Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-120. Lian Zheng VS Gun Bai


__ADS_3

Lian Zheng kembali lagi menuju Gun Bai dan rombongannya, namun belum sampai sana tiba-tiba Lian Zheng terpental karena terkena bola api Feniks mengarah padanya.


"Cukup sandiwaranya, cepat ambil gadis itu!"


Gun Bai memerintahkan rombongannya menyebar sebagian berniat untuk mengambil Min Yu sebagian lagi mengarah pada Lian Zheng yang sedang membangkitkan dirinya.


Lian Zheng bangun dengan terbatuk-batuk, sedikit darah keluar dari mulutnya, kemudian ia menatap rombongan Gun Bai yang mengarah padanya lalu menatap sebagian yang mengarah ke rumahnya untuk mengambil Min Yu, dari awal Lian Zheng sudah curiga karena Gun Bai bersikap tidak demikian dengan Min Yu dan juga Lian Zheng diberi tahu oleh Pecahan Jiwa jika Gun Bai dari awal menemuinya ia merasakan Aura Pembunuh, Namun Lian Zheng tidak mengetahui itu akan tetapi ia percaya apa yang dikatakan oleh gurunya itu


"Dari awal aku sudah mencurigakan mu, dan ternyata benar! baiklah kalau begitu!" Lian Zheng mengeluarkan aura pembunuh yang kental seraya mengeluarkan Pedang Kematian.


Aura Pembunuh dan Aura Kematian milik Lian Zheng dan Pedang Kematian menyatu, membuat Gun Bai dan lainnya yang hendak menyerang Lian Zheng menjadi lemas, namun lagi-lagi Gun Bai mengeluarkan Aura Pembunuh dan Aura Feniksnya dan hasilnya bisa mengimbangi sedikit walaupun begitu Gun Bai masih merasa lemas.


Setelah melihat lawannya kesusahan, Lian Zheng pun puas lalu berlari kencang ke arah lawannya.


'Slasshh!'


Sekali tebasan 2 kepala terpotong oleh Pedang Kematian, gerakan yang sangat cepat dan lihai membuat Lian Zheng seperti angin berhembus kencang, bahkan pedangnya saat diayunkan hanya terlihat gelombang energi saja.


Gun Bai yang melihat itu langsung melotot, 2 orang yang ia rawat dari remaja tewas begitu saja, karena terpancing emosi.


Dewa Hitam


Dewa Putih


Dewa Legenda


Dewa Kuno


Dewa Hampa


Tahapan yang mengerikan, yang bisa membuat seseorang yang kultivasi nya di Grand Master akan pingsan seketika, Lian Zheng pun secara tidak langsung merasakan sesak nafas karena Aura yang dikeluarkan oleh Gun Bai.

__ADS_1


Lian Zheng berlutut dengan 1 kaki, lalu menatap Gun Bai dengan tatapan tajam, Lian Zheng melihat jika rombongan Gun Bai pingsan seketika karena ulah Gun Bai sendiri, bodoh memang Gun Bai tidak melihat situasi namun itu menguntungkan oleh Lian Zheng.


Lian Zheng sekuat mungkin berdiri, kemudian ia mengaktifkan darah Phoenix nya.


'Buumm!'


Cahaya merah keluar dari punggung Lian Zheng membentuk sayap kemudian beberapa saat sayap transparan tersebut diselimuti oleh api berbentuk bulu, saat sayap Phoenix milik Lian Zheng sempurna membentuk seketika rumput dan dedaunan yang disekitar Lian Zheng hangus dan menjadi abu.


Lian Zheng pun melihat dengan seksama, sayap yang membentang di kedua sisinya, berbentuk lebar dan sangat elegan untuk dilihat, Gun Bai pun juga sama, kemudian ia mengaktifkan darah Feniksnya namun berbeda Gun Bai langsung seutuhnya menjadi burung Feniks.


Akan tetapi besar sayap Feniks milik Gun Bai sedikit kecil dari sayap milik Lian Zheng.


Dewa Kuno


Dewa Hampa


Dewa Kekosongan


Dewa Surya


Tiba-tiba kultivasi Lian Zheng secara mendadak menaik secara cepat karena mengaktifkan darah Phoenix nya, padahal Lian Zheng tidak mengaktifkan secara penuh namun efeknya sangatlah besar bagi Lian Zheng.


