
NENEK PENG
Lian Zheng langsung mendarat di belakang Istana, tidak banyak yang melihatnya hanya beberapa orang saja karena juga halaman belakang Istana cukup tertutup.
Kemudian setelah itu ia menurunkan Ji Chen, anak itu terlihat sedikit pucat namun beberapa saat kesadarannya kembali semula, dan mereka pun masuk ke dalam Istana di bimbing oleh beberapa pelayan.
Setelah beberapa saat berjalan akhirnya mereka berdua sampai di ruangan dimana Zhishu berada dan beberapa orang yang sedang berbicara, namun Lian Zheng memilih untuk menunggu diluar karena tidak ingin menggangu urusan Zhishu dan orangnya.
Pelayan yang mengantarkan Lian Zheng pun menyampaikannya kepada Zhishu setelah diberi izin masuk keruangannya, Zhishu yang mendengar Lian Zheng ada di luar ia dengan segera memberhentikan rapatnya, para tetua pun menghentikannya dan mencoba untuk diam.
"Yang Mulia! maaf tidak menyambut kedatangan mu dengan tidak baik..." Zhishu langsung berlutut hormat sebagaimana bawahan yang sedang patuh pada tuannya.
"Tidak perlu, aku hanya membutuhkan pertolongan mu saja... aku ingin kau melepaskan kutukan yang ada di anak ini." ujar Lian Zheng seraya menunjuk Ji Chen.
Zhishu pun agak mendongakkan kepalanya untuk melihat anak kecil disampaikan tuannya itu, ia bisa melihat jelas tidak ada kemiripan di antara keduanya, dengan keberanian yang dicampur oleh rasa takut Zhishu berani bertanya, "Maaf atas kelancangan ku, jika boleh tahu anak ini siapa Yang Mulia?"
"Anak ini adalah adik angkat ku, Ji'er perkenalkan ini Paman Zhishu..." jawab Lian Zheng dengan tenang.
"Salam Paman, namaku Ji Chen..." ujar Ji Chen seraya tersenyum manis.
Mereka berdua pun berkenalan singkat, setelah itu Lian Zheng dan Zhishu berbicara tentang apa kutukan yang mengenai Ji Chen itu, Lian Zheng pun menjelaskan nya dengan apa yang ia tahu dari Ji Chen karena juga ia tidak bisa mengetahui jenis kutukan sedangkan pada saat ini Dewa Langit belum muncul juga setelah bangkitkan Pecahan dirinya.
"Baiklah Yang Mulia, aku akan mengantarkan mu pada Nenek Peng." ujar Zhishu.
"Tidak perlu, kau lanjutkan saja pembicaraan mu tadi kau hanya menunjukan saja dimana Nenek Peng berada." ujar Lian Zheng.
__ADS_1
"Baiklah, namun berhati-hatilah Yang Mulia, Nenek Peng bukan nenek-nenek biasa pada umumnya ia memiliki kekuatan yang misterius namun bisa dipastikan jika Nenek Peng tidak berpihak pada siapapun..." ujar Zhishu
"Baiklah-baiklah." jawab Lian Zheng dengan tenang.
Setelah diberikannya letak Nenek Peng berada, Lian Zheng dan Ji Chen pun langsung menuju kesana, mereka melewati lembah yang cukup tandus disana terlihat lahan kosong dan ada satu gubuk yang terlihat rapuh namun ada beberapa lampu tertempel di gubuk itu.
Setelah memastikan jika gubuk itu tempat tinggal Nenek Peng, Lian Zheng pun mendarat di depannya, kemudian mereka mengetuk pintu gubuk didepannya.
Secara sendirinya pintu itu terbuka, Lian Zheng dan Ji Chen sedikit terkejut namun mereka langsung masuk ke gubuk yang terbilang kecil dari penampilan luarnya.
