Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-43. Acara Lelang Berakhir


__ADS_3

Setelah berpikir begitu Koji Cen langsung menawar Kitab tersebut dengan harga yang terbilang sangat mahal yaitu, 400.000 keping emas.


Dengan begitu tidak ada yang menawar Kitab Gerakan Kilat selain Koji Cen.


"Kau sangat licik Koji Cen." Ucap kakek Zhang Lian bersama an dengan ketawa kecil.


Koji Cen yang mendengar itu hanya terkekeh kecil dan ia juga berhasil untuk tidak ada yang menawar selain dirinya.


Pada akhirnya kedua barang tersebut jatuh kepada orang yang sudah menawarnya yaitu, Lin Hai dengan Cambuk Iblis Neraka dan Koji Cen dengan Kitab Gerakan Kilat.


Disisi lain, Terlihat wajah tetua Lin Hai berseri-seri sendiri sambil melihat Cambuk Iblis Neraka.


Sesudah semua terjual habis akhirnya manager dari gedung Ye Xing mengumumkan bahwa acara lelang sudah berakhir.


Acara lelang berakhir dengan disambut dengan persembahan dari penari dan jamuan-jamuan kecil untuk yang mengikuti lelang tersebut.


***


Koji Cen dan kakek Zhang Lian yang baru keluar dari gedung Ye Xing, Mereka berdua disambut dengan keramaian kota mading dan malam hari.


Kota mading ialah kota yang terbilang cukup ramai dan indah. Terdapat di alun-alun kota dengan cahaya yang berkelap-kelip yang berbeda warna.


Dan walaupun sudah malam hari namun kota tersebut masih ramai karena kota mading ialah transit nya orang-orang yang berpergian dari manapun.


Penjual-Pedagang yang ada di kota Mading tersebut juga tidak ada yang belum tutup, Semua terlihat seperti berdagang 24 jam.

__ADS_1


"Sudah malam kita cari penginapan terlebih dahulu sebelum kita berangkat ke Sekte Gunung Petir." ucap kakek Zhang Lian.


"Baik." jawab Koji Cen.


Setelah itu mereka berdua menanyakan dimana letak penginapan, Namun sebelum melangkah maju dari belakang terdapat seorang gadis memanggil Koji Cen dengan sebutan, Tuan Koji Cen.


Perempuan tersebut tidaklah lain ialah Ling Tin.


Koji Cen menoleh kearah sumber suara yang memanggilnya. Ling Tin pun tersenyum dan berjalan mendekati Koji Cen dan Kakek Zhang Lian.


"Tuan Koji Cen." Ucap Ling Tin.


"Ya ada apa?." Tanya Koji Cen.


"Apa ada tuan yang inginkan?."


Ling Tin langsung menoleh kepada kakek Zhang Lian dan memperkenalkan dirinya.


"Tuan Koji Cen tidak usah terlalu repot mencari penginapan, mari ikut kami ke penginapan Assosiasi Beruang perak."


Koji Cen pun mengangguk setuju dan mengikuti Ling Tin.


Setelah sampai di penginapan Koji Cen dan kakek Zhang Lian diberi kamar masing-masing dan ditawarkan ke lantai bawah untuk sekedar makan bersama, Namun Koji Cen menolak begitu pula kakek Zhang Lian.


Malam berlarut menjadi pagi, Mereka berdua sudah siap untuk melanjutkan perjalanan nya. Setelah berpamitan dengan Ling Tin mereka berdua melangkah keluar dari penginapan tersebut.

__ADS_1


"Cen-cen kau tunggu sini, Kakek mau membeli makanan untuk di perjalanan."


Koji Cen pun mengangguk mengerti dan menunggu di alun-alun kota mading. Dirinya juga memberi 10 koin emas kepada kakek Zhang Lian.


Di depan Koji Cen terlihat kakek tua yang dekil sedang meminta koin tembaga atau perak untuk dirinya makan.Koji Cen yang melihat itu, pemuda itu menghampiri kakek tua dekil tersebut dan berniat memberikan koin emas.


Setelah memberikan koin emas Koji Cen merasa di tarik sesuatu dari belakang, Terdapat kakek tua yang menarik baju pemuda itu.


"Ada apa kek?." Tanya Koji Cen.


"Bisa aku periksa denyut nadi mu?." Tanya kakek tua itu.


Semua orang sebelumnya yang memberikan uang kepadanya juga diperiksa seperti Koji Cen namun beberapa yang tidak mau karena tangan dari kakek tua itu dekil atau ada hal yang mendesak namun ada juga yang mau diperiksa tapi setelah ia memeriksa beberapa denyut nadi dari semua orang yang ditemuinya ia menggelengkan kepalanya dan berucap terimakasih.


Kakek tua itu memeriksa Koji Cen langsung melotot kepada Koji Cen dirinya telah menemukan yang ia cari.


"Terlahir kembali... " Gumam kakek tua itu.


"Ada apa kek?." Tanya Koji Cen yang melihat mata dari wajah sang kakek tua itu melotot.


Belum kakek tua itu menjelaskan dari belakang terdengar suara kakek Zhang Lian memanggil Koji Cen.


Koji Cen pun melambai-lambai kepada kakek Zhang Lian dan menengok kearah dimana sang kakek tua itu berada namun dirinya terkejut karena tidak ada sang kakek tua yang memeriksa denyut nadi tadi.


Dirinya juga tidak merasakan jika sang kakek tua itu pergi darinya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2