Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-159. Tahap Kebangkitan Ji Chen ( 5 )


__ADS_3

Saat jarak roh Api dan Ji Chen sudah mulai dekat dengan tiba-tiba Ji Chen menghilang dari pandangan roh Api dan muncul tepat di belakang roh Api.


"Kena kau!" teriak Ji Chen seraya melepaskan serangannya.


Sebuah Array besar yang sudah di siapkan sebelumnya dilemparkan pada Roh Api.


'Buuumm!'


Setelah ledakan terjadi, Array Ji Chen masih terpasang dan melayang di atas kumpulan asap, Array itu dengan otomatis akan mengurung disekitar kumpulan asap dengan itu tidak akan kemungkinan jika roh Api masih selamat.


"Hehehe... serangan yang lumayan bocah! Ah! walaupun aku merasa nyeri..." tiba-tiba suara roh Api terdengar kembali.


Saat asap yang mengepul itu menghilang ternyata roh Api masih berdiri di tempat sebelumnya, kemudian setelah itu roh Api membuat tangannya diselimuti api yang besar setelah itu ia mengangkat tangan kanannya.


'Duaarr!'


Tangan roh Api meluncur seperti roket dan menabrak Array yang Ji Chen buat sebelumnya, dan alhasil Array Ji Chen hancur tanpa sisa.


"A-apa!" teriak Ji Chen.


Padahal Ji Chen yakin jika ia sudah memasang Array itu dengan Qi yang paling banyak jadi sudah dipastikan jika Array itu ialah serangan terkuatnya, dan juga walaupun ia bertarung sekalipun dan tidak habis akan Qi nya namun Ji Chen memerlukan waktu untuk mengumpulkan Qi nya kembali seperti semula.


Karena dantian seseorang akan mengisi Qi dan mengobati luka si pemiliknya jika pemilik itu bertarung di dantiannya sendiri.


"Tuan awas!" teriak roh Alam.


'Buumm!'

__ADS_1


Tubuh Ji Chen terpental dengan kencang setelah menerima serangan roh Api, anak kecil itu benar-benar memikirkan sesuatu yang amat susah sampai akhirnya membuat ia lengah terhadap disekitarnya.


Roh Alam langsung ke arah Ji Chen tergeletak, kemudian ia memeriksa tubuh Ji Chen.


"Tuan luka mu cukup parah, walaupun kau beregenerasi dengan sendiri namun jika dalam waktu yang sekarang akan sulit mengimbangi roh Api, Tu-"


"Masih belum, Paman tidak mengajarkan ku untuk menyerah..." Ji Chen kembali bangkit dan dibantu oleh roh Alam.


"Tuan jangan memaksakan diri, aku akan mengorbankan nyawa setelah itu kembali ke dunia nyata!" ujar roh Alam.


"Tidak, itu tidak perlu..." ujar Ji Chen seraya melihat roh Api dengan tajam.


Roh Api sendiri hanya berdiam diri seraya mempersiapkan serangannya lagi, ia kembali membuat serangan namun berbeda dari sebelumnya, ia seperti membuat matahari kecil di atas kepalanya dengan kedua tangannya dan sudah bersiap untuk melemparkan pada Ji Chen dan roh Alam.


"Hah, sungguh keras kepala..." ujar roh Api seraya melemparkan serangannya itu.


'Wuusshh!' Bola matahari kecil meluncur ke arah Ji Chen, hawa panas sudah menyebar keseluruhan ruangan.


"Tahap Agung-Kesempurnaan!" teriak roh Alam.


Cahaya hijau pun menerangi ruangan, Cahaya Hijau itu seperti melawan bola matahari kecil didepannya itu.


'Buuuummm!'


Ledakan besar tercipta, arena yang mereka pijaki sepenuhnya sudah hancur tanpa sisa, asap mengepul mengelilingi Ji Chen dan roh Alam membuat mereka berdua tidak terlihat.


"Hah! terlalu cepat untuk mu melawan ku..." ujar roh Api seraya bersiap diri untuk kembali ke ruangan yang awal.

__ADS_1


"Tidak akan ku maafkan!"


'Wuuushhh!'


Aura misterius menyebar ke seluruh ruangan, roh Api yang tadi ingin balik pun tidak jadi dan mematung di tempatnya, dari tempat Ji Chen kumpulan asap sudah menghilang menampilkan Ji Chen dengan kondisi yang berbeda.


Dimana tubuh Ji Chen berbeda, badannya lebih tinggi dari aslinya, mata nya diselimuti cahaya hijau, aura misterius mengelilingi tubuhnya, pakaiannya pun berbeda seperti diselimuti armor transparan yang berwarna hijau.


Dengan segenap tenaga roh Api berbalik arah dan melihat Ji Chen yang sudah berbeda.


Ya, roh Alam sudah merasuki Ji Chen dengan itu tubuh Ji Chen akan dikendalikan oleh roh Alam dalam waktu sementara, ia sebenarnya terpaksa menggunakan ini karena nantinya akan berefek besar pada tubuh Ji Chen setelahnya.


"Akan ku hitung mundur dari 3, jika tidak menyerah maka kau akan lenyap!" ujar roh Alam dengan nada yang mengintimidasi.


"Lenyap? kalianlah yang lenyap!" teriak roh Alam seraya melepaskan kekuatan penuhnya.


Tiba-tiba suasana semakin mencengkram, kedua aura kekuatan saling bertarung, roh Alam dan roh Api sama-sama menatap dengan tajam, mereka berdua sedang menyiapkan sesuatu kekuatan yang amat besar di tangannya.


"Kau! tidak akan ku maafkan setelah melukai tuan!" teriak roh Alam.


"Kalian akan ku lenyap kan!" ujar roh Api.


Mereka berdua langsung melepaskan serangannya, dua energi besar tiba-tiba melaju dengan arah yang berlawanan.


'Buuumm!'


Ledakan dan sinar yang terang menyelimuti ruangan, mereka menutup matanya dengan tangannya karena terganggu dengan cahaya yang sangat sinar.

__ADS_1


See you in the next chapter


Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.


__ADS_2