
Pertandingan demi pertandingan, jenius dari beberapa sekte dan klan memenangkannya dan memasuki tahap grand final, dimana tahap grand final hanya terdiri dari 15 orang saja, dan 5 diantara 15 orang tersebut dipilih oleh panitia sedangkan 10 orang lainnya dipilih oleh kemampuan sendiri.
Beberapa orang menunggu pertandingan Lian Zheng, mereka ingin lebih mengerti potensi kekuatan Lian Zheng yang sebenarnya, mereka sebelumnya dikejutkan oleh kekuatan yang dikeluarkan Lian Zheng sebelumnya.
"Aku pikir pemuda yang bernama Lian Zheng itu akan memenangkan turnamen ini."
"Tidak, aku lebih memilih si jenius satu yaitu Rong Xim, pasti dia memiliki kekuatan yang sangat lebih hebat dari Lian Zheng itu..."
"Kalian terlalu percaya diri sampai-sampai melupakan si jenius nomor 2, Tang Lui..."
"Tidak, kau lihat Tang Lui saja nyaris kalah dengan di Yu An itu..."
"Baiklah, kita bertaruh saja jika..."
Beberapa penonton mendebatkan siapa yang akan memenangkan turnamen Surgawi dan juga mereka menyempatkan bertaruh uang demi menebak siapa yang memenangkan turnamen ini.
Sampai akhirnya tersisa 4 orang, dimana hanya Lian Zheng, seorang pemuda dengan mata di tutup sebelah dan dua orang perempuan yang terlihat kembar.
"Selanjutnya, Lian Zheng melawan Lien Hua."
Lian Zheng maju ke arena, berdiri dengan tenang namun terlihat mengesankan, di sisi lawan terlihat seorang perempuan yang memakai cadar berwarna merah dengan kepala yang dihiasi oleh dandanan.
Lien Hua ialah seorang adik dari Lien Yue, mereka ialah sepasang adik kakak yang kembar yang memilih menjadi seorang pendekar, biasanya mereka dikenal disektenya sebagai si Kembar Sadis, mereka bisa memanipulasi lawan dengan cara berpakaian nya dan cara bertarungnya juga demikian berbeda dari anggota disektenya.
__ADS_1
Mereka berdua termasuk seorang jenius yang mandiri, hanya membutuhkan 1 guru yang bisa membuat mereka menjadi kuat seperti sekarang.
Lian Zheng menatap Lien Hua dengan tenang, saat lonceng berbunyi tiba-tiba Lian Zheng merasakan tekanan berat dari atas, saat melihat ke atas terdapat sebuah cahaya hitam yang menekannya dengan aura yang hebat.
Lien Hua pun tersenyum kecil, ternyata lawannya mudah di tekan oleh salah satu teknik andalannya. disisi Lian Zheng, pemuda itu berdiri sekuat tenaga.
"Lihat, belum apa-apa jagoan mu sudah terlihat kesulitan..."
"Aku yakin dia pasti belum mengeluarkan potensinya."
Tanpa pikir panjang Lian Zheng mengeluarkan pedang aura tingkat perak, aura pedang yang berada 2 tingkat dari terkuat, semua orang yang melihat itu tak terkecuali para kultivator dan beberapa tokoh terkenal langsung melotot tak percaya.
"A-aura pedang tingkat perak!" terkejut Fang Wen
"Dilihat dari temannya sepertinya dia benar-benar pemuda." balas Fang Wen.
Disisi penonton mereka terkejut saat merasakan aura tekanan yang merembes ke seluruh stadiun, saat melihat Lian Zheng menciptakan pedang berwarna perak mereka menduga jika aura tekanan tersebut berasal dari pedang Lian Zheng.
Disisi Lian Zheng, pemuda itu sudah terbebas dari aura milik Lien Hua, sebaliknya Lien Hua malah berlutut dan kakinya gemetar saat merasakan aura tekanan dari pedang Lian Zheng.
Lien Hua menggerakkan giginya, kemudian dengan perlahan ia melawan Aura tekanan pedang Lian Zheng, saat terbebas Lien Hua langsung melesat maju ke Lian Zheng bagaikan angin, Lien Hua mengambil sebilah Kunai di pinggangnya kemudian melemparkan dengan kencang ke arah Lian Zheng seraya berlari kencang.
Lian Zheng yang melihat itu, ia langsung menghindar karena tau jika Kunai milik Lien Hua terdapat cairan ledakan, dan benar saja saat Kunai Lien Hua menyentuh dinding pertahanan para pengawas seketika meledak.
__ADS_1
Lien Hua pun menggetakkan giginya lagi, ia benar-benar habis pikir jika lawannya ini sangatlah pintar sehingga mengetahui rahasia senjatanya, Lian Zheng hanya tersenyum kecil, saat ada celah dari Lien Hua dengan cepat pemuda itu berlari dan memutarkan pedangnya ke atas langit.
Lien Hua yang melihat itu berniat menghindar namun belum sempat berlari, Lian Zheng lebih dahulu sudah sampai ditempatnya.
"Tebasan Pembelah Hati-!"
'Sraat!'
Lien Hua terkena tebasan tepat di kakinya membuat tulang kakinya seketika patah, ia menjerit kesakitan membuat seketika arena dipenuhi oleh teriakan Lien Hua.
Lien Hua dengan cepat memberhentikan pendarahan pada kakinya, walaupun begitu ia masih merasakan yang amat sakit yaitu seperti panas, tebasan yang diberikan Lian Zheng bukan hanya memberi efek patah tulang akan tetapi seperti ada esensi api yang menyebar ke tulang.
"Aku menyerah!" dengan cepat Lien Hua teriak menyerah karena sudah tidak kuat lagi rasa yang sangat menyakitkan.
Lian Zheng memang sengaja memberi esensi elemen api pada tebasannya agar ia lebih cepat naik ke tahap selanjutnya. setelah itu Lian Zheng dinyatakan menang.
"Apa yang membuatnya kesakitan seperti itu?"
Seseorang bertanya pada teman-teman nya sedangkan teman-temannya menjawab hanya dengan mengangkat bahu berarti jika mereka tidak mengetahuinya.
...****************...
See you in the next chapter
__ADS_1
Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.