
Selepas itu Koji Cen menuju desa Vengse untuk membeli perlengkapan yang akan dia pakai sebagai perbekalan selama dirinya mengelana.
Sesampainya Di desa Vengse, Koji Cen melangkah menuju tempat makanan dirinya menuju tempat roti yang aromanya sangat menyengat.
Koji Cen pun masuk ke Toko roti itu. Ia pun ingin mengambil roti dan ingin menanyakan berapa harganya namun sebelum menyentuhnya pemilik toko itu berkata.
"Pergi sana! Kami tidak menerima pengemis seperti mu!" Perintah pemilik toko
"Maaf saya bukan pengem-" Ucap Koji Cen
"Halah orang seperti mu itu hanya seorang pengemis pasti ujung-ujungnya kau mencuri."
Potong pemilik toko.
"Saya bukan pengemis-!" Bentak Koji Cen
"Bilang saja kau mau mencuri diam-diam kan, Trik murahan itu tidak pengaruh dengan ku-!"
Ejek Pemilik toko
"Penjaga usir dia dari toko ku-!" Perintah Pemilik Toko.
Dan segera saja penjaga yang diluar langsung menarik Koji Cen keluar namun Koji Cen langsung melepaskan diri ia tidak mau diseret dengan kasar oleh penjaga itu.
'Dunia memang sangat kejam, Benar kata kakek dunia biasa saja begini apalagi Dunia pendekar' Batin Koji Cen
Disisi sebelum berangkat ke desa Vengse, Koji Cen berniat memeriksa ada apa saja yang ada di Cincin Samudra Langit miliknya.
Koji Cen terkejut setelah muncul gunung koin emas, ia tidak habis fikir mengapa kakek angkatnya itu tidak bersenang-senang saja dengan Gunung koin emas itu pasti bisa membeli 2 kediaman milik keluarga bangsawan.
Sebelumnya juga Koji Cen menaruh pedangnya di Cincin nya agar tidak menarik perhatian.
__ADS_1
***
Koji Cen juga tidak tau kenapa dirinya dibilang pengemis setelah melihat-lihat dirinya, Koji Cen lupa jika ia memakai baju yang sudah lusuh.
Dengan segera Koji Cen beranjak ke Toko pakaian ia membeli baju berwarna biru tua.
Setelah membeli baju Koji Cen pun menuju tempat toko makanan yang lain, ia membeli banyak makanan dalam sekejap semua makanan yang ada didepannya lenyap tanpa sisa.
Pelayan yang melihat makanan yang ia taruh hilang tidak tau kemana hanya bisa tercengang.
"Semua berapa?" tanya Koji Cen
"5 keping emas tuan" ucap pelayan
Setelah membayarnya Koji Cen beranjak ke tempat toko perlengkapan Pendekar dirinya juga Ingin membeli peta Kecil.
Seusai semuanya selesai Koji Cen membuka peta ia berniat ingin menuju Kota yang bernama Gun-Gao. Selama ia hidup ia tidak pernah sekali ke Kota-kota Besar.
"Roti-Roti... Roti" Teriak penjual keliling roti.
"Emm... saya beli 5 ya" Ucap Koji Cen.
"Baik tuan"
Penjual itu langsung memberikan 5 roti ke Koji Cen.
"Berapa?"
"5 koin perunggu saja tuan"
Koji Cen langsung memberikan 1 koin emas.
__ADS_1
Namun gadis itu tidak memberikan kembaliannya, ia hanya diam dan memandangi koin emas.
"Maaf tuan saya tidak ada kembaliannya"
Ucap penjual Roti sambil menyodorkan koin emas tadi.
"Ambil saja, tapi dengan 1 syarat." Ucap Koji Cen
"Apa syaratnya tuan?" Tanya Penjual Roti
"Jika kita bertemu lagi dan aku membeli roti mu maka aku tidak membayarnya" Ucap Koji Cen.
"Baik, Tapi tunggu tuan, bagaimana aku mengenali kalau itu tuan nantinya?" Tanya penjual roti
"Emm.. kau pakai ini" Ucap Koji Cen sambil menyodorkan kalung peninggalan ibunya.
Lalu Gadis itu menerima nya dan memperkenalkan dirinya, gadis penjual roti itu bernama Yuan Xia.
"Nama ku Koji Cen" Ucap Koji Cen
'Nama yang aneh' Batin Yuan Xia.
"Hei ada apa dengan mu" Ucap Koji Cen sambil melambai-lambai ke wajah Yuan Xia.
"Hah... Oh tidak, Nama mu bagus" Kejut Yuan Xia
Memang Terdengar Aneh Nama Koji Cen Sendiri bagi orang Kekaisaran Xin, Dikarenakan Ayah Koji Cen sendiri berasal dari Kekaisaran Tang Lalu Ibunya berasal dari Kekaisaran Xin.
...****************...
Tenang Bagi Yang Tidak Enak Dengan Nama Tokoh Utama, Nanti Di Ch Selanjutnya Akan Diganti Namanya Tapi Hanya Nama Samaran.
__ADS_1
Jangan lupa Support saya Dengan Cara Vote, Like Di setiap Ch nya, dan Rating nya😁.
Kalau ada Lebih poin atau koin bisa lah kasih tip dikit ke author hehehe😅