
"Bagaimana sudah tau dimana letak posisi Kaisar Langit?"
"Belum Yang Mulia..."
"Percepat lagi-! Dewa Iblis sudah bangkit dan mulai mengumpulkan kekuatannya, Sebelum itu temukan Kaisar Langit dan bawa ke alam Nirwana Agung!"
"Baik Yang Mulia!"
***
'Sepertinya benar perkataan dari pejuang tadi...' batin Lian Zheng yang melihat baju hitam yang sedang mengikat para warga desa.
"Kamu tunggu sini, Buatlah array jika ada yang menyerang oke?"
"Tapi aku iku-"
"Tidak, Ini bahaya Ji'er!"
Ji Chen hanya pasrah dan mengikuti perkataan dari Lian Zheng, sementara itu Lian Zheng mencoba mendekati dengan diam-diam, Bukannya takut dengan kekuatan pendekar aliran hitamnya namun Lian Zheng takut warga desa akan dijadikan sandera.
Ia mencoba mendekati dengan cara melompat satu persatu ke atas atas rumah.
"Hah! sepertinya ada pendekar suci di antara mereka..." gumam Lian Zheng.
Saat jarak para pendekar aliran hitam dan para warga agak menjauh, Lian Zheng langsung melesatkan pukulan berisikan Qi.
'Jduummm!'
Pendekar aliran hitam langsung menarik senjatanya masing-masing dan menodongkan ke arah Lian Zheng, sedangkan Lian Zheng memasang array di antara para warga yang sedang terikat dan juga ia sudah melepaskan tali dari salah satu warga yang ikat.
"Nak, Lebih baik kau bergabung dengan kami, dengan itu kamu akan mempunyai kekuatan yang jauh lebih kuat dari kekuatan mu sekarang."
__ADS_1
Para pendekar aliran hitam pun tersenyum seringai dan membenarkan perkataan dari temannya itu.
Sayang tapi sayang, orang yang mereka tawarkan itu sangat membeci aliran hitam maupun tuan mereka, Seratus kali atau beribu kali mereka mencoba untuk menawarkan Lian Zheng bergabung pada mereka pun Lian Zheng akan menolaknya.
Lian Zheng pun menarik senyum sinis di bibirnya lalu ia berkata, "Mimpi, Bajing*n kalian semua!"
"Tarik kata-kata mu itu!, dan bergabunglah pada kami atau tidak kau akan kami hajar sampai mati-!"
Lalu Lian Zheng tak menghiraukannya, pemuda itu langsung melesat cepat, sebenarnya dia ingin bermain-main sebentar namun karena tidak ingin membuang waktunya Lian Zheng pun mempercepat serangannya.
Pedang Lian Zheng antara senjata para pendekar aliran hitam itu berbenturan menghasilkan gelombang energi yang lumayan, Untung saja para warga desa sudah dilindungi oleh Array yang dibuat Lian Zheng tadi sehingga para warga desa tidak terkena gelombang energi tersebut.
Sekarang Lian Zheng melawan 5 pendekar raja, Walaupun mereka menang jumlah namun Lian Zheng menang dengan kekuatannya, Bahkan jika kekuatan Lian Zheng dibawah mereka namun Lian Zheng mempunyai teknik yang mematikan pasti tetap saja Lian Zheng akan memenangkan nya.
"Dia kuat sekali!" seru salah satu dari mereka.
4 Pendekar aliran hitam itu pun beranggapan sama.
"Kita tahan dulu sebelum ketua datang..."
"Baik!"
Mereka berlima terpaksa bertahan untuk menunggu ketua yang kekuatannya lebih kuat diantara mereka berlima.
Sampai akhirnya siluet hijau turun dari langit dengan kekuatan yang cepat dan menuju Lian Zheng, Lian Zheng sendiri tidak menyadari karena ia sedang fokus dengan musuh yang didepannya sehingga pemuda itu terpental dan menabrak beberapa rumah.
Untung saja tulang Lian Zheng sudah kuat, Jadi tidak ada tulang yang retak namun hanya beberapa saja goresan di tubuhnya.
Lian Zheng keluar dari bangunan tersebut dengan mengelap darah di sudut bibirnya, Pemuda itu menatap tajam siluet hijau tersebut sedangkan lima pendekar aliran hitam tersebut menatapnya dengan tersenyum ria.
"Habislah pemuda itu, Hahaha..."
__ADS_1
Mereka pun menertawakan Lian Zheng yang mereka kira akan mati di tangan ketua mereka, Lian Zheng sebelumnya sudah menyembunyikan auranya sehingga orang tidak bisa mendeteksi tingkat kultivasi Lian Zheng.
Siluet hijau tersebut bernama Hu long, Ia termasuk 10 ketua terkuat di sektenya, Walaupun begitu Hu Long menduduki peringkat terlemah di 10 ketua terkuat, dan juga ia sering kali di bully oleh ketua yang lainnya namun untung saja ia memiliki kakak yang baik dan kakak tersebut ialah patriak dari sektenya.
Walaupun ketua lainnya membully adiknya sendiri namun patriak membutuhkan mereka semua jadi mereka tidak dikeluarkan dari sektenya dan hal itulah membuat adiknya sedikit membeci kakaknya.
"Apa yang mau kalian lakukan dengan para warga desa itu?"
Hu Long tersenyum sinis, Lalu berkata dengan nada ejekan, "Aku ingin menjadikannya tumbal-!"
'Tumbal?' batin Lian Zheng.
"Tidak akan kubiarkan!" Lian Zheng melesat dengan menggunakan pedang ditangan kanannya.
'Traangg'
Pedang antara pedang berbentur, Lian Zheng dan Hu Long saling mendorong satu sama lain menggunakan pedangnya.
Lian Zheng yang melihat Hu Long dengan kebencian dan menjijikan sedangkan Hu Long melihat Lian Zheng dengan tatapan nafsu membunuh.
...****************...
See you in the next chapter
Jangan lupa-
Vote-
Like-
Rating bintang 5 nya.
__ADS_1
Jam up 19:50