
Dewa semesta bangun dari tempat duduknya dan berkata.
"Baiklah, Dewa lautan kamu jemput Rekranrasi dewa langit ke Kuil kuno, Secepat mungkin-!."
"Siap laksanakan yang mulia."
Semua dewa-dewi yang ada diruangan tersebut kembali ke tugas masing-masing.
***
"Kakek Zhang, Apa kau liat ada kakek-kakek disini?." tanya Koji Cen.
"Kakek-kakek? maksudmu aku?."
"Bukan..., Baiklah ayo kita lanjutkan." Ucap Koji Cen sambil berjalan penuh tanda tanya
Akhirnya mereka berdua melanjutkan perjalanannya.
Sudah 2 hari dari kota mading mereka menuju Sekte Gunung Petir.
"Koji Cen, apa kamu berniat mengikuti Seleksi Pemuda-pemudi?." tanya kakek Zhang Lian.
"Seleksi Pemuda-pemudi?." tanya Koji Cen.
"Ya, Itu untuk menjadi pilar Kekaisaran, hanya 20 tahun sekali seleksi Pemuda-pemudi itu diacara kan." Jawab kakek Zhang Lian.
"Oh... Begitu, Tapi bagaimana aku mengikutinya?." Tanya Koji Cen.
Kakek Zhang Lian menjelaskan dengan sabar dan teliti, ia juga bilang kepada Koji Cen jika seleksi Pemuda-pemudi itu jika berumur dibawah 25 tahun.
Tidak terasa dengan mereka berdua berbicara ini dan itu terlihat di depan tembok tinggi pertahanan dengan masing-masing sisinya ada penjaga.
"Tunjukan lencana-!." Ucap salah satu penjaga kepada Koji Cen.
"Kau tidak mau membukanya?." Tanya kakek Zhang Lian.
"Wakil Patriak..., Buka pintunya!."
Dengan prioritas kakek Zhang Lian mereka berdua masuk ke Sekte Gunung Petir. Karena sudah 10 tahun Sekte Gunung Petir tidak menerima tamu dari luar.
"Cen-cen kamu tunggu sini."
"Baik kek."
Banyak tatapan dari anggota Sekte Gunung Petir mengarah ke pemuda asing yang dibawa kakek Zhang Lian yaitu, Koji Cen.
Disisi lain, Kakek Zhang memasuki ruangan patriak dan berkata, "Aku tidak menyangka akhirnya selama 10 tahun kau pulang juga... "
__ADS_1
"Hahaha... Terima lah serangan ku-!."
"Kau ini... "
Patriak itu langsung melesatkan serangan ke arah kakek Zhang Lian dengan kelincahan menggunakan jarumnya, Patriak itu dengan mudah membuat kakek Zhang Lian jatuh berlutut.
Namun kakek Zhang Lian tidak menyerah sampai disitu ia memberhentikan pendarahan nya dengan tenaga dalam dan melesat ke arah patriak itu.
"Hahaha... Ternyata kau masih sama saja."
ucap patriak.
"Hmphh... "
Diluar ruangan patriak semua anggota termasuk Koji Cen mendengar terjadi duel seseorang, mereka semua langsung menuju ruangan patriak dan menonton pertarungan duel.
Koji Cen yang melihat itu ia langsung melotot dan bergumam, "Kakek Suxian bertarung dengan kakek Zhang? Ada apa ini... "
Akhirnya setelah 10 menit pertarungan duel itu berakhir dengan berimbang namun terlihat dari kakek Zhang Lian ia kehabisan tenaga sedangkan kakek Suxian ia tetap saja seperti keadaan prima dan semua anggota Sekte Gunung Petir bubar dari tontonannya kecuali Koji Cen. Memang pertarungan tersebut seperti dianggap salam pertemuan jadi semua anggota dari sekte Gunung Petir tidak terlalu menghiraukan nya.
Kakek Suxian yang melihat pemuda tidak asing yaitu, Koji Cen. ia langsung menghampiri Koji Cen dan memeluknya.
