Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-129. Pertandingan Turnamen Surgawi ( 1 )


__ADS_3

"Baiklah, turnamen ini akan memakan dua hari, sekarang kita jalani sesi pertama!"


Sebuah papan besar pun muncul di sebelah Num Dong, papan besar tersebut berisikan daftar nama kultivator yang nanti akan berhadapan dengan siapa, walaupun besar penonton cukup tidak bisa melihatnya dengan baik.


Lian Zheng mencari namanya di papan kayu yang besar tersebut.


"Ten Pin? Nama yang cukup aneh... apapun itu aku harus menjadi peserta terbaik-! agar mendapatkan inti elemen legenda dan ku berikan pada Ji Chen..."


Lian Zheng bukan mengincar juara 1 melainkan menjadi peserta terbaik, ia berencana jika ia mendapatkan inti elemen legenda itu ia akan berikan pada Ji Chen agar anak kecil itu berkembang dengan bantuan tersebut.


"Turnamen Surgawi Dimulai-!"


'Dong!'


Suara lonceng besar pun terdengar tanda jika turnamen Surgawi Dimulai.


"Fae Jiaohan melawan Wuhio Nam!" ujar Num Dong.


"Eh, bukan kah itu perwakilan dari klan Fae?"


"Kau betul, namun kau tau diberhadapan dengan siapa?"


"Wuhio Nam... Ah! dia adalah perwakilan sekte kecil yaitu sekte Sungai Bunga..."


Pemuda dengan gaya rambut ke atas pun naik ke panggung, Fae Jiaohan. disusul oleh seseorang laki-laki memakai kipas dan menutupi wajahnya dari arah berlawanan, Wuhio Nam.


"Baik! Mulai."


Fae Jiaohan langsung maju dengan cepat ke arah Wuhio Nam namun Wuhio Nam masih tidak bergeming ditempatnya, Wuhio Nam menyunggingkan mulutnya, setelah jarak dekat Wuhio Nam menghindar dengan gesit, tiba-tiba kipas yang ada di tangannya menghilang setelah itu Wuhio Nam memukul punggung milik Fae Jiaohan.


Fae Jiaohan pun mundur ke belakang beberapa langkah.


"Sial-! padahal sedikit lagi jika begini terus mungkin aku tidak akan menang, yasudah terpaksa ku gunakan..."

__ADS_1


Fae Jiaohan mengeluarkan buntelan kecil, kemudian melemparkannya di atas langit setelah itu ia mengeluarkan pedangnya dan menebas buntelan tersebut.


Saat buntelan kecil itu terpotong, keluarlah serbuk hitam menyebar luas di atas panggung membuat penonton tidak bisa melihat pertarungan mereka.


Wuhio Nam yang melihat itu dengan segera menutup hidungnya rapat-rapat dan menahan napas.


"Arrkh!"


Jeritan demi jeritan terdengar, saat serbuk hitam itu menghilang terlihat Wuhio Nam berlutut dengan satu kaki disekujur badannya terdapat banyak goresan pedang.


Dengan satu tubuh yang sudah banyak goresan pedang, Wuhio Nam bangun, "Naif sekali dia! akan ku tunjukan pertarungan sebenarnya!"


Tiba-tiba Wuhio Nam hilang begitu mendadak, membuat Fae Jiaohan membuat gerakan waspada.


'Wussh!'


Hampir saja pisau kecil menusuk dada Fae Jiaohan, untung saja pemuda itu menghindar dengan tepat, namun sekarang posisi Fae Jiaohan sudah di pinggir panggung, jika ia keluar maka ia akan otomatis kalah.


Wuhio Nam tiba-tiba muncul dari atas langit memegang pisau kecil di masing-masing sela jarinya, kemudian laki-laki itu melemparkan semua pisau kecil secara bersamaan.


"Sial-!"


Fae Jiaohan menangkis nya sambil meringis kesakitan karena terkena pisau kecil yang lainnya.


Karena posisinya sudah tidak menguntungkan Fae Jiaohan langsung berkata.


"Aku menyerah!"


Nafas memburu, pergelangan tangan sudah dibasahi dengan darah karena tergores oleh pisau kecil yang diluncurkan oleh Wuhio Nam, Wuhio Nam sendiri tidak memberikan jeda pada Fae Jiaohan untuk memulihkan tubuhnya sedari tadi.


"Kekuatan yang sebanding..." gumam Lian Zheng.


Lian Zheng cukup teliti melihat pergerakan Wuhio Nam, sedari tadi Lian Zheng melihat Wuhio Nam menggunakan suatu teknik yang membuat penggunanya bergerak sangat cepat namun sebagai gantinya Qi milik penggunanya bisa terkuras dengan cepat.

__ADS_1


Maka dari itu Wuhio Nam memanfaatkan kondisi, jika saja Fae Jiaohan tidak menyerah dan melanjutkan pertandingannya maka ia akan kalah karena nantinya Qi miliknya habis.


"Cukup bagus untuk seorang berkekuatan tingkat Suci..." Lian Zheng tersenyum kecil.


Setelah di umumkan pemenangnya yaitu Wuhio Nam, pertandingan ke dua pun dimulai, sekarang dimana perempuan melawan perempuan.


Tidak berangsur lama pertandingan yang kedua ini karena kekuatannya cukup berbeda jauh, namun walaupun begitu hal tersebut masih berlaku adil karena mereka perwakilan dari sekte kelas menengah.


Pertandingan demi pertandingan pun dilewati tidak terasa dengan cepat sampai mendekati urutan Min Yu.


"Cukup! pemenangnya ialah Mo Lian..."


"Selanjutnya Hujin Ru melawan Min Yu."


Seorang pemuda naik ke atas panggung begitu pula Min Yu, ia tidak percaya jika akan berhadapan dengan pria. Min Yu pun melihat Lian Zheng.


"Jangan gugup..." Lian Zheng menggerakkan mulutnya seperti kata tersebut namun tidak bersuara.


Min Yu pun mengerti dan menenangkan diri, setelah itu ia membuat kuda-kuda.


"Lawanku ternyata gadis yang cantik, aku tidak tega membuat tubuh mulus mu itu terluka karena serangan ku nanti..." ujar Hujin Ru dengan nada meremehkan dan tersenyum seringai.


"Mohon bimbingannya!"


Dengan singkat, jelas, dan sopan Min Yu menjawab dengan tangan yang sudah dilangkupkan ke depan.


...****************...


See you in the next chapter


Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.


Tuhkan author telat, maaf ya!

__ADS_1


__ADS_2