Pendekar Langit Yang Agung

Pendekar Langit Yang Agung
Ch-166. Kekacauan Kerajaan Phoenix ( 6 )


__ADS_3

Zhi Yen terus menulusuri semua kamar, beberapa pelayan yang melihat nya pun kebingungan dengan tingkah laku jendral penjaga namun mereka mengabaikan nya karena mereka takut bertanya, Ya mungkin akan memberikannya masalah.


Saat Zhi Yen melihat pintu besar yang terbuka dengan sepenuhnya dan ada juga beberapa penjaga yang berpakaian merah pun seketika bersembunyi, ia mengintip dan menyusun rencana agar bisa menumbangkan beberapa penjaga yang ada di depan pintu besar itu.


Firasat nya mengatakan jika Zhishu ada didalam sana, maka dirinya akan mengalahkan beberapa penjaga yang menurutnya kekuatan dirinya lebih besar dari mereka, maka dari itu sebelum ia menyerang ia menghubungi tetua yang lainnya karena ia sudah menemui Zhishu dan jangan ikut campur urusan nya dan menyuruh para tetua untuk menyerang Istana secara terang-terangan.


Zhi Yen memiliki kekuatan yang diberikan oleh nenek Peng hanya beberapa orang saja yang mengetahui kekuatan dirinya, ia juga bisa mengendalikan kekuatan Ilusi, saat ia mengaktifkan nya ia pun melewati bayangan yang cukup bisa ia pakai menjadi penyamaran nya.


Karena kecerdasan nya ia bisa menghilangkan auranya sehingga tidak disadari oleh beberapa penjaga di depan pintu itu, saat sudah dekat Zhi Yen langsung menyerang mereka dengan sembunyi-sembunyi sehingga tidak menimbulkan suara.


Dan benar saja, saat Zhi Yen melewati pintu besar itu terdapat Zhishu yang sedang berkultivasi di bawah pohon yang rindang, ternyata pintu besar itu menuju ke halaman belakang yang sering dilewati oleh Lian Zheng saat itu.


Tanpa pikir panjang Zhi Yen langsung mengeluarkan pedangnya dan langsung menuju ke Zhishu dengan cepat karena pikirnya waktu ini ialah kesempatan nya.


Zhishu yang menyadari aura pembunuh langsung menghindar sebisa mungkin dan untungnya ia tepat walaupun terkena goresan di pipi kirinya, ia pun mengiris namun dengan segera menyembuhkan nya dengan pil.


Zhishu yang belum melihat wajah orang didepannya pun seketika menoleh dan melihat paman jahatnya, Paman yang ia benci, Paman yang sangat ia benci! sungguh ia membenci Paman dia itu.


"Kau!" Zhishu melihatnya pun geram.

__ADS_1


Zhi Yen pun tersenyum seringai dan berkata, "Sekarang adalah waktu untuk pembalasan! karena kau sudah membuatku terluka parah pada saat itu."


Ada alasan tertentu Zhishu membenci pamannya itu, memang pamannya itu menyerang Istana Phoenix namun bukan itu yang membuatnya menyimpan dendam pada pamannya, salah satu nya yaitu membunuh kedua orang tuanya.


50 Tahun yang lalu, Zhishu sedang menuju pulang ke Istananya yaitu Istana Phoenix, ia baru saja menyelesaikan misi yang diberikan oleh ayahnya langsung namun saat ia datang dan memasuki Istana, ia melihat beberapa penjaga terbunuh ditempatnya dengan segera ia berlari menuju ke kamar kedua orangtuanya seketika ia lemas saat melihat Ibu nya tergeletak di lantai dan disekitar nya terdapat darah.


Namun seketika pandangannya beralih pada ayahnya yang mana kala itu ayahnya di tusuk dengan pedang di dadanya, tidak mau kehilangan kedua kalinya ia pun langsung menyerang pelaku pembunuhan kedua orang tuanya.


Pelaku tersebut memakai pakaian Assassin dan dengan cadar hitam sehingga tidak dapat melihat wajahnya, Zhishu yang memang memiliki bakat pun langsung menyerangnya namun pelaku tersebut langsung kabur sebelum itu Zhishu berhasil menarik cadarnya sehingga ia dapat melihat jelas wajah pelakunya yang ternyata pamannya sendiri, Zhi Yen.


Zhishu langsung berbalik badan dan menuju ke ayah nya dengan cepat namun dirinya terlambat saat mengecek keadaannya yang sudah meninggal, pada saat itu pun langsung menyimpan dendam yang teramat sangat pada pamannya itu.


Saat selesai melepaskan kutukan yang ada didalam tubuh Ji Chen, mereka pun kembali ke Istana untuk sementara karena dirinya memerlukan pil tingkat tinggi untuk Ji Chen saat ini.


Mereka pun terbang dengan cepat menuju Istana Phoenix, namun dari atas dirinya mendengar suara jeritan yang mencekam dengan cepat ia menambah kecepatan terbangnya.


Saat telah sampai dirinya bingung karena melihat seorang berpakaian jendral menyerang pasukannya sendiri namun sesaat menyadari jika mereka itu penyusup dari gaya bertarungnya pun berbeda.


Dengan cepat ia turun dan mengeluarkan Feng ia menyuruh untuk menjaga anak kecil itu, Feng pun patuh.

__ADS_1


Sedangkan Lian Zheng, ia langsung ke atas langit dan membuka jurus nya.


"Dasar Kedua-Pasukan Raja Langit-!"


Seketika langit berubah menjadi hitam seperti ada awan yang menutupi cahaya matahari, namun beberapa orang menghentikan pertarungan nya dan melihat ke atas langit dan terkejut saat melihat begitu banyak pemuda yang berwajah sama.


Mereka para penjaga yang mengenali Lian Zheng pun sedikit lega karena juga mereka belum tau kekuatan sebenarnya dari Lian Zheng.


"Yang Mulia!" ujar beberapa penjaga sedangkan tetua yang mengikuti Zhi Yen pun kebingungan dengan perkataan penjaga itu.


Lian Zheng pun langsung menurunkan pasukannya yang berjibun itu, pasukan itu memiliki kekuatan sepertiga dari kekuatan asli Lian Zheng, masih terbilang cukup kuat akan tetapi sulit jika mengatasinya satu lawan satu dengan tetua milik Zhi Yen karena mereka memiliki kekuatan yang cukup besar juga.


Maka dari itu Lian Zheng memerintahkan pasukannya untuk menyerang satu tetua milik Zhi Yen dengan berkelompok agar bisa menyudutkan nya.


Sementara itu ia membuat Kloningan nya, ia memerintahkannya untuk meriksa kedalam Istana karena ia merasakan ada pertarungan dengan kekuatan yang cukup besar disana sementara yang asli mengendalikan semua pasukannya itu.


See you in the next chapter


Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.

__ADS_1


NEW UPDATE : PERMINGGU BISA UP 3-5 CH JIKA LEBIH MAKA ITU BONUS!


__ADS_2