
Lian Zheng pun dibawa ke ruang khusus untuk dirinya, Untuk itu didepan ruangannya terdapat 2 penjaga Rubah Hitam agar tidak ada yang menggangu nya.
"Dewa Langit, Apa yang harus ku lakukan?"
"Pelajarilah dasar ketiga selepas itu kita akan ke tahap selanjutnya."
"Baiklah..."
***
Sudah 1 bulan Lian Zheng tidak keluar dari ruangannya, Kini pemuda itu sedang mempelajari teknik terakhir dari dasar ketiga, Hal tersebut membuat Dewa Langit kagum karena dalam jangka waktu cepat Lian Zheng bisa memahaminya.
Tentu teknik terakhir dari dasar yang ketiga terlalu sulit untuk memahaminya, Lian Zheng pun dengan antusias ia mempelajari teknik tersebut.
Teknik terakhir tersebut mempunyai nama Dewa Langit Abadi. Membuat penggunanya menjadi hidup abadi dan mempunyai separuh kekuatan dari Dewa Langit sesungguhnya.
"Anak muda, Saat sudah selesai mempelajari teknik itu aku akan membuka garis suci dari binatang tuhan, Jadi bersiaplah menerima resiko!" ucap pecahan jiwa Dewa Langit.
"Baik, Aku akan siap menanggungnya."
"Huh, Kau terlalu lama sudah 3 minggu tapi belum juga mengerti, Baiklah biar ku bantu, Baca petunjuknya."
Pecahan jiwa Dewa Langit kira Lian Zheng bisa mempelajari teknik terakhir dari dasar ketiga dengan cepat seperti teknik lainnya ternyata ia salah.
"Baik, 1 Ilmu 1 Tujuan, Dasar langit tidak ada ujungnya."
"1 Ilmu 1 Tujuan yaitu mempelajari ilmu pasti ada tujuan, Dasar langit tidak ada ujungnya yaitu Diatas langit tetap ada langit, Lanjut!"
Lian Zheng mengangguk mengerti lalu melanjutkannya.
"Alam semesta yang maha adil dan bijaksana."
"Alam semesta yang maha adil dan bijaksana Artinya Tidak ada yang tidak adil, Semua aturan didunia tentu bijaksana, Sampai disini mengerti?"
"Ya, Aku mengerti."
Lian Zheng mendahului memahami dari teknik tersebut agar saat ia mempraktikkan tekniknya tidak ada yang salah.
__ADS_1
"Jika sudah mengerti, Bacakan teknik tersebut!"
"Baik, Air mengalir tiada henti, Api membara seperti iblis, Angin berhembus seperti kilat, Tanah bergetar seperti murka, Kanan dan kiri seperti arah."
"Kamu perlu kehutan terlebih dahulu, Pasalnya teknik ini butuh penghayatan untuk mengaktifkannya."
"Baiklah!"
Lian Zheng pun memutuskan keluar selama 1 bulan lamanya di ruangan khusus miliknya.
"Yang Mulia... " Ucap bersamaan 2 penjaga di ruangannya.
Lian Zheng pun mengangkat tangannya tanda untuk berdiri, Lalu ia keluar dan mencari keberadaan Le Wu.
"Yang Mulia..."
"Le Wu, Dimana hutan dekat Istana disini?"
"Dibagian sebelah barat, Yang Mulia... "
Setelah itu Lian Zheng keluar dari Istana Pohon, Pemuda itu terbang dengan cepat ke arah barat, Setelah 3 menitan didepan pemuda itu terlihat hutan dengan pohon yang hijau terang.
Lian Zheng pun turun dengan pelan.
"Cepat cari sungai, dan nyalakan api disebelah mu saat mempelajari."
Lian Zheng bergegas mencari sungai, Akhirnya ia melihat sungai yang di pinggirnya terdapat batu berukuran sedang, Lalu pemuda itu menyalakan api di sebelahnya.
"Baiklah, Aku tidak akan bicara agar kamu bisa fokus, Cepat ikuti syair teknik tadi cobalah fahami sendiri."
Lian Zheng pun mengikuti suara air mengalir, Kini tangan dari pemuda itu seperti menari yang tidak ada putus-putus nya, Kemudian ia mencoba angin yang berhembus sekian lama angin tersebut kencang seiringnya Lian Zheng fokus semakin lama api disebelahnya membesar.
Setelah 5 menit Lian Zheng terus menghayati sampai-sampai dikening pemuda tersebut terdapat sebuah garis yang terus menyala, dan bumi bergetar hebat.
Lian Zheng pun semakin cepat menghayati gerakannya, Sebuah pusaran air tercipta, Tornado api semakin besar, angin topan pun tercipta dan bumi bergetar hebat.
'Duaarr!'
__ADS_1
Sebuah kilat turun dari langit dan menghantam keras tubuh Lian Zheng namun pemuda itu terus mempercepat gerakannya seakan tidak ada yang mengganggunya.
Kilat-kilat tersebut semakin banyak dan menghantam tubuh Lian Zheng lebih keras, tanpa sadar disekitar Lian Zheng Badai tercipta, langit pun tetap bergemuruh lebih kencang dari sebelumnya.
Sampai akhirnya langit berubah menjadi biru tua yang mengeluarkan cahaya biru seperti Surya dan menghantam Lian Zheng sehabis itu keluarlah tombak yang berbentuk petir dan langsung memasuki tubuh Lian Zheng.
"Aaarrgghhh"
Jerit kesakitan Lian Zheng saat tombak petir tersebut memasuki tubuh Lian Zheng dengan paksa, Dengan segenap kemampuan nya Lian Zheng menahan rasa sakit tersebut.
'Bumm!'
Dada Lian Zheng mengeluarkan cahaya biru seperti Surya dan mengenai pohon-pohon disekitarnya, Pohon yang terhantam Surya biru tersebut seketika hangus tanpa sisa.
"Bertahan!" ucap pecahan jiwa Dewa Langit.
Pecahan jiwa Dewa Langit tidak tega dengan penderitaan Lian Zheng rasakan tersebut, Karena dulu ia pernah merasakan penderitaan yang sama dengan Lian Zheng rasakan tersebut, Rasa sakit disekujur tubuhnya sangat perih dan sakit, Darah mengalir dan mendidih.
Lian Zheng pun membuka kelopak matanya, Terlihat perubahan matanya menjadi biru terang.
"Selamat sudah melawan jalan kesengsaraan, Coba kamu rasakan tingkat kultivasi mu."
"Apa-apaan Ini-!, mengapa aku sudah melewati tahap Jendral Dewa? Apa masih ada tahapan baru?"
"Ya kau benar, Sekarang kamu sudah menjadi abadi dan dewa murni."
"Lalu apa aku sudah bisa melawan Raja Iblis?"
"Belum, Kamu perlu naik 2 tingkat lagi untuk melampaui nya."
"Baiklah."
...****************...
Jadi kali ini akan ada penambahan lagi biar tambah greget hehehe.
Jangan lupa Vote, Like, dan Rating bintang 5 nya.
__ADS_1