
Setelah itu Lian Zheng pun berniat untuk kembali ke istana, dan juga ia ingin melakukan kegiatan yang lainnya.
Di tengah-tengah perjalanan, Pecahan Jiwa Dewa Langit berkata, "Aku tidak menyangka jika kamu mendapatkan Magic Power Surya biru, Dewa Surya sebenarnya mempunyai Surya yang lainnya kecuali Surya Biru, Karena Surya Biru amat sangat langka dan Surya Biru juga sangat memilih tuannya kau tau pada saat itu Dewa Surya menceritakan padaku jika beliau pada saat itu berhadapan dengan Surya Biru dan berniat untuk menjadi tuan dari Surya Biru namun yang terjadi ialah penolakan dari Surya Biru, Aku juga tidak mengerti mengapa Surya Biru amat pemilih dan juga aku tidak mengerti mengapa kau yang dipilih menjadi tuannya, Hah sepertinya kau masih banyak misteri."
Lian Zheng yang mendengar hal itu hanya tersenyum canggung sambil menyeimbangkan terbangnya.
"Oh ya, Aku juga tidak tau mengapa pada saat itu kau diganti namanya, Mungkin Dewa Takdir bisa menjawabnya namun ia tidak bisa menggunakan kekuatannya dengan sembarangan, Oke sekarang kita fokus saja pada alur hidup, Jadi kau perlu membuat garis suci diantara semua binatang Tuhan semoga berhasil membujuk Naga angkuh itu!"
"Baiklah."
Setelah itu Lian Zheng sudah sampai di Istana Pohon, Pemuda itu disambut dengan Le Wu yang memasang ekspresi khawatir.
"Yang Mulia baik-baik saja?"
"Aku baik-baik saja memangnya kenapa?"
"Apa Yang Mulia tidak melihat angin topan, gempa dan gemuruh langit?"
"Ya aku tau, Tapi percayalah semuanya baik-baik saja." Demikian Lian Zheng.
Toh Lian Zheng yang buat atas kejadian tersebut jadi dia bersikap demikian.
"Aku akan kembali keruangan ku, Bawalah sumber daya yang cukup untuk ku dan juga makanan selama 1 bulan penuh!" Titah Lian Zheng.
"Baik Yang Mulia!"
Lian Zheng pun kembali keruangannya, Pemuda itu ingin membuat garis suci diantara Binatang Tuhan dan ia berharap agar semua Binatang Tuhan menerimanya untuk memberikan kekuatan penuh padanya.
"Dewa Langit berdoalah untuk ku hehehe."
Tidak ada balasan dari Dewa Langit, Lian Zheng kemudian duduk dan melipat kakinya dengan cara bersila, Kemudian Lian Zheng ke alam sadarnya.
Alam Sadar Lian Zheng
"Baiklah, Akan ku coba, Pertama Ular Mahkota Hitam."
Lian Zheng melangkah pada patung Ular Mahkota Hitam, Walaupun jarak antara patung Binatang Tuhan Lainnya cukup jauh namun Lian Zheng beranggapan jika Binatang Tuhan bisa mendengar percakapan dirinya antara Ular Mahkota Hitam.
"Kumohon Ular Mahkota Hitam apa kau bersedia untuk memberikan kekuatanmu pada ku?"
Begitulah kira-kira permohonan Lian Zheng pada Ular Mahkota Hitam.
"Baiklah jaga baik-baik mutiara kekuatanku ini! dengan itu kau sudah memiliki kekuatanku seutuhnya, Tahanlah rasa sakitnya sehabis menerima semua kekuatan dari Binatang Tuhan."
"Baik!"
Lian Zheng pun melakukan dengan lainnya, pemuda itu sudah mengumpulkan 4 kekuatan dari Binatang Tuhan, Seperti Binatang Tuhan Elang Emas, Qilin sang penyihir, Ular Mahkota Hitam, dan Tupai mata hijau.
