Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-65. Rubah Hitam


__ADS_3

ke esokan harinya ,Lian Zheng sudah bersiap-siap untuk menemui sang kakek, Junhao pun tidak membawa 1 barang pun karena tugasnya ialah untuk melindungi Lian Zheng saja, Lagian toh dia juga roh.


Saat membuka pintu tepat didepan pemuda tampan tersebut terdapat orang yang tidak asing baginya yaitu, Dewa Laut.


"Selamat pagi Yang Mulia, Selamat untuk kebangkitan semua darah Binatang Tuhannya dan juga masuknya tahapan baru." Ucap Dewa Laut sambil tersenyum kecil.


"Aih, Kemarin Dewa Semesta, Sekarang kamu yang memanggilku Yang Mulia." Lian Zheng menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Dewa Laut pun tersenyum canggung lalu ia bertanya, "Sekarang Kaisar hendak kemana?"


"Aku ingin kembali ke tempat asal ku." Jawabnya.


"Lalu?"


"Ya, aku ingin pulang."


Dewa Laut pun menghembus napas dengan kasar, Karena ia masih saja bertemu teman lamanya 1 bulan kini yang diharapkan akan lama namun ternyata sangat cepat.


Lian Zheng pun menunggangi Feng menuju istana Dewa Semesta dan di ikuti oleh Dewa Laut, Selama perjalanan Lian Zheng melihat-lihat pemandangan hutan yang indah.


Sesaat sampai Lian Zheng turun dari punggung Feng dan memasuki istana Dewa Semesta, dan pemuda itu disambut hangat oleh Dewa Semesta.


"Yang Mulia, Apa saya boleh pulang ketempat asal saya?" Izin Lian Zheng.


"Jika itu yang Kaisar mau, Saya memperbolehkan nya." Jawab Dewa Semesta.


Sebenarnya Dewa Semesta juga sama dengan Dewa Laut, Mereka berdua menampakkan wajah kekecewaan, Namun apa boleh buat jika itu kemauan Lian Zheng maka mereka tidak bisa menghalanginya.


Lian Zheng pun diantar keruangan portal, Disana sudah disiapkan portal yang terhubung ke bumi, Dengan bahan bakarnya yaitu batu roh tingkat tinggi maka terjamin akan sampai kebumi.


Lian Zheng pun pamit sebelum ia memasuki portal, Setelah ia memasuki portal yang pemuda itu lihat ialah sebuah hutan yang sangat gelap dan menyeramkan.


Namun pemuda itu tidak menunjukan ketakutan dalam dirinya, Ia justru berjalan santai sambil mengobrol dengan Junhao.


Srek... srek.. srek

__ADS_1


Bunyi semak-semak bergoyang, Pergerakan dari semak tersebut mengikuti jejak Lian Zheng jalani, Lian Zheng pun menyadari pergerakan tersebut namun ia menghiraukannya.


Sebenarnya Lian Zheng tau jika itu mungkin hewan buas atau siluman karena ia diberitahu oleh Junhao jika tidak ada aura manusia disekitarnya.


Saat hutan gelap gulita, Lian Zheng menyalakan api di tangannya, Sebenarnya Lian Zheng diberitahu oleh Pecahan Jiwa didalam dirinya untuk menyalakan api biasa.


Setelah itu Lian Zheng menyalakan api unggun di depannya untuk mengterangkan dan menghangatkan tubuhnya.


Pergerakan dari semak tersebut berhenti setelah melihat Lian Zheng beristirahat, Saat Lian Zheng menutup mata, Hal tidak terduga ialah asap hitam langsung meliputi di sekitar Lian Zheng.


Saat itu juga Lian Zheng terbangun dari duduknya dan segera memasang sikap waspada, Ia mencoba melirik kanan kiri untuk melihat siapa yang melakukannya.


Junhao pun tidak merasakan hawa kehidupan sama sekali, Kini mereka berdua kebingungan karena lawannya tidak menunjukan diri, Saat asap hitam pulang menipis.


Dengan terkejut ia melihat binatang aneh, Hewan seperti rubah memiliki kuping panjang dan berwarna hitam kecoklatan yang sedang berlutut di hadapan Lian Zheng.


"Binatang? Siluman?" Lian Zheng kebingungan karena tidak pernah melihat binatang yang didepannya tersebut.


