Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-165. Kekacauan Kerajaan Phoenix ( 5 )


__ADS_3

Sosok iblis itu pun melangkah maju namun sesaat dirinya berhenti setelah melihat perbedaan aura dari Lian Zheng, tanpa ia sadari dirinya gemetar sedikit saat melihat mata tajam dari Lian Zheng.


Namun nenek Peng dengan cepat memaksa Iblis itu untuk melawan Lian Zheng secepatnya, sang Iblis pun menuruti nya karena nantinya ia akan dibayar sesuai janji nya pada nenek Peng.


Perlu di ingatkan jika sebuah hubungan pada sosok Iblis tidaklah gratis atau cuma-cuma, pastinya Iblis akan memberikan kompensasi pada calon tuannya, seperti menumbalkan gadis perawan, darah manusia yang murni, bayi baru lahir dan lainnya.


Kembali ke pertarungan, Lian Zheng menatap Iblis didepannya yang sudah lari menuju dirinya, ia kemudian merubah posisinya menjadi duduk sila, Sang Iblis pun kebingungan namun ia tetap maju karena ia pikir kekuatannya saat ini bisa mengakah Lian Zheng dengan mudah.


"Dasar ketiga-Nafas Dewa Langit!" gumam Lian Zheng.


Saat Lian Zheng menggunakan jurus itu seketika udara berhenti, suara yang tadinya sangat berisik sekarang sunyi, bahkan detak jantung milik Lian Zheng terdengar oleh dirinya, semua disekitar benar-benar berhenti.


Namun tiba-tiba sesuatu berwujud transparan seperti asap dan melayang diudara masuk begitu saja pada hidung Lian Zheng, seketika pikirannya menjadi tenang, mata, penciuman dan pendengaran nya menjadi tajam.


Saat waktu berjalan kembali, sosok Iblis itu ternyata sudah melancarkan serangannya apda Lian Zheng namun pemuda itu dengan santai menghindari nya kemudian dengan langkah cepat ia bergerak zig-zag dan menuju ke arah Iblis didepannya itu.


Dari pandangan Ji Chen, nenek Peng dan Iblis didepannya Lian Zheng bergerak sangat cepat namun sebenarnya Lian Zheng hanya memperpanjang langkahnya dan berlari seperti manusia umum nya, hal ini bisa dikatakan sebagai hukum gravitasi.


Saat pemuda itu merasa jika jarak antara Iblis sudah dekat ia pun langsung menggunakan jurusnya.

__ADS_1


"Dasar ketiga-Pedang Dewa Langit!"


Tiba-tiba pedang berwarna putih entah dari mana muncul dan digenggam oleh Lian Zheng, pemuda itu langsung menebas dan mencincang tubuh Iblis itu.


'Slaassh!'


'Slaash!'


'Slassh!


Perlahan tapi pasti tubuh Iblis itu seperti dilahap oleh api dan menjadi abu yang berterbangan, melihat akan hal itu nenek Peng pun terkejut dan terjatuh lemas, sekarang ia melihat Lian Zheng dengan penuh ketakutan.


"Kumohon jangan bunuh aku!" nenek Peng berteriak histeris dan beberapa kali memohon pada Lian Zheng.


"Baiklah aku akan melepaskan mu asal kau melepaskan kutukan yang ada didalam dirinya." Lian Zheng menunjuk Ji Chen.


"B-baik aku akan menyembuhkan nya."


Ji Chen pun maju ke arah nenek Peng, sedangkan nenek Peng mengerjakan apa yang diminta Lian Zheng sesekali ia melihat Lian Zheng yang sedang memperhatikannya.

__ADS_1


"Kau!" Lian Zheng langsung menebas kepala nenek Peng pada saat itu juga.


Pemuda itu tau jika proses nya sudah selesai namun nenek Peng melanjutkannya dengan memberikan kutukan yang lebih jahat dari pada itu, akan tetapi pemuda itu sedikit terlambat dimana aura kecil kutukan yang diberikan nenek Peng berhasil masuk kedalam Ji Chen.


"Suruh Ji'er untuk tidak bergerak... aku mengetahui kutukan yang diberikan kepadanya, kutukan itu memang tingkat tinggi namun kutukan itu cukup terkenal di era ku jadi aku tau cara melepaskannya." ujar Dewa Langit.


Ternyata selama ini Dewa Langit mengamati apa yang dilakukan oleh Lian Zheng dan Ji Chen.


Lian Zheng pun segera memberitahu pada Ji Chen untuk tidak bergerak dan anak kecil itu pun patuh, alasan jika Ji Chen tidak boleh bergerak karena hal itu akan membuat kutukannya berjalan lancar pada dantian Ji Chen dan bisa membesar sehingga bisa melahap habis jiwa Ji Chen dan tubuhnya.


Dewa Langit pun keluar dari tubuh Lian Zheng dan segera merapal kan mantranya dan secara perlahan keluar huruf kuno dari mulutnya dan masuk ke dalam tubuh Ji Chen, walaupun Dewa Langit sudah mengetahu cara melepaskan kutukan itu namun tampaknya ia dibuat kerja keras karena terlihat dari urat dahinya yang menonjol saat merapal kan mantra.


Saat selesai merapal kan, Dewa Langit masuk lagi kedalam tubuh Lian Zheng dan setelah itu tubuh Ji Chen mengeluarkan cairan hitam dan asap hitam yang keluar begitu saja dari mulutnya.


***


Zhi Yen dan tetua lainnya membubarkan diri masing-masing setelah masuk ke Istana rencana mereka akan mencari kamar Zhishu dan setelah ketemu mereka akan memberi tahu lainnya dengan suatu benda yang di tangan mereka, benda itu membuat seseorang seperti telepati.


See you in the next chapter

__ADS_1


Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.


__ADS_2