
Lalu Lian Zheng menemui Rian Ye yang sedang melihat-lihat barang dilantai 1 sepertinya di lantai 1 berisikan pil obat-kultivasi, dan bahan-bahan herbal.
Lantai 1 ini seperti menyediakan khusus untuk para alkemis, dan juga dilantai satu ini menyediakan ruangan untuk para alkemis membuat obat atau pil herbal disana.
Lian Zheng hanya menatap Rian Ye dengan tatapan heran, sepertinya Rian Ye sangat terobsesi untuk menjadi alkemis, terlihat dari raut wajahnya saat melihat obat dan pil herbal disana.
Rian Ye juga sempat melihat-lihat tungku berwana perak dipajang disana. Akhirnya Lian Zheng menepuk pundak Rian Ye.
"Tuan aku sudah selesai..." ujar Lian Zheng.
Sebelumnya Lian Zheng menaruh batu rohnya di Cincin Samudra Langitnya, pemuda itu masih menyimpan rasa waspada terhadap Rian Ye, tentu Lian Zheng tidak langsung mempercayai penuh Rian Ye sebagaimana Rian Ye dan Lian Zheng baru sebentar bertemu.
Rian Ye pun tersadar dari tatapannya lalu ia menoleh ke arah Lian Zheng, dan berkata, "Mari saya antar ke penginapan."
Lian Zheng mengangguk, lalu pemuda itu mengikuti Rian Ye dari belakang, hanya beberapa saat mereka berdua sudah sampai didepan penginapan, penginapan tersebut sepertinya sangat terkenal sampai-sampai bangunannya sangat besar dan banyak orang yang datang.
Dengan lencana milik Rian Ye, mereka berdua masuk ke dalam penginapan tanpa baris-berbaris.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?"
"Saya ingin memesan 2 kamar dan juga 2 makan hangat, antarkan ke meja disana!" ujar Rian Ye seraya menunjuk meja kosong di pojok.
"Baik Tuan."
__ADS_1
Pelayan itupun pamit undur diri, Setelah melihat pelayan telah meninggalkan tempat, Lian Zheng pun bertanya, "Kau juga menginap disini?, lalu siapa satu kamar lagi yang kau pesan?"
"Ya, sebenarnya aku hanya ingin berjalan-jalan sebentar dikota ini tapi sepertinya aku menemukan teman berbicara dan 1 kamar lagi itu untuk mu." jawab Rian Ye.
"Aih, lalu gunanya apa batu roh yang tadi aku tukar tadi?"
"Hahaha, gunakan saja untuk membeli pakaian dan makanan disini."
"Kalau tidak keberatan terimakasih atas semua ya." ujar Lian Zheng seraya melangkupkan kedua tangannya.
"Sama-sama janganlah sungkan untuk meminta bantuan."
Lian Zheng hanya tersenyum, Rian Ye sangat baik dan ramah jika dibilang, Pemuda itu terbilang tampan dan pakaian juga terbilang mewah.
Setelah memakan makanannya, mereka berdua menuju kamar masing-masing, Lian Zheng pun langsung merebahkan tubuhnya karena sudah tiga hari tidak tidur diranjang yang empuk.
Tanpa terasa Lian Zheng telelap tidur dengan cepat dan pulas, pemuda itu tidak sempat mengganti pakaiannya.
Ke esokan harinya, suara pintu kamar Lian Zheng terketuk, Lian Zheng pun bangun dari tidurnya karena mendekat ketukan pintu tersebut.
"Tuan Ye?"
"Saudara Lian, cepatlah bersihkan diri sehabis itu kita makan dan antarkan aku ke Assosiasi Jiaohuan ya..."
__ADS_1
Lian Zheng mengangguk, ia membersihkan dirinya sepertinya ia sudah sadar jika waktu sekarang sudah agak siang jadi sepertinya Lian Zheng sangat menikmati tidurnya.
Lian Zheng pun keluar dari ruangan kamarnya, lalu pemuda itu turun kebawah dan mencari Rian Ye, setelah melihat Rian Ye yang sedang menunggu di meja pemuda itu langsung menuju kesana.
"Maaf agak lama."
"Tidak apa-apa Saudara Lian."
Pelayan pun datang membawa makanan dan menaruh di meja Rian Ye dan Lian Zheng, Setelah memakan Lian Zheng mengantarkan Rian Ye ke Assosiasi Jiaohuan.
"Saudara Lian bisa melihat-lihat kota Liejin dahulu."
"Baiklah..."
Pemuda itu berkeliling di kota Liejin, tampak nya kota ini selalu ramai, malam maupun siang selalu saja ada yang datang ke kota ini, kota Liejin sendiri terbilang sangat besar, dengan cahaya kelap-kelip di malam hari membuat kota Liejin sangat indah.
Lian Zheng melihat orang-orang berlalu lalang dibawah sinar matahari, pemuda itupun berhenti ditempat jual pakaian, kemudian ia memasukinya.
Lian Zheng sudah memilih pakaian disana dan membelinya, sampai akhirnya pemuda itu melihat kegaduhan dari kejauhan.
...****************...
See you in the next chapter.
__ADS_1
Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.