
Lian Zheng pun turun, Pemuda itu menatap para pendekar dari Aula Neraka dengan tajam.
Semua yang melihat itu pasti akan mengeluarkan keringat dingin terus menerus, bagaimana tidak Lian Zheng menatap mereka seperti pedang yang sudah di asah sampai sangat tajam.
"Tuan pendekar, Ampuni aku... "
"Maafkan aku senior... "
Semua pendekar masih mengucapkan minta maaf kepada Lian Zheng namun Lian Zheng menghiraukannya seolah-olah itu hanya angin yang berhembus kencang.
'Slash!'
'Slash!'
'Slash!'
'Slash!'
....
Tanpa banyak bicara Lian Zheng segera menebas kepala mereka tanpa berkedip sekalipun, Semua yang melihat itu hanya menelan ludah dengan kasar.
Walaupun kejam dan sangat keji namun Lian Zheng pasti mempunyai alsan tertentu, Jika dibiarkan maka akan semakin mengembang, Pikir Lian Zheng.
Saat sudah menebas semua kepala pendekar Aula Neraka.
'Duaar!'
Lian Zheng terpental setelah mendapatkan ledakan tersebut, Lian Zheng pun bangun dan mengelap sudut bibir yang berdarah.
"Jangan berharap setelah mematikan bawahan Raja Iblis bisa se-enaknya kabur... "
Lian Zheng pun menatap 10 orang mengenakan Jirah merah darah, Tepat dibidang dada pakaian terdapat lambang semacam Iblis.
"Hah, Ternyata si pak tua itu mengirim mainan kecil... "
Sebenarnya Lian Zheng tau jika kekuatannya diatas mereka namun tetap saja jika melawan 10 pendekar di tingkat suci ialah hal sulit mungkin butuh usaha yang keras untuk melakukannya.
Namun jika ada kekuatan dari Binatang Tuhan Lian Zheng pun tidak sedikit gentar, Ia yakin kekuatan binatang tuhan bisa menandingi kekuatan para Dewa.
"Maaf Tuan, Biar kami berdua saja yang urus."
ucap Fuu sembari keluar dari Cincin Samudra Langit dan diikuti oleh Gong.
__ADS_1
"Padahal aku ingin bermain-main, Baiklah jika kamu berdua ingin melawannya, aku ingin berhemat stamina ku saja." Ucap Lian Zheng dan menuju batu besar untuk duduk dan menonton perkelahian Fuu dan Gong antara bawahan Yanglu.
"Dia pikir mengirim mainan seperti itu bisa menghentikan ku?!" gumam Lian Zheng.
"Lihat lah, Dia sepertinya meremehkan kita... " Salah satu pasukan khusus Yang Lu.
Semua pun beranggapan begitu tak terkecuali dengan Ling Tin dan pendekar Assosiasi Beruang Perak, Walaupun melihat ular besar dengan kekuatan besar namun melawan pendekar tingkat suci pasti agak sedikit kewalahan.
Fuu dan Gong pun berubah menjadi dua pemuda tampan dengan tangan kanannya yang hitam dan bergaris ungu yang seperti air mengalir di tangannya.
Saat Fuu melambaikan tangan kanannya, Salah satu pasukan khusus tiba-tiba meronta kesakitan, Hal tersebut pun dirasakan teman disebelahnya.
Setelah diamati ternyata terdapat racun tak kasat mata yang melesat dan mengenai area vital pasukan khusus Yanglu, Biasanya racun dari Ular Mahkota Hitam sangat mematikan.
Melihat rekan-rekan nya meronta kesakitan, Pada akhirnya mereka memasang sikap waspada.
"Lihatlah, Baru saja aku mengangkat tanganku mereka berdua saja sudah meronta kesakitan, Apa kalian ingin bernasib sama?" Ejek Fuu.
Pasukan khusus Yanglu akhirnya terbawa suasana, Mereka pun tidak mau mati sia-sia, Jika mereka harus mati maka Lian Zheng juga harus mati atau terluka parah, Pikir semua pasukan khusus Yanglu.
"Percuma sa-" Belum menyelesaikan kata-katanya Gong menerima tekanan api yang kuat dengan segera ia membentuk formasi pertahanan dari Ular Mahkota Hitam.
Setelah cukup lama akhirnya api tersebut menghilang, Dan ternyata Gong pun hanya di tipu ia teralihkan dengan kekuatan tersebut sehingga tidak menyadari pergerakan pasukan khusus Yanglu yang menyerang Lian Zheng dan Fuu.
