
3 Minggu Kemudian
Seorang pemuda yang sedang berendam di kolam yang agak besar, Dengan air biru jernih dan mengeluarkan asap putih. Pemuda tersebut merasakan sensasi yang sangat nyaman dan sejuk saat berendam di kolam tersebut.
"Yang Mulia, Saatnya menemui Dewa Semesta."
Pemuda tersebut membuka matanya dan bergegas memakai pakaian untuk menemui Dewa Semesta. Saat membuka pintu keluar, Pemuda tersebut melihat serigala emas yang sedang menatap nya.
"Naiklah, Ada tugas baru untukmu."
Pemuda tersebut menaiki serigala emasnya, Lalu si serigala tersebut berlari kencang menembus angin, dengan berlari cepat si serigala emas dan penunggangnya sampai di istana megah dan berkilauan.
Serigala emas tersebut menundukkan badannya lalu pemuda tersebut turun dan menuju gerbang istana, Penjaga gerbang yang melihat seorang pemuda yang sangat dihormati di alamnya seketika ia memerintahkan bawahannya untuk membukakan gerbang.
"Salam hormat Kaisar." Ucap serempak para penjaga.
Ya, Pemuda tersebut ialah Lian Zheng, Dengan beberapa Minggu Lian Zheng mendapat kekuatan baru yaitu mendapatkan darah 1 binatang tuhan, Binatang tuhan tersebut ialah Qilin sang penyihir legenda.
Dengan adanya 3 darah binatang tuhan didirinya, Lian Zheng dapat menembus tingkatan aura pedangnya, Kini aura pedang milik pemuda tersebut ada di Aura Perak.
Bahkan sekarang tulang pemuda tersebut ada di tingkat Tulang Naga Permata, Dimana tulang tersebut termasuk tertinggi, Namun yang paling tertinggi di tingkatan tulang yaitu tulang Naga Tanpa Batas.
Kharisma yang dikeluarkan oleh Lian Zheng sangat menawan, Sebagaimana aura positif keluar dari Lian Zheng saat menatap mata pemuda tersebut, Bahkan para perempuan yang ada di alam dewa sangat terpesona oleh Lian Zheng.
Perubahannya sangat mencolok baik dalam kekuatan maupun fisik dan wajahnya, Sekarang pemuda tersebut menghadap Dewa Semesta yaitu sang penguasa di alam dewa.
'Bagaimana kabar kakek ya?' Batin Lian Zheng sambil berjalan menuju ruang tahta.
"Salam hormat pada Yang Mulia."
"Kaisar, Tolonglah kamu jangan panggil ku Yang Mulia, Aku sangat tidak pantas di hadapan kaisar." Ucap Dewa Semesta.
Lian Zheng hanya tersenyum kecil lalu menatap Dewa Semesta.
__ADS_1
"Oh ya, Aku ada tugas untuk mu, Dibagian barat akan adanya pertempuran, Disana ada anak buah dari Yanglu, Kekuatannya cukup kuat namun dengan melawan kaisar mungkin ia hanya sebutir debu saja." rayu Dewa Semesta.
Memang sekaran Lian Zheng sedang di tingkat suci, Sangat-sangat mustahil untuk pemuda berumur 18 tahun mempunyai kekuatan seperti itu, Dirinya juga sudah menerima Petir Kesengsaraan, Petir Kemusnahan, dan Petir Kebangkitan, Semua petir tersebut ialah ujian untuk memasuki tingkat Suci.
Pemuda tersebut berhasil menarik penjaga 9 surga, Saat itu penjaga 9 Surga memberikan rahmat pada Lian Zheng, Dimana hal tersebut sangat lah langka, Mungkin hanya beberapa orang yang terpilih untuk mendapatkan rahmat dari Penjaga 9 Surga.
Dan Yanglu ialah Raja Iblis yang kejam dan bertindak keji, Yanglu sendiri sedang merencanakan sesuatu yang amat sangat dinantikannya.
