
Setelah sesaat, roh Alam tidak merasakan apapun energi yang datang kepadanya, namun sebaliknya energi yang besar mengarah ke roh Api dengan sangat cepat, semua yang dilewati seketika hangus bukan hangus karena api namun karena hangus terkena energi negatif dari bola energi itu.
Roh Api yang akan menyadari itu dengan refleks yang bagus ia membuat dinding pertahanan api namun sebagai gantinya ia kehilangan semua Qi, jika ia menyerap kembali ia akan membutuhkan waktu dan juga mereka sedang berada di tempat yang berbeda dari sebelumnya dimana tempat pertarungan mereka itu sangat sedikit sekali Qi yang tersebar.
'Buumm!' dinding pertahanan milik roh Api hancur begitu pula dengan energi yang besar itu.
Disisi roh Alam, ia kemudian keluar dari tubuh Ji Chen, kondisi nya sama dengan roh Api dimana ia kehilangan banyak tenaga dan Qi karena telah mengeluarkan bola energi yang besar, Ji Chen yang sedari tadi melihat pertarungan antara roh Alam dan roh Api dalam tubuhnya hanya berdiam di tempat, ia baru pertama kali melihat bola energi yang sangat besar didalam hidupnya.
Ji Chen langsung menopang tubuh roh Alam kemudian membantu nya duduk, kemudian anak kecil itu ke tempat roh Api yang sudah dalam keadaan sangat lelah, nafas terengah-engah, wajah yang sudah pucat.
Roh Api yang melihat Ji Chen langsung tersentak kaget, namun Ji Chen segera menenangkan nya bagaimana pun ia anak kecil yang masih memiliki hati sangat lembut dan sangat berbekas kasih maupun pada lawannya sekalipun.
Dengan yang sama pada roh Alam, Ji Chen menopang tubuh roh Api yang lebih berat darinya, dengan sedikit tenaga yang besar Ji Chen membawa ke tempat yang pas untuk di duduki.
Namun walaupun Ji Chen membantu roh Api akan tetapi ia masih ingat dengan tujuannya ketempat itu, Ji Chen pun memberi Qi yang tersisa pada roh Api untuk meredakan rasa lelah pada roh Api, setelah agak membaik roh Api tersenyum lembut pada Ji Chen kemudian dengan tiba-tiba roh Api berubah menjadi wujud apinya dan masuk begitu saja pada tubuh Ji Chen.
***
Disisi Lian Zheng, pemuda itu nampak sedang bersandar disalah satu pohon ia menunggu Ji Chen menyelesaikan masalahnya, namun tiba-tiba ia tersadar akan adanya perubahan terhadap Ji Chen, dimana tiba-tiba garis merah berpola kuno terukir sendiri diwajah Ji Chen membuat wajahnya sangat terkesan elegan.
__ADS_1
"Woah!" takjub Lian Zheng.
Tidak berhenti disana, dimana terulang kembali mata Ji Chen yang berubah menjadi bola mata Api, dan terakhir pakaian Ji Chen diselimuti armor Api membuat Ji Chen sedikit menjauh, walaupun ia mempunyai tulang dan kulit sekeras baja namun kali ini Api yang didepannya berbeda dari Api umumnya.
Sepersekian detik mata Ji Chen terbuka, Lian Zheng yang melihat itu pun menyambut nya dengan senyuman yang hangat.
"Paman, apa ini aku merasakan kekuatan yang bergejolak dalam tubuhku." dengan polosnya Ji Chen bertanya.
"Karena kau sudah menyelesaikan nya maka itulah imbalannya, dan juga bagaimana Ji'er mengalahkannya bukankah menurut rumor roh Api legenda sangat sulit dikalahkan? bisakah Ji'er ceritakan?"
"Hahaha, tenang Paman akan aku ceritakan jika sudah kembali normal, aku mempunyai cerita yang sangat menarik."
***
15 Menit Sebelumnya
Disisi Ji Chen, setelah roh Api bergabung padanya anak kecil itu langsung berbalik arah dan segera ke arah roh Alam, kemudian ia melakukan hal yang sama seperti roh Api, ia menyalurkan Qi tersisanya dengan begitu roh Alam sudah berkurang rasa lelahnya.
"Tuan..." panggil letih roh Alam.
__ADS_1
"Terimakasih, dengan bantuan mu... aku mendapatkan kekuatan baru." ucap Ji Chen.
"Aku sangat tersanjung dan senang jika bisa begitu membantu tuan, tapi maaf tuan karena telah membuat mu terkena kutukan..." jawab roh Alam dengan menundukkan wajahnya karena tidak berani menatap tuannya itu, ia sangat merasa bersalah atas keputusan nya.
Namun tidak, sebaliknya Ji Chen malah bertambah senyum, ia benar-benar terbantu atas roh Alam, walaupun ia terkena masalah yang baru namun ia yakin setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.
"Tenanglah, asal kau tau cara menyelesaikan kutukan terhadap tubuhku itu tidak menjadi masalah." jawab Ji Chen seraya tersenyum.
Roh Alam dengan pelan mengangkat kepalanya, dan membalas senyuman Ji Chen akan tetapi tidak berlangsung lama senyuman itu menghilang.
"Tapi tuan, kutukan itu menyangkut kehidupan tuan, jika tuan sudah beranjak umur 12 tahun maka kutukan itu aktif, sebelumnya aku menghadapi 2 pilihan, dimana jika setelah aku mengambil alih tubuh tuan, maka tuan akan kehilangan salah satu organ dan kehilangan banyak energi dan bisa menyangkutkan kematian cepat pada tuan, namun aku memilih pilihan yang kedua dimana tuan akan mendapatkan kutukan itu." ujar roh Alam.
Ji Chen yang sedikit mengerti akan hal yang diucapkan roh Alam pun mengangguk kecil dan berkata, "Tidak masalah, kau membuat keputusan yang tidak salah... karena kau memberikan waktu untuk yang cukup lama untuk menyelesaikan masalah ini."
Walaupun Ji Chen terbilang anak kecil berumur 6 tahun keatas namun ia memiliki kecerdasan tinggi, dimana ia bisa mengerti pembicaraan orang dewasa dan bisa berbicara layaknya para orang dewasa.
See you in the next chapter
Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.
__ADS_1
Maaf akhir-akhir author upnya jarang karena jadwal ku nulis bertabrakan dengan urusan lain, so maaf ya š.