"Baiklah!"


Lian Zheng melesat seraya mengepakkan sayapnya ke arah Gun Bai yang sedang melihatnya dilangit, Mereka berdua bertarung di atas langit membuat gelombang kejut berwarna merah diselimuti api menyebar tanpa mereka sadari.


Mereka berdua sudah lima menit bertarung di atas langit, bahkan mereka bertarung diatas awan hal tersebut membuat awan berubah warna menjadi merah api.


"Apa lagi ini, awan yang satu itu menjadi merah?"


"Hari ini benar-benar aneh namun menakutkan..."

__ADS_1


Para warga yang tidak jauh dari sana melihat awan berubah warna menjadi merah api saling menyimpulkan, mereka menatap langit dengan secara seksama sampai akhirnya bola api turun dari awan merah tersebut dan mengarah pada mereka membuat mereka berlarian untuk menghindar untung saja tidak ada korban berjatuhan atas hal tersebut.


Akhirnya mereka memutuskan untuk berlindung ke rumah masing-masing karena takut akan terulang kembali seperti hal tadi.


Tidak sampai disana lesatan api menyebar ke arah hutan, menyebar dan tidak terarah, disisi Lian Zheng, pemuda itu sudah mengeluarkan beberapa jurus sedikit lelah namun berbeda dengan Gun Bai, pria tua itu yang sudah berubah menjadi burung Feniks sudah sangat lelah bahkan terbangnya saja sudah tidak stabil.


Terdapat luka bakar di sayap Feniks milik Gun Bai, sekarang Gun Bai sudah sangat dikuras energinya oleh Lian Zheng, pemuda itu hanya mengeluarkan beberapa jurus apalagi semua jurusnya itu terkena sasaran, dan parahnya lagi saat Gun Bai melesatkan jurusnya Lian Zheng menghindar dengan cepat membuat Gun Bai frustasi dan lelah karena jurusnya sia-sia dan energinya terkuras.


"Baiklah jika begitu, matilah dengan tenang!" Lian Zheng mengepakkan sayapnya dengan cepat mengarah pada Gun Bai.


Gun Bai yang melihat itu membuat pelindung diseluruh tubuhnya dengan Api Feniks, namun tetap saja Lian Zheng melaju dengan cepat ke arah nya.


"Dia begitu naif, dia kira dengan pedang itu bisa menembus pelindung ku!" gumam Gun Bai.


Saat jarak mereka mendekat, Lian Zheng dengan segera menarik pedangnya dan menyimpannya, lalu memutar tubuhnya dengan cepat seraya membuat pedang dari api Phoenix nya, sekarang posisi Lian Zheng membelakangi Gun Bai, pemuda itu dengan cepat mengayunkan pedangnya.


'Sreets!'


Pedang api Phoenix menembus dengan mudah pelindung milik Gun Bai dan menusuk jantung Gun Bai, setelah itu pedang api Phoenix menghilang begitu saja sedangkan Gun Bai langsung jatuh dari atas langit.


Lian Zheng dengan cepat menyusul Gun Bai yang jatuh dalam keadaan sekarat saat mereka sudah di tanah Gun Bai berpesan.


"Ya anak muda, jagalah Permaisuri untuk bebas dari orang seperti ku ini!"


Lian Zheng tidak tau apa tujuan Gun Bai ia hanya mendengarkan Gun Bai berbicara padanya.


"Sebenarnya... aku hanya ingin men...jadikannya batu loncatan... agar aku bisa...menguasai kerajaan Phoenix nya, cepatlah selamatkan Permaisuri!"


Setelah itu Gun Bai menghembuskan nafas terakhir nya, Lian Zheng hanya menghela nafas kemudian ia menguburkan Gun Bai dengan secara layak, Lian Zheng tau jika Gun Bai itu ialah orang yang baik dan mempunyai posisi yang tinggi namun tetap saja semua orang menginginkan lebih dari itu dan hasilnya sia-sia, maka dari itu Lian Zheng menguburkan nya dengan layak.


...****************...

__ADS_1


Dukung selalu author ya, gratis kok cuma Like, Share dan juga rating, tapi kalau para readers Vote karya ini saya mengucapkan terimakasih, Peace ✌️


__ADS_2