Fuu dan Gong pun menyerang dengan bersamaan, Semakin berkerjasama semakin kuat juga penyerangannya, Sedangkan Lian Zheng melawan 5 orang pasukan khusus.
Lian Zheng pun dengan mudah mengubah situasinya menjadi berpihak padanya, Pemuda itu sudah menebas dua kepala sekaligus saat mengayunkan pedangnya.
Sesaat pasukan khusus yang menyerang Lian Zheng terpojokan tiba-tiba mereka mengangkat tangannya dengan serempak dan menghasilkan bilah hitam yang besar.
"Hati-hati, Itu bola energi kegelapan." Ucap pecahan jiwa lewat telapati.
"Gunakan Hukum Gonglu Cahaya untuk melawannya, Pertama kamu harus memikirkan cahaya terlebih dahulu agar Hukum Gonglu Cahaya aktif, Lalu kamu salurkan Qi ditanganmu." Sambung pecahan jiwa.
Lian Zheng pun mengerti, Lalu ia melakukan apa yang tadi dijelaskan oleh pecahan jiwa, dan hasilnya tidak mengecewakan.
Bola Cahaya bersinar terang sampai-sampai menyerupai matahari kecil, Lian Zheng pun mengangkat tangannya bertepatan dengan pasukan khusus yang sudah melancarkan aksinya.
'Duaar!'
Terjadi ledakan besar saat kedua bola energi tersebut, Asap mengepul di tempat ledakan tersebut sesaat asap tersebut terang dan bola cahaya milik Lian Zheng keluar dari asap mengepul tersebut dan terus melaju ke arah 3 pasukan khusus.
Tiga pasukan khusus tersebut langsung memasang dinding perlindungan.
__ADS_1
'Duaar!'
Ketiga pasukan khusus tersebut seketika tewas dengan badan yang hangus dan mengeluarkan aroma yang tidak sedap saat bola cahaya mengenai mereka.
Disisi Fuu dan Gong, Mereka berdua mengkombinasi kekuatannya, Sesaat keluar ratusan gumpalan cairan hitam berbau tidak sedap dibelakang mereka.
"Serang!" Seru Fuu dan Gong.
Gumpalan hitam tersebut langsung melesat mengarah lima pasukan khusus, Saat pasukan khusus tersebut menangkisnya dengan pedang hal yang terjadi ialah pedang mereka hangus dan meleleh.
Tidak ada cara lain mereka berlima langsung memasang formasi dinding pertahanan, Seketika dinding lapisan transparan berwarna biru mengelilingi mereka berlima sedangkan gumpalan hitam milik Fuu dan Gong terus melaju mengarah lima pasukan khusus Yanglu tersebut.
Sudah merasa lega karena sudah memasang dinding pertahanan seketika suasana menjadi kacau karena gumpalan hitam tersebut melelehkan dinding pertahanan mereka.
Alhasil mereka berlima mati menyisakan tulang berulang mereka karena mengenai gumpalan hitam.
Sedangkan disisi Lian Zheng, Pemuda itu langsung terduduk lemas karena sudah mengalirkan Qi dengan jumlah besar.
Fuu dan Gong yang melihat itu langsung menghampirinya dan membaringkan tubuh Lian Zheng ke atas batu besar.
"Sepertinya Tuan kehabisan energi Qi." ucap Fuu.
Fuu dan Gong pun mengalirkan Qi mereka pada Lian Zheng, Terlihat saat beberapa menit kemudian wajah dibalik topeng Lian Zheng membaik dan terlihat sedikit bugar.
Sesaat Ling Tin menghampiri mereka, Fuu dan Gong langsung masuk kedalam Cincin Samudra Langit.
"Tuan minumlah Pil ini." Ucap Ling Tin.
"Terimakasih... "
Lian Zheng pun meminum pil tersebut, Seketika goresan yang ada di tangannya perlahan tertutup, dan juga sendi-sendi nya perlahan mulai bisa digerakkan.
"Tuan, Bisakah anda melepaskan topeng?, Saya hanya ingin mengenang jasa Tuan." ucap Ling Tin penasaran.
"Maaf, Saya tidak bisa."
Walaupun suara dari Lian Zheng diubah namun Ling Tin beranggapan didepannya tersebut orang yang ia kenali.
...****************...
Ayo
Vote
__ADS_1
Like
Rate 5 star.