
"Ahh, seperti aku harus tidur lebih lama karena Qi ku tersedot habis oleh tuan dan juga semoga tuan baik-baik selama aku tertidur..." Junhao memerlukan tidur yang panjang agar energi dan kekuatannya pulih karena juga Junhao roh.
Lian Zheng terus mengelus kepala Min Yu sambil menatap arah kedepan dengan tatapan kosong dan hati yang berdebar, entah rasa apa yang sekarang ia rasakan bahkan hal ini ia baru pertama kali. setiap ia melihat gadis-gadis maupun cantik atau tidak hati nya itu tidak bergeming sedikitpun.
"Sepertinya aku harus tidur menyusul Junhao..." gumam Pecahan Jiwa yang melihat kondisi Lian Zheng didalam dantian Lian Zheng.
Semua yang bersemayam ditubuh Lian Zheng dari Pecahan Jiwa sampai binatang Tuhan sama-sama menonaktifkan karena mereka sedang melihat drama yang nantinya tidak boleh diperhatikan oleh mereka karena itu aib.
Dengan tiba-tiba Lian Zheng berdiri dan mengangkat tubuh Min Yu ke atas ranjang.
"Apakah boleh atau tidak..." bisik Lian Zheng ke arah telinga Min Yu
Pecahan Jiwa yang melihat itu hanya menggeleng kepalanya dengan pelan kemudian bergumam, "Kukira ia tidak tau bagaimana cara... ah sudahlah."
'Apa ini?! katanya tidak akan berbuat kotor tapi...' batin Min Yu.
Sebelum Min Yu mengucapkan sesuatu tiba-tiba suara pintu terdengar, Lian Zheng yang mendengar itu hanya menghela napas dengan pelan.
"Kak Min Yu, ayo bangun sudah pagi..." ujar Ji Chen seraya mengetuk pintu.
Lian Zheng pun membukanya, dan mengelus kepala Ji Chen.
"Ji'er sudah bangun..." ujar Lian Zheng seraya tersenyum ramah.
__ADS_1
Ji Chen hanya mengangguk kemudian bertanya, "Kenapa paman disini? bukannya kamar paman disebelah sana?" Ji Chen menunjuk ke arah ruangan Lian Zheng.
Lian Zheng yang mendengar itu terpaksa berbohong, "Ya memang kamar paman disana tapi kak Min Yu tadi memanggil paman untuk membantunya."
Ji Chen dengan polosnya hanya mengangguk dan mengerti.
"Baiklah paman akan belikan makanan, Ji'er dan kak Min Yu tunggu di dapur, oke?"
"Oke paman!"
***
Setelah membelikan makanan Lian Zheng ke dapur dan memakan bersama, ia hanya melihat Min Yu secara terus menerus membuat Min Yu menunduk seraya memakan makanannya, pemuda itu pun tersadar karena tiba-tiba ada yang membuatnya janggal.
Dantian Lian Zheng.
"Kenapa jadi sepi begini?" Lian Zheng terus berputar-putar namun tidak ada patung ataupun Pecahan Jiwa disana.
Lian Zheng pun mengaktifkan darah binatang Tuhan nya kemudian kejadian selanjutnya patung-patung binatang Tuhan muncul bersamaan dengan Pecahan Jiwa.
"Kalian kemana saja?" ujar Lian Zheng.
Pecahan Jiwa yang merasakan tiba-tiba dirinya bangun dan mendengar Lian Zheng ia pun langsung membuka matanya dan melihat pemuda sedang berdiri didepannya.
__ADS_1
"Apakah sudah selesai?" tanya Pecahan Jiwa.
"Selesai apanya? aku tidak mengerti..."
"Itu anu..."
Lian Zheng yang tiba-tiba mengerti apa yang dimaksud Pecahan Jiwa seketika memotong ucapan Pecahan Jiwa, "Tidak jadi..."
"Kenapa?"
Tidak ada jawabannya dari Lian Zheng, pemuda itu langsung tersadar ke dunia nyata dan kabur begitu saja.
"Berani tidak menjawab pertanyaanku, awas saja kau murid tidak berbakti..." Pecahan Jiwa langsung memenuhi pikiran Lian Zheng dengan ucapannya itu.
"Baiklah maaf guru, nanti akan ku jelaskan." balas Lian Zheng melewati telapati.
"Baiklah, mungkin tujuanku sekarang ini ialah menyatukan inti elemen legenda dengan tubuh Ji Chen." gumam Lian Zheng.
...****************...
See you in the next chapter
Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.
__ADS_1
Maaf ya hanya bisa sedikit kali ini karna aku pengen ngerjain tugas nih, tugasnya dikumpulin jam 20:00 lgi jadi mepet banget, kalo kyk gini lagi mungkin aku update jam 10 aja ya biar banyakan dan juga Chapter 3 dari PLYA tidak bisa ku revisi karna tdk sengaja ku hapus aduh ceroboh nih author, klo ada yang dari kalian tau bagaimana caranya kasih tau dikolom komentar ya... ✨