
Ke esokan harinya, Lian Zheng dan lainnya sedang menyantap makanan yang sempat Lian Zheng beli, setelah usai makan, sesuai janji Lian Zheng, pemuda itu akan mempelajari jurus pada Min Yu.
Mereka bertiga pun ke halaman belakang, halaman belakang rumah dipenuhi dengan rumput hijau nan subur.
"Baiklah siapkan kuda-kuda!"
Min Yu dan Ji Chen langsung bersigap kuda-kuda, detik demi detik Lian Zheng dan lainnya lewati dengan latihan, Lian Zheng rasa Min Yu cukup lihai dalam pengamatan karena gadis itu sangat cepat tangkap, seperti halnya Lian Zheng mencontoh dalam satu gerakan, gadis itu pun bisa menirukan dengan sempurna bahkan tanpa mengulang-ulang.
Lian Zheng pun fokuskan dengan 1 jurus pada Min Yu sesuai dengan perintah Pecahan Jiwa, Min Yu diajarkan jurus yang bernama 'Tarian Mawar Kematian' jurus tersebut biasa dipakai oleh seseorang perempuan yang sangat legenda, perempuan tersebut ialah Dewi Perang, seseorang perempuan yang mempunyai kekuatan unik dan sangat kuat. namun sekarang, Dewi Perang dinyatakan menghilang dari tanah Kultivator.
Saat Min Yu sudah difokuskan dengan satu jurus, pemuda itu beralih pada Ji Chen yang sedang bekerja keras membuat Array Formasi. Ahli Formasi ini ialah profesi yang sangat jarang ditemukan seperti halnya dengan alkemis, semua orang jarang yang berminat dengan profesi tersebut itu dikarenakan sangat sulit dipelajarinya, namun seorang alkemis atau Ahli Formasi sangat dihormati dimana pun berada.
"Fokus pada titik yang sama!" Lian Zheng melihat Ji Chen sedikit salah dalam setiap gerakannya.
Anak kecil itu kembali fokus, dirinya memang memikirkan sesuatu namun ketika ia mendengarkan pamannya ia langsung kembali fokus.
Setelah hari menunjukan sore, Ji Chen dan Min Yu diminta oleh Lian Zheng beristirahat terlebih dahulu, setelah beberapa menit Lian Zheng memanggil Min Yu, pemuda itu meminta mengeluarkan jurus yang tadi ia pelajari pada Lian Zheng.
Min Yu pun mengerti, ia menggerakkan tangannya, setiap gerakannya Min Yu terlihat seperti menari di udara, gerakannya tidak ada yang terputus-putus.
__ADS_1
"Tarian Mawar Kematian!"
Bayangan mawar keluar dari belakang Min Yu dan meluncur ke arah Lian Zheng.
'Wusshhh!'
'Duaarrr!'
Ledakan ditempat Lian Zheng berdiri, diatas ledakan tersebut terdapat serbuk mawar bertebaran, disisi lain, Min Yu sangat lelah karena jurus tersebut membuatnya mengeluarkan tenaga yang cukup besar baginya.
Saat asap itu menghilang, Lian Zheng cukup terluka namun tidak parah, ternyata jurus 'Tarian Mawar Kematian' sangat kuat, padahal Lian Zheng cukup percaya diri dengan melapisi Qi diseluruh badannya namun efek jurus yang dikeluarkan Min Yu dengan mudah menghancurkannya, untung saja Lian Zheng tepat waktu untuk menghindar walaupun ia terkena sedikit.
Lian Zheng meminta pada Ji Chen untuk membuat Array Formasi yang tadi dan disatukan dengan element petirnya, Ji Chen pun mengangguk kemudian ia membuat Array Formasi.
Sedikit perkembangan dari sebelumnya Ji Chen sudah bisa membuat Array Formasi yang tebal dan besar, setelah itu Ji Chen mengalirkan element petirnya pada Array Formasi, petir-petir kecil menyambar tanah di kurungan Array Formasi.
Lian Zheng pun cukup terkesan kagum pada mereka berdua, setelah itu matahari mulai terbenam, Ji Chen dan Min Yu di suruh untuk kembali terlebih dahulu oleh Lian Zheng, pemuda itu sendiri tetap dihalaman belakang, sekarang waktunya berlatih. pemuda itu mengerahkan jurus-jurus nya setiap detik ia selalu teringat pada kakek angkatnya, sedikit khawatir ia jauh dari kakek angkatnya, padahal dirinya ingin selalu dekat pada kakek angkatnya namun takdir memisahkan mereka sementara.
***
__ADS_1
"Dibagian mana?"
"Arah barat ketua, saat itu aku melihatnya bersama seorang pemuda dan anak kecil..."
'Apa Permaisuri sudah menikah?' batin seseorang pria sepuh.
15 Siluet merah terbang dengan cepat ke arah barat, mereka tiba di Nirwana Agung dari arah Selatan, dan itu juga sangat jauh dari lokasi tujuan mereka, namun mereka tidak mempermasalahkan nya karena juga mereka cukup kuat untuk berterbangan selama seminggu penuh.
Setiap jalan yang mereka lewati, udara selalu bertiap kencang membuat dibawah mereka berhembus dan angin dingin menyerbunya, bahkan desa yang mereka lewati mengalami angin topan kecil, akan tetapi 15 Siluet merah itu tidak merasakan dingin, disetiap tubuh mereka dilapisi oleh perisai merah membuat kehangatan diseluruh tubuh.
Setelah terbang selama 1 hari penuh, akhirnya mereka sampai pada tujuan, mereka berhenti di atas salah satu rumah yang besar, di halaman belakangnya terdapat pemuda yang sedang berlatih.
"Kenapa aku merasakan darah Binatang Tuhan?" gumam pria sepuh tersebut.
...****************...
See you in the next chapter
Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.
__ADS_1