jurusnya.


Lian Zheng membuka kakinya menyerupai kuda-kuda kuat.


"Tebasan Pembelah Hati!"


Seketika semua bandit bertingkat Dewa Ungu jatuh dengan secara bersamaan, dan mengeluarkan darah segar di mulutnya masing-masing.


Sepertinya Lian Zheng berhasil membelah hati dari para bandit itu dengan secara bersamaan, sebenarnya ia juga terkejut karena dampaknya seperti ini, padahal pada saat itu ia berlatih jurus ini mengakibatkan gelombang energi.


...****************...


See you in the next chapter.

__ADS_1


Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.


__ADS_2