Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-2. Teka-teki


__ADS_3

Koji Cen menatap batu emas tersebut dan ia sudah mengetahui


kalau di depannya ialah kitab tanpa tanding yang dimaksud oleh para leluhurnya.


Tanpa pikir panjang Koji Cen yang sudah mengetahui kalau kitab didepannya itu ialah kitab tanpa tanding ia langsung mengambil kitab tersebut namun ia dibuat heran karena kitab tersebut tidak bisa diambil olehnya.


Sudah berkali-kali ia mencoba untuk mengambil kitab tanpa


tanding tersebut tetapi tidak bergerak sekalipun.


'Kenapa kitab ini tidak bisa diambil?' batin koji cen


Ternyata aksara yang ia baca masih ada kelanjutannya


dibawahnya tetapi Koji Cen belum menyadarinya. sementara puncak tersebut gempa ringan dengan waktu yang lebih lama dari sebelumnya, sekitar 1 menit puncak Darah gempa.


Disisi lain jauh dari puncak tersebut di sebelah utara ada


desa yang bernama vengse, desa tersebut agak besar tetapi tidak tergolong sebuah kota.


Desa tersebut banyak pen jual-beli ada yang menjual makan


sampai perlengkapan untuk pendekar. sementara pendekar yang hendak membeli sesuatu perlengkapan yang ia butuh kan, ia merasakan gempa yang cukup lama.


"Gempa!! gempa!!" ucap pendekar


"Anak ku berlindung bersama ibu sini-!" ucap


penjual yang berteriak ke pada anaknya yang sedang bermain.


Setelah selesai gempa tersebut para penduduk desa lega

__ADS_1


tetapi ada orang yang dibuat penasaran dari mana asal gempa itu.


"Dari mana penyebabnya gempa tersebut?" ucap


penduduk desa


"Iya, darimana ya gempa itu?" ucap penduduk desa


yang lainnya


"Sudahlah, yang penting sudah berakhir." ucap


pendekar


Di sisi lain, Koji Cen sedang berusaha mengambil kitab tanpa


tanding tersebut setelah berkali-kali, ia memikir dan mengamati sekitar ruangan emas tersebut tetapi tidak ada tanda-tanda petunjuk dari ruangan tersebut.


Seketika Koji Cen membaca aksara kuno dan ia pun dibuat


Petunjuk itu mengatakan,


'Ambil 2 keping emas untuk kunci dari batu ini jika kau


menginginkannya kitab tersebut lewati tantangan ini dahulu'.


Yang dimaksud tantangan tersebut ialah ia harus jalan dari


atas yang dibawahnya ada ratusan kalajengking bermata empat.


Setelah dipikir-pikir, Koji Cen bingung ia melewati jalan

__ADS_1


yang mana sedangkan cuma ada jalan 1 setapak lurus yang sebelumnya ia lewati.


Tidak disangka lagi dan lagi ternyata ada aksara kuno dengan


memakai huruf umum yang diketahui oleh koji cen.


Tetapi walaupun huruf dari aksara kuno tersebut sama dari


umumnya tetapi koji cen bingung karena tidak ada arti dari aksara kuno


tersebut.


Koji cen pun membaca aksara kuno terbuat dengan tulisan


seperti ini,


"Weile tiantang, chuangzaole heping" ucap koji cen


dengan meng heja aksara kuno tersebut.


Seketika setelah koji cen membacanya keluar lah jalanan


setapak lurus yang amat sedikit untuk menginjaknya bisa diperkirakan cuma 7 cm. tetapi koji cen tidak mau ambil marabahaya karena tidak logis untuk mengikuti tantangan tersebut ia pun melangkah keluar.


Sebelum melangkah keluar, puncak Darah mengalami gempa lagi


yang membuat nya ketakutan jika di dalamnya, berarti siapa sudah ikut dalam tantangan tersebut tidak boleh keluar sebelum menyelesaikan nya.


Koji Cen pun mengerti arti dari gempa tersebut, ia sampai


berkeringat dingin detak jantung yang tidak beraturan bagai mana tidak ia harus melewati tantangan yang tidak logis tersebut.

__ADS_1


...****************...


Hello readers semoga pada suka ya dengan tulisan saya, ini chapter 2 sudah di remake, tinggal para readers koreksi aja jika ada yang kurang pas atau kesalan dalam kata mohon komen saja ya!


__ADS_2