Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-92. 'Aku harus lebih cepat menjadi yang terkuat-!'


__ADS_3

Setelah melihat-lihat senjata dilantai tiga pemuda itu turun untuk menemui Rian Ye, mungkin ia akan berpergian jauh dan akan memulangkan Rian Ye.


Setelah di lantai satu, Lian Zheng sedang melihat Rian Ye yang sedang meracik obat-obatan aroma herbal bertebaran di lantai satu.


Rian Ye sudah membuat dua pil, kemudian ia berpaling dan berjalan mendekati Lian Zheng yang sedang menatap pil buatannya itu.


"Pil apa itu?"


"Ini pil syaraf, pil untuk mengobati syaraf-syaraf yang rusak dengan persentase 65, nah ini ambilah saudara Lian!" Rian Ye menyodorkan pilnya.


Lian Zheng menerima pil itu, ia meneliti terlebih dahulu, setelah itu Lian Zheng meminumnya seketika tubuhnya menjadi gampang digerakkan, Lian Zheng menggerakkan kedua tangan dan kakinya.


Lian Zheng tersenyum, lalu berkata, "Sangat hebat saudara Ye! Terimakasih."


Rian Ye tersenyum puas dengan hasil pil yang diberikan Lian Zheng, kemudian ia juga meminum 1 pil tersisa tadi, sama seperti Lian Zheng, pemuda itu juga merasakan keringanan ditubuhnya.


"Saudara Ye, aku ingin berpergian jauh, apa kau ingin pulang?"


"Kalau begitu aku ikut!"


"Maaf aku tidak bisa, mungkin akan terlalu bahaya untuk dirimu, kau ingat kejadian yang kemarin?"


Rian Ye menundukkan kepalanya, lalu menatap Lian Zheng dengan wajah yang musam, kemudian ia berkata, "Baiklah aku mengerti..."


Lian Zheng hanya menutupi rasa bersalahnya dengan anggukan kecil, kemudian ia mengajak Rian Ye untuk bermain sebentar sebelum dirinya berpisah padanya.

__ADS_1


***


Sudah tiga jam mereka berdua berkeliling, Lian Zheng juga memberikan permata yang sama pada saat ia menolong desa, kemudian Lian Zheng memberitahu jika permata itu bisa digunakan saat nyawanya terancam, Rian Ye hanya mengangguk kecil.


Sedangkan Rian Ye memberikan sebuah kunci yang terdapat energi spiritual, Rian Ye sendiri tidak mengetahuinya kegunaannya karena ia baru saja menemukan saat ia berjalan kekota Liejin.


Lian Zheng menerimanya, ia juga terkejut dengan pemberiannya yang tiba-tiba hilang ditangan Rian Ye.


"Kau simpan kemana?"


"Aku simpan ke cincin penyimpanan!" ujar Rian Ye menunjukan cincin kecil.


Kemudian Lian Zheng menyatukan cincinnya dengan cincin Rian Ye seketika cincin milik Rian Ye bersinar terang saat didekati oleh cincin Lian Zheng.


Rian Ye sendiri terkejut dengan hal itu, karena sebelumnya cincin itu hanya biasa-biasa saja tidak seperti sekarang, kemudian ia bertanya pada Lian Zheng, "Apa itu Cincin Samudra Langit?"


Rian Ye kemudian melihat cincin milik Lian Zheng itu, lalu ia mengangguk kepalanya.


"Pantas saja saat aku bersama mu cincin ini selalu bercahaya, hal itu disebabkan karena cincin milik ku ini adalah pecahan dari Cincin Samudra Langit jenis ruang saja, berarti cincin mu itu hanya pecahan saja? lalu jenis apa?"


"Ya ini hanya pecahan saja, sedangkan jenisnya mungkin Ruang dan Waktu..."


Rian Ye mengangguk kecil, kemudian mereka berdua kembali ke penginapan untuk mengambil peralatan mereka masing-masing. Setelah semua sudah dilakukan Lian Zheng lebih dahulu pamit undur diri, sebenarnya Lian Zheng juga tidak tau kemana tujuannya sekarang, namun setelah diberi tahu Pecahan Jiwa pemuda itu sekarang tau tujuannya.


Lian Zheng sekarang menuju ke hutan yang dimana monster berkeliaran Tampa ada habis-habisnya, namun saat ditengah perjalanan Lian Zheng dikejutkan dengan seseorang tiba-tiba mendarat di depannya.

__ADS_1


Lian Zheng melihat lagi wajah nya kemudian ia mengenalinya.


"Shen Tian? bagaimana kau bisa kesini? lalu ada apa kau kesini?"


Shen Tian masih dengan posisi seperti sebelumnya yaitu berlutut dengan satu kaki dan menundukan kepalanya, kemudian ia menjawab, "Maaf telah menggangu perjalanan Yang Mulia, hanya saja aku ingin memberitahu jika di tanah kultivator sedang terjadinya konflik yang besar, hal aku kesini itu tidak terlalu sulit..."


"Ya, dengan kekuatan yang baru 5 persen saja dia bisa berpindah ke alam mana saja, jika 5 Penjaga Surga sudah dibebaskan semua dari segelnya mungkin kekuatan mereka akan sepenuhnya kembali." jawab Pecahan Jiwa.


Lian Zheng mengangguk kecil, kemudian ia berkata, "Baiklah, kau bisa pergi..."


"Baik Yang Mulia!"


Memang selama ini Shen Tian diberi tugas untuk melindungi Sekte Gunung Petir, tentu saja Shen Tian sangat menghargai tugasnya tersebut karena itu tugas dari tuannya dan itu juga menyangkut keluarga dekat Lian Zheng.


Lalu Shen Tian terbang dengan cepat, setelah tidak melihat lagi Shen Tian Lian Zheng melanjutkan perjalannya, ia hanya membawa pedang pemberian kakeknya itu di punggungnya.


Walaupun rute jalannya yang sekarang ia lewati terbilang cukup sepi namun Lian Zheng tidak mengurangi rasa waspada nya.


"Aku harus lebih cepat menjadi yang terkuat-!"


...****************...


Ga kerasa udah ganti tahun aja, Selamat tahun baru ya😉


Semoga ga bosen ya dengan novel sederhana author ini hehehe, Bye👋.

__ADS_1


See you in the next chapter


Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.


__ADS_2