"Ini Binatang Ilahi, ini Binatang mirip dengan Binatang tuhan Qilin sang penyihir." Ucap Junhao agak terkejut karena jarang sekali hewan seperti didepannya menampakkan diri.


"Tuan, Jika Binatang Tuhan dan Binatang Ilahi bisa berbicara, Karena Binatang Tuhan dan Binatang Ilahi dibuat berbeda oleh tuhan yaitu kecerdikan, Sebenarnya Siluman juga begitu namun jika siluman tersebut membutuhkan Ribuan tahun lamanya, seperti peliharaan tuan." Ucap Junhao.


Lian Zheng pun mengangguk lalu ia berjongkok untuk menyamai posisi binatang tersebut, Lian Zheng pun bertanya, "Kenapa?"


Jika benar yang dikatakan oleh Junhao maka binatang didepannya tersebut pasti menjawab pertanyaan Lian Zheng tersebut, Namun dari sekian detiknya tidak ada satu kata yang keluar dari mulut Binatang Ilahi tersebut.


Binatang Ilahi biasanya terbagi oleh beberapa ras, Jika didepan Lian Zheng tersebut ialah Ras rubah hitam yang dimana populasinya mulai punah karena banyaknya pemburu, sekawanan binatang buas atau siluman.


Ciri-ciri Rubah Hitam ialah tidak bisa terkena sinar matahari, dan ia juga bisa mengendalikan kekuatan ilusi dan formasi sihir, Namun butuh waktu lama dari ras Rubah Hitam untuk mempelajari formasi sihir.


Mungkin di depannya Lian Zheng masih berumur puluhan tahun.


"Yang Mulia Qilin." Ucap lirih dari Rubah Hitam tersebut.


Memang wajar jika ras Rubah Hitam memanggil Qilin dengan sebutan Yang Mulia, Karena pada masa jaman dahulu Ras Rubah Hitam tidak mempunyai kekuatan formasi sihir, Namun saat itu Qilin mengajari Ras Rubah Hitam untuk mempelajari formasi hitam dan akhirnya kekuatan tersebut menjadi turun temurun, Maka dari itu Qilin sangat terhormati di ras Rubah Hitam.

__ADS_1


"Bagaimana kau tau?" Tanya Lian Zheng.


Junhao menepuk dahinya secara pelan ia kemudian menjelaskan mungkin Rubah Hitam didepan nya merasakan darah Qilin yang mengalir di tubuh Lian Zheng, Lian Zheng pun mengangguk mengerti.


"Apa kamu yang mengikuti aku semenjak tadi?" Tanya Lian Zheng.


"Benar, Yang Mulia, Maafkan hamba karena sudah mengagetkan Yang Mulia." Jawabnya.


"Lalu ada tujuan apa, Sampai mengikuti aku?"


"Tolong bawa hamda dan teman-teman hamba pergi dari hutan ini ,Yang Mulia."


"Kenapa ingin keluar dari hutan ini?"


"Hamba dan teman-teman merasa terancam karena seringkali siluman menyerang kawasan kami." Jawabnya.


Lian Zheng pun sekilas melirik Junhao lalu manatap kembali Rubah Hitam didepannya, Junhao pun berkata jika Rubah Hitam dan teman-temannya bisa menempati di cincin Samudra Langit, dan juga mungkin Lian Zheng bisa ikatan kontrak darah seperti Feng.


"Baiklah, Tapi ada satu syarat." Ucap Lian Zheng.


"Hamba akan melakukannya." Jawabnya.


"Lalu dengan teman-teman mu apa sama sepertimu?" Tanya Lian Zheng.


"Hamba akan menyakinkan."


Mungkin posisi Rubah Hitam di depan Lian Zheng sangat berpengaruh di rasnya, Maka ia bisa merasakan darah Qilin yang mengalir dari tubuh Lian Zheng.


...****************...


Emm... kalau para readers kebingungan karena saya ga up kemarin itu karena jam istirahat saya ya, karena Author juga manusia bukan robot😁.


Oh ya kalau penjelasan tentang tingkatan baru di ch yang akan datang, Jadi tunggu aja ya~


Sekian terimakasih~

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE, LIKE DAN RATE BINTANG 5 NYA.


__ADS_2