
Sementara di Bumi tepatnya tanah kelahiran Lian Zheng, Muncul berita yang menggemparkan dimana seseorang melawan ribuan hewan iblis dan mengalahkan bawahan sang raja iblis dengan mudah.
Tetua Xim Bai yang saat itu berhadapan dengan seseorang tersebut ia menceritakan semua perihal kepada kakek Suxian, Tentang kekuatan seseorang tersebut sampai suara yang mirip dengan suara Lian Zheng.
"Benar patriak, Suaranya sangat mirip dengan Tuan muda Koji Cen." Tetua Xim Bai menyakinkan Patriaknya.
Kakek Suxian pun hanya diam, Didalam pikirannya sekarang ia sedang memikirkan dimana Koji Cen.
Sehabis itu Tetua Xim Bai pamit undur diri, Sebenarnya juga ia yakin jika seseorang yang saat itu membantu melawan iblis pasti cucu dari Patriaknya.
***
Di Alam Dewa, Lian Zheng tetap dengan wajah gembiranya, Junhao pun bertanya mengapa ia sesenang itu, Lian Zheng pun berkata jika ia sudah masuk tahapan baru dan sudah membangkitkan semua darah binatang tuhan.
"Junhao, Apa aku boleh kembali ke bumi?"
Tanyanya.
"Hamba tidak tau, Tapi hamba ini ingin mengikuti Yang Mulia, Jika berkenan ingin ke bumi alangkah baiknya meminta izin terlebih dahulu pada Dewa Semesta, Yang Mulia." Jawab Junhao.
Alasan Junhao ingin mengikuti Lian Zheng ialah yaitu, Untuk melindungi tuannya tersebut, Sebenarnya Junhao yakin tidak ada yang bisa membandingkan kekuatan binatang tuhan namun Junhao terpikir jika Lian Zheng baru saja membangkitkan mungkin Lian Zheng belum sepenuhnya menguasai kekuatan tersebut.
Lian Zheng pun mengangguk setuju dengan usulan dari Junhao dan ia juga memperbolehkan Junhao ikut dengannya.
"Yang Mulia, Apakah ingin hamba ajarkan untuk sepenuhnya menguasai kekuatan dari kekuatan binatang tuhan?"
"Jadi aku belum menguasai sepenuhnya?" Tanya Lian Zheng.
"Ya Yang Mulia, Saat ini Yang Mulia hanya menguasai kekuatan 5 persen saja dari kekuatan binatang tuhan."
Lian Zheng pun menahan napas nya saat mendengar perkataan dari Junhao, Jika benar yang dikatakan Junhao berarti kekuatan sebernarnya sangatlah kuat.
__ADS_1
Walaupun agak tidak sopan bawahan mengajari atasan namun Junhao terpaksa melatih Lian Zheng, Junhao pun ingin menjadikan tuannya kuat untuk tidak bergantung pada orang lain, dan juga Junhao berpikir jika Lian Zheng menolaknya namun tidak disangka Lian Zheng dengan mudah menerima tawaran darinya.
Sebelum matahari terbenam, Lian Zheng pun berinisiatif untuk melatih Aura Pedangnya, Karena dirinya ingin juga fokus pada Aura Pedangnya juga.
Saat matahari mulai terbenam Lian Zheng memberhentikan latihannya dan duduk di bawah pohon untuk mengistirahatkan tubuh nya, Ia pikir mudah untuk menaikan tingkat Aura Pedangnya ke tahapan terakhir namun ternyata sangat sulit.
Sesaat ia teringat dengan Qi Suci, jika dipikir-pikir ia ingin mencoba Qi tersebut, Lian Zheng pun ingin menyerap Qi Suci nya namun setelah beberapa detik tidak ada yang ia rasakan.
'Aneh sekali mengapa tidak ada Qi Suci disini.' Batin Lian Zheng.
Lian Zheng pun tidak menyerah, Jika sekitar nya ada pohon maka ia bisa menyerap Energi Alam dan merubahnya menjadi Qi biasa.
Lian Zheng mencoba merasakan Energi Alam disekitar tubuhnya, Tiba-tiba Lian Zheng merasakan tubuhnya tersedot oleh lubang hitam.
Dimensi Lain
Tempat yang gelap, Sunyi tanpa suara sedikitpun, Lian Zheng pun mencoba mencari jalan keluar atau cahaya namun hasilnya nihil ia tidak menemukan apapun.
'Tap... tap... tap...' Suara derap kaki melangkah.
"Siapa kau?" Tanya Lian Zheng dengan mengeluarkan keringat dingin saat merasakan aura intimidasi dari orang didepannya.
"Aku adalah pecahan jiwa yang bergabung dengan tubuh mu." Ucapnya.
"Pecahan Jiwa?"
"Ya, Aku adalah pecahan jiwa Dewa Langit, Kerja bagus nak, Tapi kau masih lemah." Ucap seseorang tersebut dengan tatapan dingin.
Lian Zheng pun menyadari tatapan dingin tersebut dengan mengeluarkan keringat dingin ditubuhnya secara terus menerus.
"Mana bisa kupercaya jika kau ialah Dewa Langit?" Lian Zheng memberanikan diri bertanya.
__ADS_1
"Nak, Jika kau yang ditakdirkan mengreinkarnasi tubuhku maka tubuhmu akan punya pecahan jiwa dari ku." Jawab nya.
"Lalu kenapa kau membawa ku kesini?"
"Aku hanya tidak ingin melihat diri mu sangat lemah, Payah sekali jika dibandingkan dengan ku, Aku akan menggurui mu dan juga tolak tawaran dari Junhao itu untuk tidak mengajarimu." Ucapnya dengan nada sombong.
"Lalu bagaimana kau menggurui ku jika kau ini hanya pecahan jiwa?" Tanya Lian Zheng
"Heh, Aku tau dari semua perjalanan hidupmu, Lagian juga aku tidak perlu keluar dari pikiran mu ini, Aku hanya berbicara dengan mu dengan telapati." Jawabnya
"Lalu apa yang kau ingin ajarkan kepada ku?" Tanya Lian Zheng.
Pecahan jiwa tersebut berkata jika ia ingin mengajarkan Lian Zheng menguasai kekuatan dari binatang tuhan kecuali kekuatan Naga Abadi karena ia tidak mengetahui dari kekuatan Naga Abadi tersebut.
Namun pecahan jiwa tersebut menjelaskan jika ingin menguasai dari kekuatan Naga Abadi, Lian Zheng perlu kesuatu tempat yang dimana ada petunjuk untuk menguasai kekuatan dari Naga Abadi tersebut.
Setelah itu pecahan jiwa menghilang karena di alam nyata Junhao sudah memanggil Lian Zheng terus menerus, Lian Zheng pun kembali ke alam nyata.
"Yang Mulia, Jangan terlalu banyak menyerap Energi Alam." Ucap Junhao.
"Memangnya kenapa?" Ucap Lian Zheng perlahan membuka matanya.
"Jika terlalu banyak maka tubuh Yang Mulia bisa meledak."
Lian Zheng pun mengangguk mengerti lalu ia masuk ke dalam rumahnya dan beristirahat di ranjangnya.
...****************...
Jangan Lupa....
Like
__ADS_1
Vote
Rate bintang 5 nya eui š.