Akan tetapi setelah masuk hal yang tidak terduga Lian Zheng memasuki semacam ruang tahta, setiap tembok terdapat tulang belulang dari manusia sampai siluman tingkat tinggi terpajang disana.
Mereka pun berjalan dengan tenang menuju kursi tahta terletak didepan mereka, keduanya bisa melihat seseorang gadis memakai gaun hitam, lekukan tubuh yang sempurna sedang duduk disana dan menyantap beberapa daging yang masih dikatakan mentah.
Gadis itu pun memberhentikan makannya, ia menoleh kedepan yang dimana ada Lian Zheng dan Ji Chen sedang berdiri dan menatapnya.
'Apakah dia Nenek Peng, sepertinya bukan karena didepan ku ini seorang gadis.' batin Lian Zheng.
Wajar jika Lian Zheng berpikir seperti itu karena semua dari penampilan, kulit, gerakannya Nenek Peng itu seperti gadis umumnya tidak terlihat Nenek-nenek seperti umumnya, jujur saja Lian Zheng sedikit tergoda dengan penampilan namun ia tetap kuat pada imannya yaitu hanya Min Yu seorang yang bisa jadi kekasih nya.
Kemudian Lian Zheng melihat Ji Chen, ia menutup kedua mata Ji Chen dengan tangan kirinya agar tidak melihat yang tidak wajar dalam umurnya saat ini.
"Apakah kau Nenek Peng yang sering dibicarakan banyak orang?" tanya Lian Zheng.
Nenek Peng berhenti sejenak sebelum melihat Lian Zheng dengan teliti.
__ADS_1
"Ya benar, namun siapa yang berani menyebutku dengan ucapan 'Nenek' nama ku Peng Li Hao!" ujar Nenek Peng dengan tegas.
Seiring Nenek Peng berucap tegas pada Lian Zheng angin disekitar nya pun tiba-tiba berubah drastis menjadi dingin namun beberapa saat mereda.
"Aku hanya mengikuti beberapa orang yang menyebutmu sebagai itu, dan kesini aku ingin kau melepaskan kutukan yang ada didalam anak ini." ujar Lian Zheng dengan tenang.
"Sepertinya sopan santun mu itu tidak ada, dan juga sepertinya kau rakyat baru..." ujar Nenek Peng seraya menjilat bibir bawahnya seperti melihat santapan yang sangat lezat.
"Ya." jawab singkat Lian Zheng.
"Kurang ajar, aku tidak akan melayani pelanggan ku yang tidak membawa apa-apa dan tidak memiliki sopan santun padaku maka dari itu kau harus dihukum dan menjadi makanan siang ku hari ini." ujar Nenek Peng dengan murka.
Nenek Peng langsung melepaskan serangannya namun dengan mudah Lian Zheng menepisnya.
"Oh! ini kedua kali nya aku melihat serangan kecil ku bisa ditepis oleh manusia." ujar Nenek Peng dengan nada ketertarikan.
Nenek Peng pun langsung melancarkan serangannya, secara beruntun serangan Nenek Peng bukannya melemah namun sebaliknya yaitu semakin bertambah kuat, Lian Zheng pun sedikit kesulitan karena tangan kirinya berusaha untuk tidak meninggalkan Ji Chen maka dari itu ia terpaksa menggunakan satu tangannya.
***
Sementara itu Zhi Yen dan tetua lainnya telah bersiap-siap untuk melanjutkan aksinya.
See you in the next chapter
Jangan Lupa Vote, Like dan Rating bintang 5 nya.
__ADS_1
Maaf ya, beberapa hari ini ga update-update, doa in semoga bisa lancar seperti biasanya, selama author off (Tidak Up) author melihat banyak ko yang komentar ketidakpuasan, mungkin author belum bisa memuaskan kalian dengan tulisan author ini jadi... author hanya bisa berkata Maaf 🙏, dengan itu mungkin author akan memperbaiki kinerja tulisan author ini😊.
Selamat menjalankan ibadah puasa 🙏🎊