Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-108. Kabur Dari Desa Deu Yu ( 2 )


__ADS_3

Saat asap mengepul itu menghilang, Lian Zheng itu sudah tidak ada di tempat, lawannya pun menjadi kebingungan, mereka berpaling wajah ke semua arah untuk menemukan Lian Zheng berada.


"Aakkhh..."


Satu persatu lengan dari kelima siluet tersebut terpotong, sebelumnya Lian Zheng menutup array perlindungan dengan sebuah cahaya agar Min Yu tidak melihat kejadian tersebut namun siapa sangka Min Yu dengan mudahnya melihat kejadian tersebut membuatnya lebih ketakutan dari sebelumnya.


Itu dikarenakan mata Feniks, mata Feniks tersebut membuat penggunanya seperti memiliki mata elang yang bisa melihat kejauhan namun mata Feniks mempunyai satu kelebihan yaitu bisa melihat tembus pandang walaupun tetutup dinding sekalipun.


Lian Zheng berteger di dahan pohon seraya melepaskan lesatan energi, namun setelah terpotong kejadian selanjutnya ialah lengan tersebut menumbuh sendirinya walaupun begitu kelima lawannya tersebut masih merasakan sakitnya.


"Apa mereka pemuja Iblis?" gumam Lian Zheng.


Salah satu cara mengalahkannya yaitu memenggal kepala atau menusuk organ jantung setelah itu membakarnya sampai abu, itu Lian Zheng tau karena sebelumnya ia pernah melawan yang sama seperti ini.


Lian Zheng melesat dengan cepat yang hanya bisa dilihat hanyalah sebuah terpaan angin, kemudian ia mengeluarkan Pedang Kematian, aura kematian yang sangat kuat menyebar dengan luas membuat kelima lawan tersebut sedikit terhambat pergerakannya.


Kelima lawannya itu menyadari Lian Zheng menuju ke arah mereka dan hendak membunuhnya, mereka semua mengerahkan seluruh tenaga nya untuk menciptakan dinding perlindungan, percuma mereka lari karena mereka merasakan tekanan kuat dari Lian Zheng dan juga pemuda itu sangat cepat dalam hal lari, pikir mereka.


Lian Zheng menarik sedikit sudut bibirnya, tatapan tajam membuatnya sangat garang terlebih ia membuat senyuman jahat seperti itu, saat jarak mendekat Lian Zheng melepaskan gelombang energi yang sangat kuat pada dinding perlindungan lawannya.


'Duaarr!'


Ledakan cukup besar terdengar, dinding perlindungan pun hancur, belum sampai disitu gelombang energi terus melaju ke arah lima lawannya itu, mereka pun dengan sigap menghindar.


Kembali lagi, Lian Zheng tidak memberikan waktu pada mereka untuk bernapas, Lian Zheng langsung melawannya dengan pedang Kematian, berat memang pedangnya namun hasilnya membuat Lian Zheng puas, dimana ia sudah berhasil membunuh 2 lawannya dengan cara memenggal kepalanya.


"Dia kuat sekali-! kau pergilah untuk mencari bala bantuan dan juga beritahu kepala desa..."

__ADS_1


"Tapi-"


"Cepat kita tidak mempunyai waktu yang lama dengan bertahan seperti ini-!"


Salah satu mereka pun mengangguk, lalu melarikan diri namun belum juga menghilang dari pandangan mata, ia pun tewas seketika karena terbelahnya kepala.


"Beraninya!!"


"Bocah tengik, rasakan pembalasan ini-!"


Mereka pun geram, mereka tidak akan membiarkan musuhnya yang sudah membunuh temannya.


"Siapa suruh boleh kabur?" tanya Lian Zheng.


Lian Zheng pun berlari pada mereka, dua lawan satu, Lian Zheng kalah jumlah namun kekuatannya malah bertambah kuat, karena ia sudah membunuh 3 lawannya yang di tingkat Dewa Hijau, dengan itu Lian Zheng secara otomatis menaik tahapan barunya, sedikit keluar cairan busuk keluar dari tubuhnya, namun Lian Zheng tidak menghiraukannya dan tetap melanjutkan aksinya.


'Trang!'


'Trang!'


'Slaass!'


Dua kepala terpotong sekaligus dalam satu ayunan pedang Kematian, setelah membunuh lawannya, Lian Zheng membakar mayat-mayat agar tidak menyebabkan penyakit.


Setelah itu pun Lian Zheng membawa kabur Min Yu dengan cepat karena ia menyadari ada yang bergerak ke arahnya, setelah jauh dari tempat sebelumnya Lian Zheng berisitirahat sebentar, lumayan menguras tenaga jika ia menggunakan pedang Kematian, karena selain pedang itu sangat kuat pasti jumlah tenaga untuk mengeluarkan kekuatannya juga sangat banyak, untung saja Lian Zheng mempunyai dantian yang luas dan bisa menampung Qi dengan jumlah banyak.


Setelah cukup berisitirahat Lian Zheng kembali membawa Min Yu yang masih ketakutan karena hal tadi, Lian Zheng juga cukup heran kenapa Min Yu bersikap seperti itu namun ia bisa menanyakannya nanti.

__ADS_1


Akhirnya Lian Zheng pun sampai di tempat tinggalnya yaitu goa, Lian Zheng sebenarnya sedikit bersalah karena menempatkan Min Yu di goa seperti ini, karena sebelumnya ia tinggal dirumah yang memiliki ranjang setidaknya nyaman namun sekarang Min Yu harus tidur dengan alas batu nantinya.


Itupun Lian Zheng membiarkan beradaptasi karena ia ingin menghilangkan kecemasan Min Yu sejak tadi, Lian Zheng pun keluar dari Goa.


"Feng!"


"Grroooaaarrr!"


"Ada apa, aku sedang asyik bermain dengan rubah mu itu, menggangu saja!"


"Hey, tenanglah, cobalah serap aura siluman ini bukannya menguntungkan untuk mu?"


Feng mencoba merasakan aura Siluman, ia pun terkejut karena sangat kuat aura silumannya, dengan wajah gembira ia menyerap aura siluman seiringnya itu tubuh Feng menjadi bertambah besar, ia terlihat seperti monster serigala bahkan Lian Zheng butuh mendongakkan kepalanya untuk melihat kepala Feng.


"Apakah ini wujud aslimu?"


"Tidak, ini baru setengah saja dari tubuh asliku." jawabnya seraya mengecilkan tubuhnya menjadi semula.


"Lalu kenapa berhenti?"


"Hey, aku ini punya batasan sama seperti mu jika aku terlalu banyak maka tubuhku akan meledak."


Lian Zheng hanya mengangguk, setelah itu Feng kembali menjadi tato dipergelangan tangan Lian Zheng dan memasuki cincin Samudra Langit.


"Sepertinya aku butuh mandi." gumam Lian Zheng.


Setelah berpamitan pada Min Yu untuk mandi sebentar, Lian Zheng pun ke sungai yang biasa ia pakai.

__ADS_1


__ADS_2