
Setelah itu Lian Zheng pun izin pamit undur diri, Dan dirinya juga berpesan untuk merawat pohon sumber daya nya, Dan juga masalah makanan ia juga akan memberinya dengan jumlah besar dalam sebulan.
Lian Zheng kemudian membuka portal dan kembali ke alam bumi, Kini tujuannya melanjutkan perjalanan ke Sekte Gunung Petir, dan juga Lian Zheng berpikir untuk tidak terbang, Hal itu pasti akan menarik perhatian.
Lian Zheng keluar dari danau pintu masuk tersebut.
***
3 hari berlalu, Lian Zheng terus menerus berjalan, Dia juga sesekali dapat masalah kecil dalam perjalanannya.
Saat melihat asap hitam berterbangan di atas langit dengan segera Lian Zheng menggunakan teknik gerakan kilatnya, Saat sampai Lian Zheng dikejutkan dengan desa yang sudah habis terbakar tanpa ada sisa penghuni lagi, Semua warga telah dibunuh oleh seseorang atau kelompok bandit.
Lian Zheng pun berjalan di tengah-tengah desa, Siapa tau ada yang selamat? pikirnya.
Sudah mengelilingi desa itu sepenuhnya, Lian Zheng tidak menemukan tanda-tanda kehidupan, Saat ingin melihat rumah didepannya Lian Zheng dikejutkan lagi dengan asap hitam yang berasal dari desa lain.
Tidak ingin memakan banyak korban Lian Zheng langsung menggunakan teknik Gerakan Kilat, Setelah sampai Lian Zheng melihat sekelompok bandit yang sedang meminta barang yang berharga dengan kasar.
Kelompok bandit itu juga sesekali mencari gadis untuk menjadikannya pemuas nafsu mereka, Lian Zheng pun larut dalam pikiran emosi dia sekarang teringat lagi pada masa lalunya.
__ADS_1
Lian Zheng langsung melesat, Sebelum itu juga Lian Zheng menyembunyikan aura tingkat kultivasi nya.
'Bummm'
Suara ledakan, Lian Zheng memang menggunakan kekuatan Phoenix api namun ia hanya sedikit saja tapi sepertinya ia berlebihan.
Memang jika semua darah Binatang Tuhan bangkit maka kekuatannya juga akan bertambah.
Para bandit yang mendapatkan serangan mendadak tersebut seketika terpental dan beberapa tewas dengan tubuh gosong.
Atasan para bandit yang melihat para bawahannya diserang secara tiba-tiba seketika dia marah dan mengeluarkan hawa pembunuh yang sangat pekat.
Lian Zheng pun tidak terancam dengan aura pembunuh tersebut, Namun para warga yang sama sekali tidak punya kekuatan seketika pingsan dan ada juga yang gemetar ketakutan.
Jika aura pembunuh tidak mempengaruhi Lian Zheng maka yang dipikir dari atasan bandit itu ialah kabur, Ia tau jika Lian Zheng jauh lebih kuat dengannya.
Saat ingin kabur, Atasan bandit tersebut mendapat serangan bola api ke tubuhnya dan ia terpental, Dengan segera atasan bantdit tersebut mengalirkan tenaga dalamnya untuk menghentikan pendarahan nya.
"Maafkan aku tuan, Tolong aku punya anak dan istri." Ucapnya.
__ADS_1
"Maaf?, Apa kau pernah memaafkan korbanmu saat seperti saat ini?" Ucap Lian Zheng dengan tatapan tajam.
Dengan nada gemetar atasan Bandit tersebut menjawab, "Ti-tidak tuan..."
'Slash'
Kepala atasan bandit tersebut terpisah dari tubuhnya. Lian Zheng pun tersenyum jijik.
Setelah itu ia berbalik badan dan mendekati seseorang pejuang desa yang masih gemetar ketakutan, Pejuang dari desa yang didekati oleh Lian Zheng seketika ketakutan.
Walaupun Lian Zheng menolongnya namun ia berpikir negatif jika Lian Zheng juga akan menghabisi mereka.
"Bangunlah, Jangan takut aku tidak akan melukai kalian semua." ucap Lian Zheng.
Para pejuang pun bangun dengan tubuh yang masih gemetar.
"Jika sewaktu-waktu desa kalian terserang lagi maka pecahkan batu ini." ucap Lian Zheng dengan menyodorkan batu seperti yang ia lakukan sebelumnya.
...****************...
__ADS_1
Bonus walaupun sedikitđ
Sekian Terimakasih~