
2 Menit sebelumnya
"Tuan muda, lebih baik kita beristirahat dulu..."
"Baiklah, kita kesana saja."
Seseorang yang disebut tuan muda menunjuk penginapan yang Lian Zheng tempati, setelah memasuki penginapan pengawal pribadi tuan muda tersebut maju.
"Keluarlah, penginapan ini sudah disewa sepenuhnya!" orang tersebut menggunakan tenaga dalam sehingga Lian Zheng yang tadinya hendak memasuki kamarnya pun berhenti.
"Bukankah itu tuan muda Long?"
"Ya, aku dengar mereka hendak ke istana kekaisaran Nam dan ingin melakukan perjodohan, aku dengar mereka mendapatkan bantuan dari keluarga Han dari kekaisaran Jiang, sehingga bisa menjadi keluarga bangsawan kelas 2..."
"Yasudah kita keluar saja, aku tidak ingin terlibat dalam keluarga bangsawan..."
Semua orang pun keluar dari penginapan Rui, tentunya mereka tidak ingin berhadapan dengan keluarga bangsawan.
Disisi lain, Lian Zheng menyuruh Min Yu untuk masuk ke kamarnya terlebih dahulu, Lian Zheng pun turun kelantai bawah, ia melihat jika semua orang sudah sepenuhnya keluar dari penginapan Rui, sampai akhirnya pemuda itu bertatapan dengan tuan muda Long.
Lian Zheng segera membalikkan badannya dan hendak ke kamarnya lagi namun tiba-tiba dari arah belakang tangan yang besar menepuk pundaknya.
"Hei, keluarlah dari penginapan ini, apa kau tidak dengar tadi?"
Lian Zheng memutar bola malas lalu melepaskan cengkraman tangan orang tersebut membuat pengawal pribadi tuan Long geram dengan sikap Lian Zheng.
"Kurang ajar!"
Pengawal pribadi melayangkan pukulan namun dengan mudah di tangkap oleh Lian Zheng dan pemuda itu mendorong dengan keras sehingga membuat pengawal pribadi itu termundur beberapa meter.
"Apa kau tidak takut dengan keluarga Long!" ujar pengawal pribadi tuan muda Long yang bernama Feng Li Lie.
Tuan muda Long pun geram dengan sikap Lian Zheng seolah ia tidak takut dengan ancaman tersebut.
__ADS_1
Feng Li Lie malayangkan pukulan dengan bertubi-tubi namun dengan mudah Lian Zheng menangkisnya dan menghindar, Lian Zheng tidak ingin membuat kerusakan di penginapan ini.
Merasa jika pukulannya hanya sia-sia terhadap Lian Zheng, Feng Li Lie mengeluarkan pedang besarnya yang terdapat di punggungnya, pedang besar dan panjang itu terbalut dengan kain putih.
Feng Li Lie melepaskan kain pedangnya, lalu mengayunkan pedangnya dengan kuat ke arah Lian Zheng.
"Dasar Ketiga-Baja Dewa Langit!" gumam Lian Zheng.
Perisai tak kasat mata menyelimuti seluruh tubuh Lian Zheng saat pedang Feng Li Lie mengenai badan Lian Zheng, pedang tersebut hancur berkeping-keping.
"Ti-tidak mungkin, pedang ku..."
Lian Zheng hanya tersenyum tipis, kemudian ia mengeluarkan aura pembunuh yang sangat kuat membuat rombongan tuan muda Long berlutut, begitu pula dengan pelayan penginapan.
Lian Zheng langsung melepaskan dan berjalan santai menaiki tangga.
"Keluarga Long akan membalasnya nanti-! lihat saja ajal mu sudah dekat!" teriak tuan muda Long, ia tidak terima dengan perlakuan Lian Zheng.
***
"Tuan muda sebaiknya kita ke cabang keluarga Long, dengan ini kita akan membalas dengan mudah, apalagi jika kita meminta bantuan pada keluarga Han."
Tuan muda Long itu hanya mengangguk setuju, kemudian mereka bertujuan untuk ke tempat keluarga Long, walaupun begitu kuda yang mereka tunggangi tampak lelah karena sudah dua hari mereka berjalan tanpa henti.
Ke esokan harinya, Lian Zheng sudah bersiap-siap ke ruangan Min Yu, pemuda itu berniat untuk berjalan-jalan sebentar, sekalian mereka akan mencari tempat berlatih nantinya.
Setelah Min Yu keluar dari kamarnya, Lian Zheng pun memberitahu tujuannya, Min Yu hanya mengangguk.
Keluar dari penginapan, Lian Zheng disambut dengan ramainya orang berlalu lalang, kemudian ia menarik tangan Min Yu dan membawanya ke pasar, disana terdapat banyak barang berbeda di kekaisaran Jiang.
Lian Zheng pun akhirnya menemui pedagang yang sedang ramai, tampaknya mereka menjual barang kultivator sehingga menarik perhatian, didalam Cincin Samudra Langit, batu yang diberi Rian Ye bersinar terang.
"Anak muda, sepertinya batu yang diberi oleh teman mu itu bersinar terang." ujar Pecahan Jiwa dengan nada khas baru bangun tidur.
__ADS_1
Lian Zheng pun mengeluarkan batu yang diberi oleh Rian Ye, benar saja batu tersebut mengeluarkan sinar kuning didalamnya dengan segera ia menutup batu tersebut agar tidak ada yang menarik perhatian padanya.
"Sepertinya batu itu ada kaitannya dengan batu besar lonjong itu..." ujar Pecahan Jiwa
Lian Zheng pun menyisir pandangan, sampai ia melihat batu lonjong berbentuk telur di samping pedagang tersebut.
"Tuan apa batu itu dijual?"
"Eh, ada apa dengan batu ini, dan juga aku tidak akan menjualnya, karena ini batu keberuntungan ku."
"Jika aku membeli dengan 200 koin emas bagaimana?"
"Maaf tidak bisa." tolak pedagang tersebut seraya melayani yang lainnya.
"Emm 500?" tawar Lian Zheng.
Semua orang yang ada di sekitar Lian Zheng langsung menoleh ke arah Lian Zheng, untuk apa batu tersebut dibeli sedangkan tidak ada yang menarik, pikir mereka.
"Tidak..."
"1000 koin emas."
"Baiklah."
Pedagang itu hanya tersenyum kemenangan, sepertinya dirinya beruntung karena batu tersebut ia temui di sungai saat itu, dan ia selalu bawa karena membawa keberuntungan padanya.
Lian Zheng menerimanya dan menaruh pada cincin Samudra Langit, kemudian ia menarik tangan Min Yu, Min Yu pun juga heran pada Lian Zheng, namun ia hanya menggeleng kepala nya dengan pelan.
...****************...
See you in the next chapter
Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.
__ADS_1