"Tugas kaisar, Tepatnya dibumi, Disana akan ada mengadakan kompetisi atau apalah, Aku menerima dari Dewa Takdir akan ada pertempuran di bumi, Dan sekarang semua dewa tidak bisa turun karena masing-masing punya tugas, dan sekarang kamulah yang akan meng tanggung jawabkan tugas ini, Kaisar." Ucap Dewa Semesta.
"Baik Yang Mulia." Ucap Lian Zheng.
"Huh Baiklah." Ucap Dewa Semesta yang pasrah dipanggil oleh Lian Zheng dengan sebutan 'Yang Mulia'.
***
"Kembalilah dengan selamat kaisar." Teriak Dewa Semsta dari kejauhan saat Lian Zheng ingin masuk ke portal.
Lian Zheng pun berbalik arah dan melambaikan tangannya lalu memasuki portal tersebut.
"Huh, Suasana yang sangat ku rindukan." Ucap Lian Zheng lalu memakai Topeng Giok.
Memang Lian Zheng diberitahu untuk memakai Topeng saat menjalankan tugas nya, Hal tersebut untuk menghindari dari permasalahan lebih lanjut.
Saat Lian Zheng berjalan disuatu desa yang sangat ramai, Lirikan mata tertuju pada Lian Zheng, Semua warga desa dapat melihat dari mata Lian Zheng jika pemuda tersebut sangat menawan, dan juga para warga merasakan aura yang sangat positif keluar dari pemuda tersebut.
Lian Zheng yang menyadari lirikan mata dari para warga dengan segera ia menuju ke arah hutan dan terbang secepat mungkin, Saat sekarang Lian Zheng sedang di Desa Yongmu, Desa tersebut terhubung oleh kota Mading.
Lian Zheng juga mendapatkan sesuatu dari Dewa Semesta, Dewa Semesta memberitahu jika yang ia berikan untuk melacak sesuatu, Hal tersebut juga untuk membantu Lian Zheng menjalankan tugasnya, Dengan adanya barang tersebut Lian Zheng mengetahui titik letak posisi tugasnya.
Lian Zheng juga tidak lupa untuk membawa Feng, Karena pada saat itu Feng bersikeras memaksa pada Lian Zheng untuk membawanya.
***
__ADS_1
"Hah tidak kusangka merepotkan juga kau Nomor 1, Hahaha." Ucap anak buah Yanglu yaitu Xieye.
Nomor 1 itu ialah Pilar Kekaisaran, Pilar Kekaisaran tersebut didapatkan oleh turnamen pemuda pada 20 tahun yang lalu, Ada juga Si Nomor 2 namun sekarang ia sedang menjalankan tugas yang lain.
"Banyak bac*t-!." Nomor 1 langsung melesat maju.
"Sepertinya kau ingin segera mati, Bajing*n." Ucap Xieye.
Saat ingin pedang berbenturan dengan pedang yang lainnya, Hal yang tak terduga terjadi didepan mata mereka berdua.
"Sepertinya aku terlambat." Ucap Lian Zheng sambil menangkis kedua pedang dengan tangan kosong.
Xieye dan Nomor 1 melotot tak percaya karena didepan mereka seorang pemuda memakai topeng sedang memegang ujung pedang mereka berdua dengan tangan kosong.
Lian Zheng pun menengok ke arah Nomor 1 lalu menatap pasukan yang sedang bertempur dengan hewan bertanduk 2 dengan kulit yang berwarna merah, Lalu pemuda tersebut menatap Xieye.
Sekarang Lian Zheng tau siapa kawan dan siapa lawan, Dengan segera Lian Zheng menghancurkan pedang yang ditangan Xieye laluembuat pedang dengan Aura Pedangnya.
"Ba-bagaimana mungkin." Gumam Nomor 1 yang melihat pedang ditangan Xieye hancur berkeping-keping dan melihat Pedang Perak muncul di tangan pemuda yang didepannya.
Sangat tidak mungkin menghancurkan pedang tingkat tinggi dengan sekali cengkraman tangan kosong, Namun sekarang terbukti jika tangan kosong bisa menghancurkan pedang dengan sekali cengkraman.
...****************...
**Sampai sini dulu ya, Bye-bye 👋.
Jangan lupa
Vote
Like
Rate bintang 5 nya😉**
__ADS_1