Sekarang pemuda itu berniat untuk menghadap pada patung burung Phoenix Api dan Es.
"Hormat! Phoenix Api dan Es, Apakah kamu bersedia untuk memberikan kekuatan seluruhmu padaku?"
"Ya,ya,ya walaupun kau tuanku tapi aku tidak bisa dengan mudah memberikan kekuatan ku seluruhnya tidak seperti 4 yang rendah itu!"
Mendengar itu, 4 Binatang Tuhan sebelumnya langsung menatap Phoenix Api dan Es dengan tatapan tajam, Memang seperti itulah sifat dari Phoenix Api dan Es, Ia tidak mau kalah mahal harga diri dengan Pemimpin Naga Abadi.
"Aku akan bersedia jika kau berhasil membujuk Naga Angkuh itu."
"Burung Puyuh diam saja kau!" suara berat dari Naga Abadi.
Naga Abadi sungguh tidak terima jika ia dipanggil seperti itu, Sebelumnya juga ia mendengar panggilan dari pecahan jiwa Dewa Langit namun ia menahan emosinya.
__ADS_1
Naga Abadi pun mengeluarkan aura yang sangat menekan sampai-sampai Lian Zheng pun berhenti bernapas, dada terasa sesak.
"Na..ga Aba....di ma-maafkan Phoenix ini!" ucap terbata-bata Lian Zheng.
Naga Abadi pun menarik Aura tersebut, Hanya saja yang dapat merasakan tersebut hanya Lian Zheng saja karena dia berwujud makhluk hidup sedangkan lainnya berwujud patung.
"Kemarilah anak muda!"
Lian Zheng pun menuruti dan berhadapan dengan patung besar nan gagah yaitu patung Naga Abadi.
"Aku tidak mengerti mengapa kau terasa akrab denganku, Aku merasa ada aliran darah ras naga yang dikenali mengalir di darahmu."
Lian Zheng pun kebingungan karena hal tersebut, Ia tidak menyangka jika hal itu benar berarti ia memiliki dua darah dari ras Naga yang mengalir di darahnya.
"Darah ras naga, Siapa itu wahai Naga Abadi?"
"Darah kekasihku."
Jelas-jelas hal tersebut membuat Lian Zheng melotot tak terpecaya.
"Lalu apa kekasihmu menyadarinya?"
"Aku tidak tau, Tapi tolonglah bangkitkan kekasihku dengan adanya darahnya yang mengalir di darahmu ia bisa bangkit kembali."
"Apa kamu tau dimana ras naga dimana berada? dan siapa sekarang pemimpin dari Ras Naga?"
"Ada di dimensi lain, Semua Binatang Tuhan ada disana tapi aku tidak tau siapa sekarang yang memimpin, aku akan memberikan kekuatanku seluruhnya tapi dengan satu syarat!"
"Apa itu syaratnya?"
"Bangkitkan lah kekasihku dengan itu ras naga akan mempunyai pemimpin lagi."
"Terimakasih!"
Hal tersebut membuat Binatang Tuhan yang lainnya menatap tak percaya, Apa benar pemimpin Naga Abadi yang harga dirinya selangit bisa mengucapkan terimakasih?
"Lihatlah, Harga dirinya sudah menurun demi menyelamatkan kekasihnya." ucap Phoenix Api dan Es.
"Hah, Apa kau punya kekasih burung puyuh?" ejek Naga Abadi.
Semua yang mendengar tersebut tertawa kecuali Phoenix Api dan Es.
"Baiklah aku sudah mendapatkan kekuatan dari Naga Abadi, tinggal kamu Phoenix!"
"Baiklah, Jaga dan manfaat kan dengan baik!"
Setelah itu Lian Zheng kembali ke alam nyata dengan wajah yang berseri-seri.
'Bang!'
'Bang!'
'Bang!'
'Bang!'
'Bang!'
'Bang!'
'Bang!'
__ADS_1
'Bang!'
