Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-147. 'Terimakasih aku mencintaimu!'


__ADS_3

Disisi Lian Zheng, pemuda itu menatap punggung Min Yu yang sangat halus nan mulus tanpa ia sadari setetes darah keluar dari hidungnya, ia harus berpikir jernih agar tidak terlalu memikirkan yang tidak-tidak.


Kemudian ia kembali fokus pada tujuannya, pemuda itu mengambil pil yang ia berhasil buat dan meminta untuk Min Yu meminum 1 pil lebih dahulu, setelah itu ia menaburkan bubuk berwarna putih yang tadi ia juga buat ke dalam bak mandi.


Beberapa saat tidak ada terasa apapun namun setelah Lian Zheng menaburkannya lebih banyak lagi dengan tiba-tiba Min Yu memberi reaksi seperti desahan, dan teriak kesakitan. Lian Zheng yang mendengar itu agak tak enak hati namun dengan segera ia melanjutkannya.


"Fokus jangan terlalu berteriak, sempurnakan arus energi yang kuat masuk kedalam tulang mu dengan Qi secara teratur, aku akan membantumu jadi tenanglah!" ujar Lian Zheng seraya memegang pundak Min Yu.


Min Yu yang demikian dipegang bahunya ia mengabaikannya yang lebih menyulitkan sekarang ialah rasa sakit yang menjalar ke tulang-tulangnya, setelah mendengar ucapan Lian Zheng, Min Yu langsung beralih fokus gadis itu menahan sakit yang amat sakit seraya menyalurkan Qi ke setiap tulangnya agar kualitas tulangnya itu tidak hancur begitu saja karena tidak bisa menanggung rasa sakit.


"Aakkkhh..." Sekali lagi Min Yu berteriak-teriak.


Bak mandi yang mereka tempati langsung terselimuti asap putih yang memberikan esensi yang sangat dingin, namun dengan segera Lian Zheng menyalurkan esensi hangat pada Min Yu dan dirinya agar terjaga setiap saat dari aura dingin itu.


Karena Qi milik Lian Zheng tercampur oleh Surya Biru jadinya Min Yu agak tidak terkontrol karena juga Surya biru memberikan energi yang besar jika saja Lian Zheng langsung memberikan Qi nya secara berlebihan mungkin tubuh Min Yu dengan segera meledak.


Seraya menyalurkan Qi, Lian Zheng juga memberikan kata-kata yang memotivasi dan kesadaran spiritual agar Min Yu tidak otomatis pingsan jika Min Yu dapat melewati tahap ini tanpa pingsan sekalipun mungkin akan berjalan lancar.


Setelah beberapa jam kemudian akhirnya khasiat dari bubuk murni penguat tulang dan pil Penguat Tulang telah selesai, sampai keduanya pingsan tak sadarkan diri karena saking lemas.


Lian Zheng tak sadarkan diri karena kehabisan Qi karena juga sebelumnya Lian Zheng tidak mengumpulkan Qi terlebih dahulu ia berpikir jika Qi sebelumnya itu akan cukup untuk tahap penguat tulang namun ia salah dan terlalu ceroboh.

__ADS_1


***


Pagi hari pun tiba, matahari sudah terbit menimbulkan kedamaian yang tiada tara, Min Yu dengan kepala yang pusing bangun dari pingsannya, ia memegangi tulang punggungnya ia merasa jika tubuhnya bertambah ringan dan kuat, namun ada satu kejanggalan yaitu dirinya masih dalam keadaan telanjang.


Gadis itu langsung memegangi *********** ia menoleh kebelakang dan tersentak kaget karena masih ada Lian Zheng, namun setelah memeriksanya ia bernapas lega karena Lian Zheng pingsan.


Setelah memakai pakaian dadakan yang hanya terbalut handuk saja ia membangunkan Lian Zheng namun tetap saja pemuda itu tidak bergerak sekalipun.


Didalam dirinya Lian Zheng.


"Haissh, aku tidak bisa keluar begitu saja jika ada gadis yang setengah telanjang, apalagi gadis itu kekasih tuan... aku terpaksa harus menyalurkan Qi ku didalam diri tuan namun akan memberikan efek kecil kemungkinan akan ada pembuluh darah yang pecah." Junhao dengan terpaksa menyalurkan Qi nya secara perlahan untuk memungkinkan efek samping nya tidak terlalu berat.


"Maafkan aku yang tidak berguna, Hiks!..." Min Yu yang masih tidak menyadari keadaan hanya terus menangis.


"Kau... ada gunanya, kau menghangatkan ku Yu'er, Terimakasih aku mencintaimu!" dengan tubuh yang masih lemas Lian Zheng berusaha mungkin kata hati yang selama ini belum ia rasakan.


"Lian Gege! syukurlah kamu sudah sadar! Hiks..."


"Jadi? apa cintaku hanya bertepuk sebelah tangan?" tanya Lian Zheng dengan wajah yang dibuat cemberut.


"En!.. ya aku mencintaimu juga..." Min Yu mempernambah erat lagi dalam pelukannya.

__ADS_1


"Aarrgh!" Seiringnya Min Yu menguatkan eratannya ternyata efek samping dari Junhao tersebut langsung bekerja dimana pembuluh darahnya dengan tiba-tiba pecah.


"Gawat-!" Junhao berteriak didalam tubuh Lian Zheng.


Lian Zheng langsung mengeluarkan hukum Gonglu cahaya seraya dengan keluarnya darah di mulutnya, Min Yu yang melihat itu seketika panik.


Lian Zheng memberikan hukum Gonglu cahaya untuk mengobati dirinya, saat itu pula dirinya langsung terasa vit seperti normal.


"Ahh... aku lupa jika tuan memiliki cara tersendiri, namun bukan begitu pula aku tidak mengkhawatirkan tuan!" Junhao terus menerus mengutuk dirinya sendiri.


Disisi luar.


"Tenanglah, aku sudah pulih..." ujar Lian Zheng seraya mengelus kepala Min Yu.


...****************...


See you in the next chapter


Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.


Heyyo!✨

__ADS_1


__ADS_2