
Setelah beberapa jam akhirnya Koji Cen sadar dari pingsannya, pemuda itu melihat kesana-kemari namun tidak ada satu orang pun.
Pemuda itu bergegas berjalan keluar rumah, Terdapat Dewa Laut yang sedang mengobrol oleh seseorang gadis yang cantik.
Mendengar derap kaki, Dewa Laut menoleh ke arah belakang, Ia menemukan Koji Cen yang sedang tersenyum ramah sambil berjalan kepadanya.
"Kaisar Langit, Syukurlah sudah sadar." Ucap Dewa Laut.
"Dewa Laut, Siapa dia?" Tanya Koji Cen sambil menunjuk gadis yang ada di depannya.
"Perkenalkan saya Dewi Langit."
Seketika Koji Cen seperti patung, diam tanpa balasan, Tanpa sengaja ia menjatuhkan air mata.
"Kaisar?" tanya Dewa Laut yang lihat Koji Cen mengeluarkan air mata.
"Ah aku tidak apa-apa, saya Koji Cen."
Jawab Koji Cen.
"Kenapa kamu manggil dia dengan sebutan 'Kaisar'?" Tanya Dewi Langit.
"Dia Dewa Langit." Bisik Dewa Laut.
"Tidak mungkin, Bukannya kaisar sudah mati?" Gumam Dewi Langit.
"Apanya yang tidak mungkin Dewi?" Ucap Koji Cen yang mendengar gumaman dari Dewi Langit.
"Ah tidak apa-apa." Ucap Dewi Langit sambil tersenyum canggung.
Setelah itu Dewi Langit pergi tanpa mengucapkan satu kata apapun.
"Ada urusan apa dia kesini Dewa Laut?" tanya Koji Cen.
"Tidak usah dipikirkan, Panggil saja aku Rey."
Ucap Dewa Laut.
"Rey?"
"Ya, Sekarang aku ingin menanyakan kepadamu." Ucap Dewa Laut.
"Ayo masuk kerumah ku dulu."
Ucap Koji Cen.
"Tidak bisa, Ada aura yang sangat menekan." Ucap Dewa Laut sambil menelan ludah beberapa kali karena ketakutan.
'Pasti ini ulah Junhao.' Batin Koji Cen.
"Tunggu sebentar." setelah mengatakan itu Koji Cen masuk kerumahnya, Ia menyuruh Junhao untuk menarik aura yang sangat menekan, Setelah itu Koji Cen menyuruh Dewa Laut masuk kerumahnya.
__ADS_1
"Hah aku tau pasti itu roh dari rumah ini bukan?" Tanya Dewa Laut.
"Ya begitulah." Jawab Koji Cen.
"Jadi apa yang kamu mau tanya Rey?" Tanya Koji Cen.
"Aku ingin tau siapa nama asli mu?" Tanya Dewa Laut.
"Koji Cen."
"Yang benar!" Ucap Dewa Laut.
"Ya mema-" Belum menyelesaikan katanya seketika Koji Cen dialiri terus menerus ingatan tanpa henti.
Ingatannya masa lalu terus mengalir hingga 5 jam rasa pusing dikepala Koji Cen berhenti.
Melihat hal itu Dewa Laut tersenyum, Dan kembali bertanya, "Kutanya lagi, Siapa namamu?"
"Lian Zheng, Bukannya kau sudah mengetahui nya?, Eh Lian Zheng?" Ucap Koji Cen sambil memasang ekspresi kebingungan.
"Ya, Aku sudah mengetahui nya, Sebenarnya namamu bukan Koji Cen, Ingatan mu juga di segel saat kamu lahir, Entah untuk apa orang tua mu mengsegel ingatan mu, Namun aku yakin itu untuk kebaikan mu." Ucap Dewa Laut.
"Sebenarnya namaku bukan Koji Cen?"
"Ya." Ucap Dewa Laut.
"Dan satu lagi, dari mana kamu mendapatkan serigala berbulu emas itu?" Tanya Dewa Laut.
"Dihutan, Saat itu aku ingin mengetes kekuatan ku, Tapi aku menemukan si serigala itu, Aku berpikir mungkin ia bisa menjadi bahan cobaan dari kekuatan ku karena wajahnya sangat garang dan menakutkan, Tapi setelah 2 jurus aku keluarkan ia jatuh lemas, Saat itu aku berpikir jika dia terjatuh karena serangan ku jadi aku mengobatinya dengan obat yang dijual pedagang." Ucap Koji Cen.