"Apa!!! , Sungguh kekuatan yang dahsyat-!"
Dewa Langit pun melotot tak percaya juga, ia tidak menyangka jika Lian Zheng kembali dengan membawa kekuatan yang sangat dahsyat.
Kini Lian Zheng sudah ditahapan baru, Tahapan baru tersebut jelas hampir menandingi kekuatan Dewa Iblis yang baru di bangkitkan.
"Kau sudah bisa melawan raja iblis dengan mudah, Jangan lupa berlatih lagi untuk melawan Dewa Iblis keparat nanti." ucap pecahan jiwa Dewa Langit.
"Aku akan siap dan melakukan yang terbaik!" dengan penuh semangat Lian Zheng mengucapkan kata tersebut.
"Tenanglah jangan bersenang ria dahulu karena ujian belum mula-" belum mengucapkan Dewa Langit terhenti ketika melihat Lian Zheng.
"Aarrrghhh."
"Aaarrrrrghhhh.... "
Jerit kesakitan tersebut terus menerus terdengar semakin lama semakin kencang, Para Rubah Hitam yang mendengar itu langsung mendekati ruangan Lian Zheng namun ditahan dengan penjaga Ruangan milik Lian Zheng.
"Arrgghhh."
Tidak menguasa kesakitan ya tersebut Lian Zheng menggunakan separuh kekuatannya Qi miliknya untuk meredakan sedikit sakitnya.
Lian Zheng pun tiba-tiba terangkat dengan cepat dan menghancurkan dinding bangunan di atasnya, Aura yang dikeluarkan Lian Zheng seketika berubah dari warnanya sampai rasanya.
Namun pemuda itu masih saja kesakitan, Kesakitan tersebut menjalar ke seluruh tubuh sampai kedua bola matanya, Di alam sadar milik Lian Zheng para Binatang Tuhan dengan segenap kekuatannya mereka mencoba untuk membantu Lian Zheng.
Dewa Langit pun tidak bisa berkata-kata, Karena hal tersebut belum dirasakan olehnya apalagi hal tersebut lebih menyakitkan dari pada Jalan kesengsaraan yang sebelumnya Lian Zheng lewati.
Tanpa sadar tercetak retakan dimensi milik Cincin Samudra Langit, Lian Zheng pun otomatis dibawa keluar karena Cincin Samudra Langit mempunyai cara kerja untuk melindunginya.
Kini Lian Zheng tepat di hutan yang letaknya agak jauh di Sekte Gunung Petir, Suasana yang tadinya tenang tiba-tiba langit bergemuruh hebat.
Angin berhembus dengan cepat sampai pepohonan tua ada yang lepas.
Alam Dewa
Dewa Semesta yang sedang melakukan tugasnya di singgah sana tiba-tiba terkejut dengan fenomena yang ada di bumi atau tanah kultivator.
"Garis Suci-!?" gumam Dewa Semesta.
"Yang Mulia Apa yang terjadi?"
Balik disisi Lian Zheng, Langit tetap bergemuruh kencang, Tiba-tiba seluruh Binatang Ilahi dari ras yang berbeda menuju tempat Lian Zheng berada.
Dari ras Burung binatang Ilahi sampai ras yang lainnya, Semua tau kejadian hal tersebut.
Semua orang pun tidak lepas dengan hal tersebut, Semua orang dengan segera berlari ke arah langit yang mengumpul di hutan dekat Sekte Gunung Petir.
"Apa yang terjadi? mengapa binatang Ilahi keluar dengan sembarang?" ucap Tetua Xim Bai.
Suatu Tempat
"Anak itu sudah memutuskan nya ternyata... "
...****************...
Hey-hey, Apa kabar readers! terimakasih yang sudah setia membaca novelku sampai saat ini, Jika ada kekurangan para readers bisa kok memperbaikinya tapi ingat saya tidak menerima komentar yang pedas🥵, Hehehehe.
Jangan lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.😁😉
__ADS_1