"Cen'er Masuklah... "
Dan di ruangan patriak itu hanya ada 3 orang yaitu kakek Suxian, Kakek Zhang Lian dan Koji Cen.
"Patriak, sepertinya aku harus keluar dari ruangan ini... " ucap kakek Zhang Lian.
Setelah kakek Zhang Lian keluar akhirnya mereka berdua mengobrol tentang Koji Cen menuju ke sekte Gunung Petir dan pelelangan.
"Oh ya..., Kek ini mungkin berguna untuk menghilangkan Racun Neraka Hitam itu."
"Dari mana kau mendengarnya?."
"Kakek Zhang."
"Sudah kuduga... "
Kakek Suxian pun meminum pil tersebut dan membantu proses untuk menghilangkan Racun Neraka Hitam tersebut.
Terlihat cairan hitam berbau busuk keluar dari pori-pori Kakek Suxian.
"Ini... Ini bagaimana bisa?." Ujar Kakek Suxian
Koji Cen hanya tersenyum melihat hal itu.
***
__ADS_1
Sesudah itu Koji Cen diberi ruang istirahat.
Koji Cen sendiri menjadi topik hangat dikalangan anggota Sekte Gunung Petir karena pemuda itu dinyatakan oleh patriak sendiri jika Koji Cen ialah cucu angkatnya dan juga Koji Cen bisa menyembuhkan luka Kakek Suxian.
Esok harinya, Pagi hari datang menyapa Koji Cen keluar dari ruang istirahat nya, ia sendiri ingin mengenal lebih jauh Sekte Gunung Petir.
Ketika Koji Cen melangkah keluar ruang istirahatnya terlihat seseorang pemuda yang seumurannya tersenyum ke arahnya.
Pemuda tersebut menghampiri Koji Cen dan berkata, "Kamu pasti cucu angkat dari patriak kami ya?."
Pemuda itu bertanya kepada Koji Cen tentang hal itu padahal dirinya sudah tahu namun dirinya ingin sekali dekat pada Koji Cen.
"Ya... "
"Baiklah, Apa sekarang yang ingin kamu lakukan, Oh ya, Siapa namamu?." Tanyanya
"Koji Cen." sambil menerima jabat tangan pada pemuda itu.
"Aku Chao Guo."
Koji Cen pun mengangguk dan berkata, "Aku ingin mengenal terlebih dahulu tentang Sekte Gunung Petir."
Chao Guo pun mengangguk mengerti, Ia kemudian mengajak dan menjelaskan dengan sabar dan rinci tentang Sekte Gunung Petir.
Koji Cen sekarang mengerti dengan watak pemuda yang bernama Chao Guo, Watak Chao Guo sendiri terbilang cerewet dan mudah bergaul.
"Nah itu, Asal kamu tahu, Dia itu murid jenius ke 3 tapi sikap nya terlalu dingin jadi tidak banyak yang berteman padanya." Ucap Chao Guo sambil menunjuk pemuda yang sedang berlatih di halaman belakang Sekte Gunung Petir.
"Nama pemuda itu Wen Lie, Dia itu keturunan bangsawan, Ayo aku tunjukan yang lainnya."
sambung Chao Guo.
Koji Cen pun mengangguk ia dengan teliti mendengar penjelasan yang keluar dari mulut Chao Guo.
Sampai akhirnya mereka berdua ke ruangan terakhir dari Sekte Gunung Petir terdapat sekumpulan gadis yang sedang berlatih pedang.
Sekumpulan gadis tersebut menoleh ke arah 2 pemuda yang sedang menatap nya.
"Ada apa Chao Guo dan siapa pemuda itu?."
Tanya salah satu seorang gadis.
"Tidak apa-apa, Aku dan saudara Koji Cen ini sedang mengelilingi Sekte Gunung Petir."
Jawab Chao Guo.
"Baiklah."
__ADS_1
...****************...
Jangan Lupa Vote, Like setiap Ch nya dan Rate bintang 5 nya😉👍.