
Para pejuang mengangguk mengerti, Dalam hati mereka merasa lega karena Lian Zheng tidak berlaku buruk seperti sekelompok bandit.
Selepas itu Lian Zheng melihat para warga dengan rasa iba kemudian ia memanggil salah satu pejuang selepas itu Lian Zheng memberikan makanan untuk para warga dengan jumlah yang agak banyak.
Setelah itu Lian Zheng izin pamit undur diri, Para pejuang pun sebelumnya berterimakasih banyak kepadanya.
***
Butuh beberapa hari untuk pergi ke Sekte Gunung Petir dengan berjalan kaki, Sekarang Lian Zheng sudah melihat Sekte Gunung Petir dari kejauhan.
Lian Zheng sudah sangat lelah, Ia berjalan tanpa henti dan menolong sesuatu yang disekitarnya dan hal itu menguras tenaganya. Dengan kekuatan sedikit Lian Zheng menggunaka teknik Gerakan Kilat nya untuk sampai sekte nya lebih cepat.
Saat sampai didepan gerbang, Para penjaga seketika menjadi waspada saat melihat seseorang mengenakan topeng yang sedang berdiri di depan gerbang.
"Tunjukan tanda pengenal mu!"
Lian Zheng pun meraba kantung bajunya, Namun dirinya tidak menemukan tanda pengenal.
"Tidak ada." Ucap Lian Zheng.
Penjaga tersebut seketika tersenyum licik lalu berkata, "Baiklah jika begitu, Kalau kau ingin masuk bayar dengan 100 keping emas."
Lian Zheng pun tersentak saat mendengar ucapan dari penjaga tersebut, Dirinya tidak menyangka jika harus dimanfaatkan oleh penjaga gerbang tersebut.
Seandainya Lian Zheng membuka topeng maka penjaga tersebut akan meminta maaf, Namun Lian Zheng diberi pesan oleh Dewa Semesta untuk menggunakan topengnya saat berada diluar, Dan kini Lian Zheng menuruti pesan tersebut.
"Apa begini cara kerjamu!" ucap Lian Zheng dengan meninggikan nadanya.
"Jika tidak mau yasudah... "
Bertepatan dengan hal itu, Tetua Xim Bai keluar dari gerbang karena ingin melanjutkan perjalanannya.
__ADS_1
'Sepertinya aku pernah melihatnya...' Batin Tetua Xim Bai.
"Penjaga ada apa?" Tanya Tetua Xim Bai pada penjaga gerbang.
Dengan gugup dan gemetar ketakutan penjaga tersebut berbohong, "Dia ingin menghajarku jika tidak membukakan gerbangnya."
Lian Zheng pun melotot tak percaya dibalik topengnya, Ia sama sekali tidak habis pikir dengan penjaga tersebut.
Tetua Xim Bai pun menoleh kepada Lian Zheng habis tuh Tetua Xim Bai menanyakan lagi kepada Lian Zheng agar tidak ada kebohongan.
Lian Zheng pun berkata dengan jujur dan mengatakan jika penjaga tersebut memanfaatkannya.
Tetua Xim Bai pun kembali menatap penjaga gerbang tersebut dengan tatapan tajam, Sebenarnya ia juga merasa curiga saat penjaga gerbang tersebut mengatakan kepadanya.
Penjaga gerbang yang menyadari tatapan tajam dari Tetua Xim Bai dengan segera ia bersujud meminta maaf atas kebohongannya.
"Ampuni aku tetua."
"Baiklah, Aku beri kesempatan dan jangan mengulangi lagi." Tetua Xim Bai dengan menghela nafasnya.
"Tuan, Bolehkah buka topengnya?" Ucapnya.
Lian Zheng pun ragu-ragu dengan hal tersebut lalu ia membuka topengnya, Seketika Tetua Xim Bai mematung dan penjaga pengawas itu tercengang dengan ketampanan Lian Zheng miliki.
"Tuan muda... " ucap Tetua Xim Bai.
Penjaga gerbang tersebut tidak mengenali Lian Zheng karena ia hanya baru saja direkrut sebagai penjaga gerbang.
Dengan segera Lian Zheng menutup kembali wajahnya dengan topengnya, Lalu ia dibawa masuk oleh Tetua Xim Bai, sebelum itu Tetua Xim Bai melirik penjaga gerbang dengan tajam.
'Aku akan memberinya pelajaran.' Batin Tetua Xim Bai.
__ADS_1
Setelah itu Lian Zheng berjalan di dampingi oleh Tetua Xim Bai hal tersebut menarik perhatian murid dari Sekte Gunung Petir, Siapa yang dibalik topeng itu? pikir semua murid Sekte Gunung Petir.
Setelah sampai di ruang patriak, Lian Zheng menghampiri seseorang sepuh yang ia rindu sebelum itu Tetua Xim Bai tidak masuk keruangan karena ingin melanjutkan urusannya.
"Kakek... " gumam Lian Zheng.
Kakek Suxian pun menengok ke belakang untuk melihat siapa yang memanggilnya, Seketika terlihat dari mata kakek Suxian bahwa ia terlihat rindu sekaligus khawatir pada Lian Zheng.
"Kamu kemana saja?" Ucap Kakek Suxian sambil melepaskan pelukannya.
"A-aku hanya bermain sebentar... " Meskipun alasan konyol yang sebagai jawaban namun kakek Suxian hanya tersenyum ramah dan tidak menanyakan lebih lanjut.
Melihat Lian Zheng baik-baik saja kakek Suxian menghela nafas lega, Dipikirnya Lian Zheng diculik oleh seseorang dan disakiti melihat kawah saat Lian Zheng menghilang.
***
Setelah itu Lian Zheng dipersilahkan untuk istirahat di ruang istirahat nya.
Disisi lain, Chao Guo yang melihat seseorang bertopeng memasuki kamar Lian Zheng seketika mencegahnya dari depan.
"Mau ngapain kamu?" ucap Chao Guo.
Lian Zheng pun memasuki kamarnya lalu menarik Chao Guo dan melepaskan topengnya.
"Saudara Cen... " ucap Chao Guo lalu memeluk Lian Zheng.
"Aku sangat terkejut ketika kamu menghilang... " sambung Chao Guo lalu melepaskan pelukannya.
Lian Zheng pun tersenyum canggung mendengar itu, Ia merasa bersalah atas kejadian itu, Melihat wajah Lian Zheng menyesal seketika Chao Guo berkata, "Sudahlah pasti kamu lelah, Aku akan menanti mu untuk belajar ketangkasan pedang lagi."
Lian Zheng pun mengiyakannya lalu merebahkan tubuhnya saat Chao Guo keluar dari ruang istirahat nya. setelah sekian lama akhirnya ia kembali.
__ADS_1
...****************...
Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya😉.