"Apa kamu tau cara mengobatinya?" Tanya Koji Cen.
"Tentu, Dia harus kita bawa ke Dewa Obat bagaimana?" Tanya Dewa Laut.
"Oke." Ucap Lian Zheng yaitu Koji Cen sambil mengacungkan jempol.
***
"Apa dia Dewa Obat?" bisik Lian Zheng yaitu Koji Cen.
"Ya." Jawab Dewa Laut.
"Mengapa dia terbaring lemas di sini seperti terkena luka."
"Aku juga tidak tau kenapa ia bisa terluka padahal ia Dewa Obat, Tapi aku mendengar rumor jika dia terkena racun yang membuatnya terbaring lemas selamanya,Tapi jika ada penawar nya pasti ia bisa menyembuhkan luka serigala mu itu." Ucap Dewa Laut.
"Hah, Lalu bagaimana, Tidak bisa?" tanya Lian Zheng yaitu Koji Cen.
"Aku juga tidak tau, Coba kita bawa ke tabib istana, Disana ada murid dari dewa obat, Mungkin dia bisa mengobatinya." Ucap Dewa Laut.
Dewa Laut pun membawa Koji Cen terbang memakai Singa Elang, Setelah sampai di istana , Mereka berdua disambut hangat oleh Dewa Semesta.
__ADS_1
"Ada perlu apa, Kaisar?" Tanya Dewa Semesta.
"Aku ingin mengobati peliharaanku, Feng!" Ucap Koji Cen.
Seketika Feng keluar dari tubuh Koji Cen dan menampilkan serigala berbulu emas.
"Dia benar-benar mirip dengan Kaisar!" Bisik Dewa Semesta ke Dewa Laut.
Dewa Laut pun mengangguk setuju dan berkata, "Apakah Paolin ada disini?"
"Ada dia sedang mengobati prajurit yang tertusuk saat latihan tadi." Jawab Dewa Semesta.
"Baiklah, Aku dan Kaisar akan ke ruang pengobatan." Ucap Dewa Laut sambil menarik Koji Cen.
Setelah Koji Cen dan Dewa Laut pergi dari pandangan, Dewa Semesta bergumam, "Huftt, dia memang mirip sekali."
Disisi lain Koji Cen terus mengikuti Dewa laut menuju ruang pengobatan, Setelah sampai terlihat seorang pemuda yang sedang mengobati prajurit yang terbaring lemas.
Paolin yang melihat Dewa Laut dengan segera ia membungkuk kan badannya dengan arti salam hormat.
"Hormat kepada Dewa Laut, Ada perlu apa sampai-sampai engkau kesini Dewa Laut?" tanya Paolin.
"Ah tidak, Bukan aku yang ada keperluan padamu tapi Kaisar Langit yang membutuhkan kamu." Ucap Dewa Laut.
Paolin yang mendengar 'Kaisar Langit' seketika itu ia bertanya, "Bukannya beliau sudah ma-"
"Lancang!" Bentak Dewa Laut.
"Ampun Dewa Laut, Tapi dimana Kaisar?" Ucap Paolin, Memang dirinya sudah mendengar jika Dewa Langit kembali namun dirinya tidak percaya dengan pengumuman tersebut karena tidak melihatnya secara langsung.
Memang Koji Cen menunggu diluar ruangan, Jadi Paolin tidak mengetahuinya, Setelah mendengar panggilan dari Dewa Laut, Koji Cen masuk keruangan tersebut.
"Apa dia Dewa Langit?" Bisik Paolin.
"Ya, Beliau Kaisar Langit." Jawab Dewa Laut.
"Hormat pada Kaisar Langit." Ucap Paolin sambil membungkukkan badan nya.
Setelah itu Koji Cen menjelaskan jika ia kesini karena membutuhkan tabib untuk mengobati peliharaannya, Setelah mengetahuinya Paolin mengangguk dan Koji Cen pun mengeluarkan Feng.
Setelah beberapa jam akhirnya Paolin menyembuhkan luka dalam yang ada di tubuh Feng.
"Syukurlah." Ucap Koji Cen yang melihat Feng sudah di obati, Koji Cen juga takjub dengan Paolin karena Paolin dengan cepat dan lihai mengobati pasiennya.
...****************...
Gimana nih seterusnya mau dipanggil Lian Zheng apa Koji Cen?, Tulis dikolom komentar ya😉.
Yaudah jangan lupa
Vote
__ADS_1
Like
Rate bintang 5 nyo👍