Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-121. Banyak Beban


__ADS_3

Setelah mengubur mayat Gun Bai, Lian Zheng dengan cepat kembali ke halaman belakang namun yang ia lihat semua berserakan dengan mayat dan barang-barang yang sudah terkena serangan dari pertempuran tadi.


Lian Zheng mengecek setiap sudut berharap Ji Chen baik-baik saja namun pemuda itu tidak menemukannya, kemudian ia mencoba merasakan tanda-tanda kehidupan, sampai akhirnya Lian Zheng merasakan 15 orang yang sedang terbang.


Dengan cepat ia kembali membuka mata dan bergegas, pemuda itu langsung terbang dengan kekuatan penuh membuat tanah yang sebelum ia pijaki menjadi lubangan kecil, kecepatan yang sangat cepat menyusul ke 15 orang tersebut, dari arah jauh Lian Zheng melihat pasukan Gun Bai mereka membawa Min Yu dan Ji Chen, pemuda itu langsung menambahkan lagi kecepatannya.


Di pasukan Gun Bai, mereka merasakan energi yang kuat mengarah pada mereka, saat mereka melihat ke arah belakang betapa terkejutnya melihat Lian Zheng yang berhasil melawan Gun Bai, disisi Lian Zheng, pemuda itu tersenyum saat pasukan Gun Bai menoleh padanya.


Setelah itu saat ingin mencapai tiba-tiba Lian Zheng menghilang dari pandangan membuat pasukan Gun Bai berhenti dan memasang sikap waspada.


'Bumm!'


Dua orang jatuh ke tanah dengan sangat kencang, di badan mereka terdapat lobang berwarna hitam dan mengeluarkan lendir yang cukup bau, tidak sampai disana Lian Zheng terus meninju yang lainnya sampai menyisakan 2 orang yang memegang Min Yu dan Ji Chen yang sedang pingsan.


"Selalu saja membuat ku marah!" Lian Zheng melihat Ji Chen dan Min Yu bergantian, tanpa diduga Lian Zheng sudah menotok 2 lawannya sehingga tidak bisa bergerak dan terjatuh, Lian Zheng dengan cepat meraih Min Yu dan Ji Chen, setelah itu ia membuat gumpalan hitam ditangannya kemudian melepaskan ke semua lawannya.


'Duaaarr!'


Ledakan pun terjadi setelah ledakan itu menghilang, asap hitam pun menyebar dan membawa bau busuk yang sangat menusuk indra penciuman, Lian Zheng sengaja menaruh racun milik Ular Mahkota Hitam agar tidak ada yang bisa lolos, urusan korban tidak bersalah Lian zheng sudah uruskan, disekitar ledakan Lian Sheng sudah pastikan tidak ada makhluk hidup karena sebelumnya ia sudah mengeluarkan aura yang menekan agar binatang atau sebaginya tidak ada yang mendekati nya.


***

__ADS_1


Lian Zheng sudah mengalirkan Qi yang banyak pada Min Yu namun tidak ada reaksi, sedangkan Ji Chen, anak kecil itu sudah sadar sepenuhnya karena sudah di obati Lian Zheng.


"Aneh sekali, guru apa kau mengetahui penyebabnya? aku sudah memeriksa namun tidak ada masalah apa aku yang bermasalah?" gumam Lian Zheng.


"Hmmm... ada kesalahan dalam dantiannya seperti ada yang mengganjal atau memperhambat aliran Qi."


"Benar kah? aneh aku tidak merasakan apa-apa, baiklah bisa kau tunjukan gimana menyelesaikannya guru?"


"Ya, aku tau, kultivasi ganda dengannya karena dengan itu aliran Qi nya akan berjalan normal lagi, itu bisa dipastikan karena nanti kekuatanmu akan mengalir pada dantian Min Yu dan bisa mendorong keluar."


"Eh, apa tidak ada cara lain guru?"


"Ya, memang bisa tanpa hubungan intim namun bagaimana, dianya saja pingsan, mungkin dalam 2 hari ia akan menghembuskan nafas terakhir."


"Tidak ada!" jawab Pecahan Jiwa dengan tegas.


Lian Zheng terdiam beberapa saat, wajah Min Yu memang sangat cantik bahkan bisa melebihi kecantikan tuan putri dari keluarga bangsawan, Lian Zheng memang mempunyai nafsu akan tetapi ia akan jaga hawa nafsu itu sampai ia berhasil mengalahkan musuh-musuhnya dan menyelesaikan masalahnya.


"Paman, mari makan dahulu!"


Tiba-tiba Ji Chen memasuki kamar pengobatan, Lian Zheng pun tersadar dan mengangguk kecil kemudian keluar dari kamar.

__ADS_1


"2 Hari ya?" gumam Lian Zheng.


Kali ini Ji Chen sudah pandai memanggang ikan walaupun sering gosong namun Lian Zheng tidak mempermasalahkan nya lagian pula Lian Zheng juga membeli makanan lain agar menu makannya itu tidak ikan saja.


Ji Chen memakan dengan lahap ikannya dan makanan Lian Zheng beli. sedangkan Lian Zheng, pemuda itu tidak bernafsu makan karena memikirkan Min Yu sedari tadi, tanpa ia sadari makanan miliknya diambil oleh Ji Chen, Lian Zheng pun tersadar ia menatap ikan yang ada di piringnya sudah hilang.


"Ji'er, bagaimana paman makan jika lauknya saja diambil..." ujar


"Lagian paman melamun saja seperti orang yang banyak beban, memangnya paman memikirkan apa?"


Benar dikatakan Ji Chen ia sedang banyak beban, bahkan sebelum ada Ji Chen dirinya sudah banyak beban, Lian Zheng pun terdiam setelah mendengar kalimat terakhir Ji Chen lontarkan padanya.


"Tidak ada apa-apa..."


'Huh, mau bagaimana lagi. aku harus menyelamatkannya.' batin Lian Zheng.


...****************...


See you in the next chapter


Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.

__ADS_1


Note : Novel ini terinspirasi oleh Novel-novel yang terpopuler dari readers, Mohon bantuannya!


__ADS_2