
"Baiklah, kurasa Pil ini membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuatnya..."
Lian Zheng mencoba setenang mungkin agar tidak ada kesalahan seperti sebelumnya, kemudian ia membuat inti api Phoenix ditangannya walaupun cukup panas nyatanya Lian Zheng sudah membuat formasi dari awal ia membuat pil sebelumnya, jadi ruangannya tidak hangus terbakar oleh inti api Phoenix itu.
Kemudian ia satu persatu mencampurkan dari bahan yang ia beli, pemuda itu dengan teliti dan benar karena juga jika gagal maka akan sia-sia bahan yang dipakainya nanti.
4 jam pun sudah berlarut, Lian Zheng sudah di tahap akhir pembuatan dengan sentuhan terakhir pil itu akhirnya berhasil ia buat.
Di meja terdapat wadah yang berisikan bubuk berwarna putih dengan mengeluarkan asap, di tangan Lian Zheng terdapat 3 buah pil melayang, setelah itu ia mengambil pil yang sebelumnya ia buat dan menggabungkannya dengan pil yang barusan ia buat tadi.
'Buum!'
Ledakan kecil terjadi, bubuk merah kecoklatan bercampur dengan bubuk putih berterbangan di ruang pengobatan, Lian Zheng sedikit terganggu sampai-sampai ia hampir bersin oleh kedua bubuk tersebut.
Saat ia melihat tangannya terdapat 3 buah pil berwarna ungu melayang, Lian Zheng mengambil pil tersebut karena sudah selesai ia buat, nama pil itu sesuai dengan khasiatnya yaitu pil Penguat Tulang, namun pil Penguat Tulang yang dibuat Lian Zheng agak berbeda dari umumnya dimana Lian Zheng saat proses pembuatan sedikit mencampurkan dengan cairan murni batu Zuh yang bisa membuat pil itu bisa menambahkan luas dantian seseorang secara perlahan.
"Akhirnya selesai juga, baiklah tahap selanjutnya yaitu Min Yu."
Lian Zheng keluar dari ruang pengobatan, kemudian ia berjalan ke arah Min Yu yang sedang berlatih bersama Ji Chen, pemuda itu pun memanggil keduanya.
"Ji Chen, kamu boleh beristirahat, jangan terlalu memaksakan lagi pun hari sudah menjelang malam sebaiknya kamu membersikan diri dan tidur, esoknya kita lanjutkan..." ujar Lian Zheng seraya tersenyum lembut.
"Baik paman, Ji Chen masuk duluan ya..." ujar Ji Chen seraya melangkah masuk kedalam rumah.
__ADS_1
Min Yu yang sudah masuk terlebih dahulu dengan cepat ia ingin menyusulnya namun setelah beberapa langkah dirinya ditangan oleh Lian Zheng.
"Berhenti, aku harus melakukan sesuatu terhadap mu." ujar Lian Zheng.
Min Yu yang mendengar itu seketika terkesiap, dirinya perlahan membalikkan badannya menghadap Lian Zheng dan langsung menenangkan dirinya.
"Ayo ke kamar mu." ujar Lian Zheng seraya melangkah masuk kedalam rumah dan mengabaikan tatapan Min Yu.
"Tunggu dulu..." Min Yu menyusul Lian Zheng.
Setelah didepan pintu kamar Min Yu, Lian Zheng langsung masuk tanpa permisi namun seketika ia terkesiap dan berbalik arah menuju keluar kamar.
"Kyaa!! tidak sopan." teriak Min Yu yang mengetahui jika Lian Zheng sudah melihat isi kamarnya.
Min Yu menatap tajam Lian Zheng sebelum membereskan kamarnya, setelah keadaan dilamarnya telah rapi dari sebelumnya Min Yu memperbolehkan Lian Zheng masuk.
Lian Zheng langsung mengeluarkan bak mandi yang sebelumnya ia beli, padahal dirinya tidak membutuhkan hal tersebut namun karena terlanjur beli yasudahlah dirinya terpaksa memakainya dari pada jadi benda yang tidak kepakai nantinya di cincin penyimpanan nya.
Setelah itu ia memberi air pada bak mandinya dengan elemen airnya, setelah agak penuh dan menyisakan ruang untuk menyeburkan diri, setelah itu Lian Zheng menyuruh Min Yu untuk masuk kedalam bak mandi tersebut dengan telanjang.
"Apa kau gila! a-aku tidak mau." ujar Min Yu yang sedikit terbawa emosi dan malu.
"Aku tidak melakukan sesuatu yang buruk terhadap mu namun aku memberikan sesuatu yang baik untuk tulang mu." ujar Lian Zheng dengan malas.
__ADS_1
"Baiklah tapi kau berbalik dahulu."
Dengan nurut Lian Zheng berbalik arah dan tidak melihat Min Yu yang secara perlahan membuka pakaiannya setelah itu gadis tersebut menyeburkan tubuhnya kedalam bak mandi.
"Baiklah aku akan berbalik." setelah itu Lian Zheng berbalik arah dengan menutup matanya.
Dengan menutup mata Lian Zheng menyebut ke bak mandi secara perlahan, Min Yu yang tau dengan begitu ia hendak berteriak namun Lian Zheng menutup tangannya dengan segera.
"Tunggu dahulu." Lian Zheng melambaikan tangannya seketika formasi terpasang dengan itu suara tidak terdengar dari luar ruangan.
"Kau memangnya mau apa!" dengan berani Min Yu bertanya.
"Tenanglah dan percaya jika aku tidak akan melakukan sesuatu, namun aku berani melakukan karena juga tidak ada yang bisa menghalangi ku, namun tetap saja aku sebagai laki-laki sejati tidak akan berbuat yang kotor..."
Min Yu percaya dan pasrah, ada benarnya yang dikatakan oleh Lian Zheng jika pemuda itu bisa melakukannya dengan mudah dan tidak ada yang bisa menghalanginya karena ia tau jika kekuatan pemuda itu sangat kuat dan besar.
...****************...
See you in the next chapter
Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.
Heyyo!✨
__ADS_1