Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-30. Assosiasi Beruang Perak


__ADS_3

Feng Yun memasang sikap waspada setelah Koji Cen menghilang dari tempatnya.


*Brukk*


Darah segar mengalir di bibir Feng Yun namun setelah menerjang memakai jurus Sepak Terjang Naga Langit, Koji Cen merasakan begitu kerasnya kulit Feng Yun.


Namun ia berhasil melukai si Feng Yun.


belum sempat melihat Koji Cen, Feng Yun terkena goresan di sekujur tubuhnya namun setelah dilihat-lihat lagi goresan tersebut hilang setelah beberapa detik.


"Apa ini.. Kau pemuja Iblis?"


Diam, Feng Yun kembali berdiri tegap, terlihat ia sedang komat kamit dan setelah membuka mulutnya keluarlah api.


Koji Cen yang tidak mau mengulur waktu ia segera menghilang ketika api yang ingin mengenai nya.


*Slashh*


Koji Cen pun tersenyum sinis ketika ia berhasil mengenai leher Feng Yuan, Namun leher tersebut tidak terbelah.


Muncul senyum licik dari bibir Feng Yuan.


'Apa-apaan ini.. Ia tidak terpotong?...' Batin Koji Cen


Setelah itu Feng Yuan maju menyerang Koji Cen yang sedang melamun, ia mengeluarkan api dari mulutnya, Koji Cen yang sedang melamun dengan segera ia menangkis api tersebut dengan kedua tangannya.

__ADS_1


Koji Cen yang tidak tahan dengan panasnya api tersebut, dengan segera Koji Cen menghindar.


Dengan Pernafasan Naga Langit tenaga dalam yang menghilang kembali dengan cepat.


'apaan ini dia tidak lelah?' Batin Feng Yuan


"Hey, Menyerahlah maka akan aku bunuh dengan tidak merasakan sakit apapun"


Ucap Feng Yuan


"Benarkah?... apa kau sudah merasakan yang namanya mati?" Ejek Koji Cen


"Lancang , Beraninya Kau!"


Dengan cepat Feng Yuan Melesatkan jurus tapaknya namun Koji Cen menyambutnya dengan jurus Tapak Ilusi Langit, dimata Feng Yuan terdapat banyak nya tapak menuju arahnya.


Sekarang dipikiran Feng Yuan ialah melarikan diri dengan secepatnya, Namun setelah memberanikan ingin melarikan diri ia tidak kuat merasakan sakit yang ada di dadanya.


Setelah melihat dadanya sendiri terdapat tapak tangan berwarna hitam yang mengeluarkan asap.


Seketika itu juga ia tak bernyawa lagi, itu dikarenakan Koji Cen menggunakan racun milik kakek Suxian.


Melihat Feng Yuan tidak bernyawa lagi, Koji Cen segera melangkah menuju kereta kuda, terdapat gadis berpakaian bangsawan yang sedang pingsan.


Koji Cen menggendong gadis tersebut ke arah Yuan Xia.

__ADS_1


Setelah sampai di kota Gun-Gao Koji Cen di sambut dengan ramainya kota dan bangunan-bangunan Yang tinggi, ia juga sempat bertanya ke warga sekitar dimana tempat tabib terdekat.


4 jam berlalu, gadis yang sempat dibawa Koji Cen ke tabib terdekat akhirnya siuman dari pingsannya.


"Dimana aku.."


"Nona lagi di tempat tabib" Jawab Koji Cen


"Siapa kau" Gadis tersebut dengan segera memasang sikap waspada setelah melihat orang asing yang di dekatnya.


"Tenang keadaan nona belum pulih, Tadi saya sempat melihat nona sedang di rampok"


"Ah.. Benarkah?..." gadis tersebut masih merasakan pusing


"Ya benar , Cen-gege tadi menyelamatkan mu"


Jawab Yuan Xia


Gadis tersebut mengangguk mengerti.


"Lalu siapa Nona? biar saya sama Cen-gege antar pulang" Tanya Yuan Xia


"Aku dari Assosiasi Beruang perak, Nama saya Ling Tin, tolong berikan ini ke tempat Assosiasi Beruang Perak" Gadis tersebut menyodorkan kertas yang ada ukiran beruang.


"Ah dimana sopan santun ku, Sebelumnya Aku berterimakasih Pada kalian berdua"

__ADS_1


"Ah tidak pa-pa Nona Ling, Xiaxia kau temani Nona Ling Disini, Biar aku yang mengantarkan ini" Koji Cen mengajukan diri untuk mengantarkan kertas yang tadi di kasih oleh Ling Tin.


Yuan Xia mengangguk mengerti. Lalu Koji Cen keluar dari tempat tabib tersebut dan menanyakan letak Assosiasi Beruang Perak.


__ADS_2