Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-170. God's Dantian


__ADS_3

Beberapa saat Lian Zheng pun tersadar, dari pada melamun tidak jelas lebih baik selesai kan masalah ini dahulu sebelum terlambat pikir Lian Zheng.


Yang dialami Lian Zheng setelah disambar petir merah ialah luka dalam yang sangat parah, ia berusaha untuk tidak menimbulkan beberapa tanda jika ia sedang sakit bahkan dirinya sampai rela menotok tubuhnya sendiri hanya untuk menahan rasa sakit itu.


Lian Zheng tahu jika yang ia lakukan akan menambahkan rasa sakit Yanga luar biasa namun ia tidak ada pilihan lain selain itu untuk sementara waktu, dan sekarang efek dari totokan Lian Zheng mulai menghilang secara perlahan membuat pemuda itu merasakan sakit yang luar biasa maka dari itu Lian Zheng berencana untuk menyembuhkannya terlebih dahulu.


"Uhuukk!" Lian Zheng memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya.


Ia pikir jika hukum di planet ini bisa mencukupi dan menopang kekuatan yang lebih besar dari tanah Kultivator, namun kenyataannya hanya sedikit saja lebih unggul dari tanah Kultivator membuat dirinya dihukum karena berlebihan.


Jadi tidak semua orang yang kuat atau Kultivator kuat sekalipun bisa menghabiskan atau mengeluarkan kekuatannya secara langsung karena itu akan mengakibatkan langit murka dan bisa menimbulkan hukum Alam Semesta seperti Lian Zheng alami, pemuda itu terkena Petir beberapa kali sampai datangnya Petir Merah yang konon sudah lama tidak keluar.


Setelah batuk itu, Lian Zheng menjauh dari Goa tempat tinggalnya itu, kemudian ia memulai pengobatan nya pada diri sendiri namun ada hal yang tidak diketahui oleh Lian Zheng yaitu Junhao, roh tersebut sekarang sedang berjuang keras untuk menahan dan mengobati luka dalam Lian Zheng, sebenarnya jika hanya di totok saja tidak cukup untuk membuat lama menahan rasa sakit maka dari itu Junhao rela mengeluarkan hampir semua kekuatannya pada Lian Zheng.


Junhao sekarang sedang dalam ambang kematian, roh nya mulai pudar dan efeknya pun mulai terasa ia seperti terlihat mengantuk, matanya mulai berkedip berkali-kali, konsentrasi nya tidak fokus. sebenarnya Junhao tidak bisa mati melainkan ia akan tidur namun membutuhkan waktu yang sangat lama untuk bangun dan terisi kembali kekuatannya.

__ADS_1


Junhao pun memberhentikan sejenak lalu ia kembali mengisi kekuatannya dan kembali mengobati Lian Zheng walaupun kekuatannya belum sepenuhnya terisi kembali.


Disisi Lian Zheng, pemuda itu mengeluarkan sumber daya nya, ia kembali meracik suatu obat yang pernah ia baca walaupun begitu bahan-bahan yang ia perlukan sangat terbatas bahkan ia mengganti bahan yang tidak ada menjadi bahan seadanya saja yang khasiatnya hampir sama.


Seraya membuat obat Lian Zheng tidak lepas dari batu berdarah, rasa sakit dari luka dalam itu semakin bertambah secara perlahan membuatnya batuk berdarah berkali-kali.


Beberapa jam kemudian, Lian Zheng berhasil membuat pil yang hampir sama dengan pil yang ia harapkan, sebelum itu ia kembali memurnikan pil nya itu agar tidak ada kotoran ataupun efek samping yang berlebihan.


Setelah merasa cukup ia menelan pil yang ia buat dan kembali bermeditasi untuk menetralkan pil didalam tubuhnya dan juga untuk memberi pengobatan secara dalam dantiannya bagaimana juga luka dalamnya itu dekat dengan dantiannya.


"Junhao berhenti jangan membahayakan diri-!" Lian Zheng mencoba menghentikan Junhao.


Junhao yang sedari ngantuk seraya mengobati Lian Zheng pun langsung terkejut ketika mendengar suara Tuannya itu, ia kemudian mengedarkan pandangannya dan melihat tuannya ia menunduk hormat secara perlahan.


"Saya akan berusaha sebaik mungkin tuan untuk mengobati luka tuan." ujar Junhao secara pelan.

__ADS_1


"Berhentilah dan isi kekuatan mu mulai sekarang kau tinggal dalam Cincin Samudra Langit-!" Lian Zheng langsung mengirim Junhao ke Cincin Samudra Langit dan memberi tahu Le Wu jika ada penghuni baru.


Lian Zheng pun menyatukan inti dari semua kekuatannya, kemudian ia membuatnya melayang dan bersatu ke satu inti, proses ini membutuhkan banyak waktu karena tidak mudah untuk menyatukan kekuatan besar sekaligus kedalam satu inti.


Saat selesai, Lian Zheng menghela napas yang panjang, napasnya terengah-engah ia berusaha mungkin untuk menyembunyikan hal ini bahkan dari gurunya pun.


"Baiklah mungkin sekarang efek pil yang ku buat tadi mulai menghilang , sekarang masalah ini, setelah itu semuanya pun selesai dan kembali normal namun aku harus kehilangan hampir semua kekuatan nya."


Setelah itu inti kekuatan dari semua kekuatannya itu mengeluarkan cahaya yang putih dan berubah menjadi asap yang cukup unik, asap itu pun langsung menyebar ke seluruh tubuh Lian Zheng tidak hanya mengobati luka yang semua Lian Zheng derita namun asap itu memperkuat tulang dan sebagainya.


Dan itu pun dantian yang berbeda jauh dari Kultivator yaitu berbentuk asap, Lian Zheng menyebutnya sebagai God's Dantian.


See you in the next chapter


Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.

__ADS_1


__ADS_2