Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-109. Diculiknya Min Yu


__ADS_3

Setelah mandi Lian Zheng lekas-lekas ke goa, namun baru saja pergi sebentar keadaan goanya seketika berantakan.


"Sepertinya ada yang tidak beres..." gumam Lian Zheng.


Didalam hatinya, pemuda itu berharap jika Min Yu baik-baik saja, ia dengan segera memasuki goa, namun Lian Zheng tidak merasakan tanda-tanda kehidupan, setelah diamati benar-benar terdapat banyaknya jejak sepatu di tanah.


"Min Yu diculik!"


Lian Zheng keluar dari goanya, ia mengikuti jejak itu terus menerus sampai akhirnya jejaknya memudar dan tidak ada lagi jejak.


"Sial mereka terbang!"


Lian Zheng mencoba merasakan tanda-tanda kehidupan dari ratusan kilometer, sampai akhirnya ia menemukan banyaknya tanda kehidupan yang sedang terbang di udara.


Lian Zheng pun terbang dengan cepat, menyusul mereka, sepertinya tujuan mereka ke istana kekaisaran, karena mereka menuju ke arah barat, dimana kekaisaran Jiang berdiri disana.


Disisi lain, rombongan armor perak didepannya, di tengah-tengah nya terdapat kurungan besi dan didalamnya seorang gadis yang pingsan lemas, tiba-tiba saja mereka merasakan energi kuat melintasi mereka, siluet putih menghentikan terbang rombongan tersebut.


"Min Yu..." gumam Lian Zheng yang melihat Min Yu terkurung di kurungan besi.


Pendekar S yang melaporkan tentang Lian Zheng sebelumnya dengan segera ia mendekat ke Lian Zheng disusul dengan seseorang pria yang tampan.


"Tuan pendekar, apa kau mengenalinya?" tanya pura-pura Pendekar S tersebut.


Sebelumnya seperti ini, Min Yu yang sedang asik menenangkan diri tiba-tiba dibuat kaget oleh suara derap kaki yang banyak, ia mencoba mengintip sebentar keluar goa dan melihat banyaknya prajurit kekaisaran yang sedang melintasi goa tersebut, namun karena ketakutan Min Yu tidak sengaja meruntuhkan beberapa batu membuat suara yang nyaring.


Suara itupun menarik perhatian prajurit kekaisaran,karena mereka penasaran akhirnya mereka menelusuri kedalaman goa, sepanjang jalan mereka menatap goa ini terawat sampai akhirnya mereka menemukan gadis belugu yang sedang mengumpat.


Pendekar S itupun meneliti lebih jauh, setiap sudut goa, batu-batu tertata rapih, namun ia merasa ada yang janggal, dipikirannya tidak mungkin gadis yang tidak memiliki kekuatan ini bisa mentata batu besar yang bahkan beratnya lebih berat dari tubuhnya. pada akhirnya pendekar S itupun menanyakan ciri-ciri Lian Zheng, dan disitulah Min Yu tidak menjawab membuat Pendekar S itu yakin jika Min Yu ini kekasihnya atau keluarganya Lian Zheng, setelah membuat Min Yu tidak menyadarkan diri, ia berencana Min Yu akan menjadikan ancam untuk Lian Zheng.

__ADS_1


***


"Ada urusan apa dengannya!" tanya Lian Zheng meninggikan suaranya.


Pendekar S itu mengangkat bahunya, lalu bertanya, "Tuan, apa kau mengenalinya?"


Lian Zheng menatap tajam Pendekar S tersebut, diam-diam pendekar S tersebut ketakutan namun ia berusaha setenang mungkin.


"Aku mempunyai satu syarat, jika tuan bisa memenuhinya, maka tuan bisa membebaskan gadis itu..."


Lian Zheng masih terdiam, kemudian matanya beralih pada Min Yu, karena kasihan Lian Zheng pun menanyakan apa syaratnya.


"Cukup mudah, jadilah pengawal pribadi Kaisar Jiang dengan itu tuan akan mendapatkan uang dan posisi tertinggi setelah kaisar dan ratu." jawab Pendekar S seraya senyum ramah.


"Jual mahal lah dirimu nak, Kaisar itu tidak pantas kau layani bahkan dewa sekalipun, bagaimana pula Binatang Tuhan mempunyai posisi yang sangat tinggi di alamnya." ujar Pecahan Jiwa.


