Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-23. Serangan


__ADS_3

Esok Harinya, Mereka Berdua Ingin Pulang Pada Siang Hari Dan Juga Ingin Melihat Acara Yang ada Di Desa Itu.


Mereka Berdua Keluar Dari Penginapan, Dan Berjalan Menuju Acara Yang Sebentar Lagi Dimulai.


Kepala Desa Yang Sudah Datang Dari Pagi Hari, Ia Segera Bergegas Dan Menuju Ke panggung Acara.


"Mari Tuan Putri, Saya Antar Ke panggung"


Ucap Salah Satu Pengawal


Tuan Putri Mengangguk Dan Bergegas Ke Panggung.


"Mari Kita Sambut Tuan Putri Win Long"


Ucap Kepala Desa


Sorak Para Warga Saat Keluarnya Tuan Putri Win Long.


"Perketat Penjagaan" Bisik Kepala Desa Ke Penjaga Desa


"Baik" Jawab Serentak Para Penjaga Desa


Para Penjaga Itu Segera Memperketat Penjagaan, Hal Itu Juga Dilakukan Untuk Was-was Jika Ada Serangan.


Sudah 30 Menit Berlalu Tetapi Belum Ada Yang Mencurigakan, Pada Saat Itu Penjaga Desa Yang Mengintai Sudah Mengira Aman.


Akan Tetapi...


"Mari Ber aksi, Kau Urus Mereka Biar Aku Yang Menculik Tuan Putri" Bisik Salah Satu Perampok

__ADS_1


Yang Lain Mengangguk Setuju Dan Langsung Melaksanakan Aksinya.


"Ada Serangann" Teriak Salah Satu Penjaga


Mendengar Hal Itu Semua Warga Langsung Berhamburan Dan Semua Pengawal Langsung Memperketat Penjagaan Terhadap Tuan Putri.


Koji Cen Mendengar Adanya Serangan Ia Langsung Ingin Ikut Campur Tangan Akan Tetapi Kakek Suxian Menahannya.


"Jangan Aku Yakin Pengawal Pribadi Tuan Putri Tidak Selemah Itu" Ucap Mantap Kakek Suxian


Koji Cen Pun Mengangguk Mengerti, Mereka Berdua Melihat Hal Itu Dari Kejauhan.


"Kakek Apakah Kita Tinggal Diam Saja? Saat Masalah Datang Begini?" Ucap Koji Cen


Memang Ia Juga Khawatir Dengan Kepala Desa Dan Tuan Putri, Sebagaimana Kepala Desa Dulunya Sangat Rajin Memberikan Makan Dan Lain-lain Ke Pengemis Jalan.


"Kita Bisa Membantunya Saat Mereka Agak Kesusahan" Jawab Kakek Suxian


Dari Tadi Mereka Melihat Jelas Perkelahian antara Pengawal Dan Perampok.


Sudah Ada 1 Pengawal Yang Terluka parah Dan Tidak Bisa Melanjutkan Serangan Ke Perampok.


Perampok Itu Terdiri Dari 5 Orang Mereka Semua Memakai Baju hitam Dengan Penutup Wajah.


"Ah.. Sepertinya Aku Terlambat.." Ucap Pria Kekar


"Tuan Putri Serahkan Dirimu, Maka Para Pengawal Mu tidak Akan Terluka" Ucap Lanjut Seorang Pira Kekar.


"Lewati Mayat Ku Dulu" Ucap Pengawal Pribadi Tuan Putri Win long

__ADS_1


"Ayo Siapa Takut" Ucap Pria Kekar


Mereka Berdua Langsung Bertarung, Dengan Kelincahan Dan Jurus Ilusi Yang Mempuni Pengawal Tuan Putri Langsung Memberikan Luka Goresan Di Kaki Pria Kekar Itu.


Tetapi Luka Tersebut Kembali Menyatu Seperti Tidak Ada Serangan Terhadap Dirinya, Setiap Kembali Tergores Ia Hanya Meringis Dan Luka Itu Kembali Sembuh.


Tentu Hal Itu Membuat Pengawal Pribadinya Geram.


'Sepertinya aku Tidak Bisa Membunuhnya Dengan Pedang' Batin Pengawal Pribadi Tuan Putri.


"Cepat Evakuasi Tuan Putri Kepala Desa" Teriak Pengawal Pribadi.


Kepala Desa Pun Menurutinya, Ia Segera Mengevakuasi Tuan Putri Dengan Melarikan Diri Ke Halaman Belakang.


"Jangan Harap Tuan Putri Bisa Kabur" Ucap Pria Kekar


"Lawan Aku Dulu" Ucap Pengawal Pribadi Tuan Putri


...****************...


*Yooww , Hari Ini Bonus 1 Chapter


Jadi Nikmati Ya.



Selalu Mengirim Cakra Kepada Author Dan Jangan Lupa Juga Kasih Like & Vote nya.


Agar Author Semangat menulisnya**.

__ADS_1


__ADS_2