Lian Zheng membenarkan perkataan Pecahan Jiwa, kemudian ia berkata, "Kaisar Jiang tidak pantas ku layani sebaliknya harusnya dia yang tunduk padaku!"


Pendekar S pun menyuruh para prajuritnya menyerang Lian Zheng secara bersamaan agar Lian Zheng menerima dengan paksaan.


Lian Zheng menahannya sekuat mungkin, ia tidak mau mengeluarkan kekuatannya terlebih dahulu, pemuda itu ingin menyelesaikan ini dengan baik-baik, tapi sepertinya prajurit inilah yang memancing emosi Lian Zheng.


Pemuda itu langsung bergerak cepat, kemudian disela-sela waktu ia mengeluarkan pedang Kematian, auranya membuat para prajurit ketakutan, bahkan Pendekar S dan pria disebelahnya terpengaruh dengan aura tersebut.


Lian Zheng menebaskan pedangnya dengan lihai, ia dengan cepat mengayunkan pedangnya seraya maju mendekati kurungan besi, armor perak yang dipakai prajurit tersebut tidak berkutik dihadapan pedang Kematian, Lian Zheng seolah memotong tahu dengan lembut.


Pendekar S itupun memberi isyarat kepada pria disebelahnya, pria disebelahnya ialah Huo Long, seseorang pion kekaisaran milik Kaisar Jiang, dialah seorang kultivator terkuat di kekaisaran Jiang.


Pendekar S dan Huo Long menyerang Lian Zheng secara bersamaan, Lian Zheng sekarang terpojok karena ia diserang dari semua sisi.

__ADS_1


"Dasar Kedua-Pasukan Raja Langit!" teriak Lian Zheng.


Lian Zheng menggunakan kekuatan Pasukan Raja Langit hanya seperempat saja jadi yang keluar hanya puluhan ribu, namun itu membuat para prajurit kekaisaran Jiang menelan ludahnya, karena kekuatan yang dipancarkan oleh pasukan Lian Zheng masing-masing ialah Dewa Kuning, memang Lian Zheng sengaja mengurangi jumlahnya namun ia menambahkan kekuatannya.


"Dasar Ketiga-Baja Dewa Langit!"


Armor hitam yang saat mengaktifkan jurus Pasukan Raja Langit tiba-tiba menyatu dengan Armor berwarna Merah, formasi kuat mengelilingi armor tersebut.


Kini Lian Zheng bisa melawan Pendekar S dan Huo Long dengan leluasa karena para prajurit kekaisaran disibukkan oleh pasukannya.


Ketiga orang tersebut sudah mengeluarkan beberapa jurus, terlihat dari Pendekar S dan Huo Long mengalami luka tusukan di tangan dan kakinya.


"Dia terlalu kuat tidak seperti yang dibayangkan!"


Huo Long mengangguk, kemudian mereka berdua melepaskan energi kuat membuat Lian Zheng termundur sedikit dari tempatnya, setelah itu mereka berdua berniat melarikan diri, namun tiba-tiba pedang Kematian melayang didepan mereka.


"Tidak ada yang bisa kabur, atau ku bunuh!"


Dengan segera kedua orang tersebut membalikan badannya dan menghadap Lian Zheng.


Tanpa diduga Lian Zheng langsung menebaskan pedang nya yang masih melayang itu ke kepala kedua orang itu, seketika para prajurit yang memegang kurungan besi menurunkannya, dan kabur begitu saja, Lian Zheng pun menarik pasukannya dengan itu prajurit kekaisaran mundur balik ke tempatnya, karena mereka melihat jika pemimpin nya sudah tewas.


...****************...


See you in the next chapter


Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.


Saya sebagai author meminta bantuan pada readers, saya ingin para reader meng share novel ini kepada teman, keluarga, pacar ataupun siapa gtu, dengan novel ini ramai dibaca author akan senang, dan itu membuat saya menjadi semangat menulis.

__ADS_1


Terimakasih yang sudah Vote, terimakasih yang sudah Like perchapternya dan ratingnya walaupun author juga merasa novel saya ini masih banyak kesalahannya atau ketidak menarik kan, itu saja.


Terimakasih semua, love u ❤️


__ADS_2